Kejutan Besar di Shanghai Open: Alejandro Davidovich Fokina Tumbangkan Alexander Zverev di Semifinal

Kejutan Besar di Shanghai Open: Alejandro Davidovich Fokina Tumbangkan Alexander Zverev di Semifinal

Sekolapedia – 17 Oktober 2026 | Turnamen tenis bergengsi shanghai open kembali menyuguhkan drama yang tidak terduga pada babak semifinal yang berlangsung pada Sabtu, 17 Oktober 2026. Unggulan pertama sekaligus petahana kekuatan dunia, Alexander Zverev, harus mengakui keunggulan pemain asal Spanyol, Alejandro Davidovich Fokina, dalam pertandingan yang berlangsung sengit selama lebih dari dua jam.

Pertandingan yang mempertemukan peringkat 2 dunia melawan peringkat 26 dunia ini berjalan dengan tensi tinggi. Zverev sebenarnya sempat menunjukkan dominasinya di set pertama dengan memenangkan laga 7-5. Namun, momentum berbalik saat Davidovich Fokina mulai menunjukkan agresivitasnya di set kedua. Dengan pukulan backhand passing shot yang luar biasa, pemain Spanyol tersebut berhasil membalikkan keadaan dan mengamankan set kedua dengan skor 6-4.

Memasuki set penentu, Davidovich Fokina tampil lebih bertenaga secara fisik. Ia memanfaatkan kesalahan ganda dari Zverev di awal set ketiga untuk mengambil keunggulan. Konsistensi servis dan permainan garis belakang yang agresif membuat Zverev kesulitan untuk melakukan comeback. Akhirnya, Davidovich Fokina menutup laga dengan kemenangan 5-7, 6-4, 6-3, sekaligus memastikan tempatnya di partai puncak shanghai open.

Pengakuan Jujur Alexander Zverev: Faktor Kelelahan

Pasca kekalahan yang mengejutkan ini, Alexander Zverev memberikan pernyataan yang cukup emosional dalam konferensi pers. Pemain Jerman berusia 29 tahun tersebut mengakui bahwa kondisi fisiknya tidak berada dalam level terbaiknya. Zverev mengungkapkan bahwa jadwal pertandingan yang padat setelah kesuksesannya di Grand Slam telah menguras energinya secara signifikan.

“Saya bukan robot, saya adalah manusia biasa. Saya bisa merasa lelah,” ujar Zverev sambil tersenyum getir. Ia menjelaskan bahwa sejak berakhirnya US Open, ia hanya memiliki waktu istirahat satu hari secara total. Mengingat ia telah memenangkan French Open dan US Open tahun ini, Zverev merasa tubuhnya membutuhkan jeda untuk pemulihan. Meskipun kecewa karena gagal mengejar gelar kedelapan Masters 1000 miliknya, ia menyadari bahwa istirahat adalah hal yang sangat diperlukan saat ini.

Dominasi Spanyol di Final Shanghai Open

Kemenangan Davidovich Fokina di shanghai open ini menciptakan sejarah baru bagi tenis Spanyol. Dengan hasil ini, ia akan melangkah ke babak final untuk menghadapi sesama pemain Spanyol, Rafael Jodar. Jodar sebelumnya berhasil menghentikan langkah Daniil Medvedev dalam kemenangan dua set langsung, menjadikannya finalis termuda dalam sejarah turnamen ini.

Pertarungan final yang akan digelar pada hari Minggu mendatang akan menjadi final Masters 1000 pertama yang mempertemukan dua pemain Spanyol di lapangan keras (hard court) sejak tahun 2017. Berikut adalah ringkasan statistik kunci dari kemenangan Davidovich Fokina:

  • Persentase poin servis pertama: 82%
  • Jumlah winner: 36 kali
  • Rekor kemenangan di China: 9 pertandingan beruntun
  • Peringkat ATP saat ini: Naik dari No. 26 ke No. 15 (live ranking)

Turnamen shanghai open tahun ini membuktikan bahwa determinasi dan kondisi fisik yang prima seringkali menjadi penentu utama di atas peringkat dunia. Bagi Davidovich Fokina, ini adalah kesempatan emas untuk meraih gelar Masters 1000 pertamanya, sementara bagi Zverev, ini menjadi pengingat akan pentingnya manajemen energi di tengah musim yang sangat sukses.

Pertandingan final ini diprediksi akan menjadi salah satu laga paling menarik di akhir musim ATP, mengingat kedua pemain sedang dalam performa puncak dan sama-sama mengincar gelar perdana mereka di level Masters 1000.

Post Comment