Manchester city tengah bersiap menghadapi momen krusial dalam perjalanan mereka di kompetisi domestik. Di bawah arahan manajer baru, Enzo Maresca, klub ini tidak hanya memburu poin penuh, tetapi juga berpeluang besar untuk mengukir sejarah baru yang belum pernah dicapai oleh manajer mana pun sebelumnya di Liga Inggris.
Peluang Rekor Sejarah bagi Enzo Maresca
Pertandingan mendatang melawan Ipswich Town di Stadion Etihad, yang dijadwalkan pada Sabtu (17/10/2026), membawa misi besar bagi Maresca. Jika berhasil meraih kemenangan, ia akan menjadi manajer pertama dalam sejarah Liga Inggris yang mampu memenangkan tujuh laga pembuka secara berturut-turut.
Pencapaian ini akan melampaui rekor pendahulunya di city, Pep Guardiola. Pada musim 2016/2017, Guardiola sebelumnya mencatatkan rekor enam kemenangan beruntun di awal musim. Kini, Maresca berada di ambang pintu untuk melampaui jejak sang legenda tersebut.
Tantangan Besar di Balik Performa Gemilang
Meski tampil dominan di lapangan, kondisi internal klub sedang tidak sepenuhnya tenang. Manchester city saat ini tengah menghadapi tekanan hebat akibat dugaan pelanggaran aturan finansial Liga Inggris yang melibatkan 114 tuduhan. Proses banding yang diajukan klub diperkirakan akan memakan waktu berbulan-bulan.
Selain masalah administratif, performa di kompetisi Eropa juga sempat goyah. Pada Kamis (15/10/2026), tim besutan Maresca harus menelan kekalahan 2-4 dari Paris Saint-Germain di ajang Liga Champions. Rentetan peristiwa ini menciptakan dinamika yang cukup kompleks di dalam ruang ganti pemain.
Fokus pada Hasil, Bukan Rekor Pribadi
Menanggapi peluang rekor sejarah tersebut, Enzo Maresca bersikap sangat rendah hati. Ia menegaskan bahwa prioritas utamanya bukanlah angka atau catatan pribadi, melainkan performa tim di setiap pertandingan. Bagi Maresca, mengumpulkan 21 poin dari tujuh kemenangan awal adalah target yang jauh lebih krusial.
“Sejujurnya, saya hanya fokus pada bagaimana kami bisa memenangi pertandingan yang memberi kami kesempatan untuk meraih tujuh kemenangan beruntun, yang berarti 21 poin, dan itu penting.”
Maresca menambahkan bahwa rekor hanyalah dampak sampingan dari kesuksesan di akhir musim. Ia lebih memilih untuk memusatkan energi pada strategi untuk menaklukkan Ipswich Town daripada memikirkan statistik individu.
Posisi Klasemen dan Persaingan Ketat
Saat ini, Manchester city memimpin klasemen sementara dengan raihan 18 poin. Posisi ini menempatkan mereka di atas Arsenal, sang juara bertahan, yang saat ini tertahan di peringkat kedua dengan 15 poin. Jika berhasil menang, city akan memperlebar jarak dengan Arsenal menjadi 6 poin sebelum tim London tersebut bertanding melawan Nottingham Forest pada Minggu (18/10/2026).
Perjalanan musim ini dimulai dengan sangat impresif. Setelah memenangkan enam laga awal tanpa terkalahkan, mereka baru saja menunjukkan taringnya dengan menumbangkan Liverpool 3-0 di Anfield pada pekan lalu.
Solidaritas Tim di Tengah Badai
Meskipun ada berbagai isu di luar lapangan, Maresca merasa hubungan antara pemain, staf, dan suporter justru semakin erat. Ia mengutip pernyataan kapten tim, Ruben Dias, yang menyebut bahwa sentimen negatif dari pihak luar justru menjadi pemacu semangat bagi para pemain untuk membuktikan kemampuan mereka di lapangan.
Mengenai masalah finansial, Maresca menyatakan kepercayaan penuh kepada manajemen klub. Ia tidak merasa tertekan oleh situasi hukum yang sedang berjalan karena merasa telah mendapatkan penjelasan yang transparan dari pihak internal city.
Kesiapan Ipswich Town Menghadapi Raksasa
Di sisi lain, manajer Ipswich Town, Garry O’Neill, tampil optimis meski harus menghadapi lawan yang sangat tangguh. O’Neill mengonfirmasi bahwa skuadnya kemungkinan besar akan tampil dengan kekuatan penuh saat bertandang ke Etihad.
Beberapa poin penting terkait kesiapan Ipswich:
- Penyerang sayap asal Ghana, Abdul Fatawu, dipastikan siap bermain setelah sebelumnya absen karena sanksi.
- Kondisi fisik pemain secara umum dinilai baik meski ada beberapa kendala kecil yang sedang dipantau.
- Tim akan berusaha tampil maksimal untuk meredam dominasi tuan rumah.
Pertandingan ini akan menjadi ujian nyata bagi konsistensi Manchester city sekaligus pembuktian apakah Maresca mampu membawa klub melewati badai internal menuju kejayaan baru.
Sumber referensi: www.kompas.id