Perjalanan Atlanta Dream menuju final WNBA menjadi salah satu kisah paling mengejutkan dalam perkembangan liga. Hanya beberapa tahun sebelumnya, organisasi ini masih menghadapi pergantian kepemilikan, kekacauan di kursi pelatih, serta masalah komposisi pemain. Kini, Dream justru tampil sebagai kandidat juara setelah membangun tim secara bertahap melalui keputusan strategis di bursa transfer dan draft.
Transformasi tersebut dimulai ketika Dan Padover ditunjuk sebagai general manager pada 25 Oktober 2021. Ia datang saat Atlanta sedang berada dalam situasi sulit, tetapi kondisi itu juga memberinya ruang untuk membentuk ulang organisasi dari dasar.
Final WNBA menjadi simbol kebangkitan Atlanta Dream
Krisis Atlanta Dream tidak hanya berkaitan dengan hasil pertandingan. Pada 2020, salah satu pemilik tim, Senator Republik Kelly Loeffler, menyatakan penolakannya terhadap gerakan Black Lives Matter dan penggunaan kaus bertuliskan BLM serta “Say Her Name” oleh para pemain WNBA.
Perselisihan tersebut memicu ketegangan terbuka antara pemain dan kepemilikan. Para pemain Dream kemudian mengenakan pakaian yang mendukung kandidat Demokrat Raphael Warnock, yang akhirnya mengalahkan Loeffler. Setelah itu, Loeffler menjual kepemilikannya dan meninggalkan WNBA.
Dream kemudian berpindah tangan kepada Larry Gottesdiener, ketua Northland, Suzanne Abair, presiden perusahaan tersebut, serta Renee Montgomery, mantan juara WNBA dua kali. Perubahan kepemilikan itu belum langsung menyelesaikan persoalan internal tim.
Menjelang musim 2021, pelatih kepala Nicki Collen pergi. Mike Petersen mengambil alih sebagai pelatih interim, tetapi kemudian mengundurkan diri di tengah musim. Darius Taylor lalu memimpin tim hingga akhir musim, ketika Atlanta hanya mencatatkan delapan kemenangan dan 24 kekalahan.
Situasi daftar pemain juga tidak ideal. Chennedy Carter menjalani sebagian besar musim dalam status skorsing karena tindakan yang dianggap merugikan tim. Atlanta juga memutuskan tidak memperpanjang kontrak Courtney Williams dan Crystal Bradford setelah keduanya terlibat keributan di luar sebuah klub.
Rencana lima tahun Dan Padover
Di tengah ketidakstabilan itu, Padover melihat peluang untuk memulai kembali. Ia ingin membangun organisasi yang memiliki budaya kemenangan dan mampu menjadi contoh bagi tim WNBA lain. Menurutnya, Atlanta sebagai pasar besar memberikan fondasi yang menarik untuk menciptakan waralaba yang kuat.
“Membangun organisasi dari awal bersama kepemilikan dan kepemimpinan baru di pasar besar seperti Atlanta merupakan kesempatan yang sangat unik,” ujar Padover saat memperkenalkan visinya.
Manajemen Dream juga memberikan kepercayaan penuh kepadanya. Gottesdiener menyebut Padover sebagai eksekutif yang memiliki pengalaman membangun tim pemenang dan reputasi kuat di WNBA. Sebelum bergabung dengan Atlanta, Padover bekerja bersama Las Vegas Aces dan dikenal mampu memanfaatkan pertukaran pemain serta aset draft untuk mendatangkan talenta penting seperti Jackie Young.
Perdagangan pemain yang membentuk skuad final WNBA
Langkah besar pertama Padover adalah mengamankan dua pilihan penting dalam Draft WNBA 2022. Ia menukar hak Li Yueru dan Chennedy Carter ke Los Angeles Sparks untuk mendapatkan Erica Wheeler serta pilihan nomor 15.
Setelah itu, Padover mengejar pilihan nomor satu yang semula berada jauh dari jangkauan Atlanta. Ia mengirim pilihan nomor tiga dan 14 kepada Washington Mystics, sekaligus menukar hak atas pilihan putaran pertama Mystics pada 2023. Hasilnya, Dream memiliki pilihan nomor satu dan nomor 15 dalam draft tersebut.
Dengan pilihan pertama, Atlanta memilih Rhyne Howard. Naz Hillmon kemudian dipilih di urutan ke-15. Dampaknya langsung terlihat. Pada musim 2022, Dream memang hanya mengakhiri kompetisi dengan rekor 14-22, tetapi Howard meraih penghargaan Rookie of the Year dan menjadi fondasi penting bagi pembangunan tim.
Padover kembali mengambil risiko pada musim berikutnya. Ia menukar pilihan ketiga dalam Draft WNBA 2023 dan pilihan putaran pertama 2025 kepada Dallas demi mendapatkan Allisha Gray. Keputusan itu terbukti tepat karena Gray berkembang menjadi salah satu pemain kunci Atlanta.
Padover menilai Gray sebagai salah satu guard dua arah terbaik di dunia yang sedang berada dalam usia puncak karier. Perannya mencakup kemampuan bertahan, mencetak angka, serta menjaga keseimbangan permainan Dream di berbagai situasi.
Final WNBA dan hadirnya Karl Smesko
Pada 2024, Padover kembali memperkuat tim dengan menukar Aari McDonald ke Los Angeles Sparks untuk memperoleh Jordin Canada. Canada memberikan kualitas pertahanan, kontrol bola, dan pengalaman yang dibutuhkan Atlanta untuk bersaing dalam pertandingan ketat.
Perubahan besar berikutnya terjadi pada 13 November 2024, ketika Karl Smesko ditunjuk sebagai pelatih kepala menggantikan Tanisha Wright. Wright sebelumnya membawa Dream tampil di babak playoff selama dua musim berturut-turut, sehingga Smesko harus melanjutkan fondasi yang sudah dibangun sekaligus memperkenalkan pendekatan baru.
Gaya permainan Smesko dikenal cepat dan berorientasi pada tembakan perimeter, yang sering disebut sebagai konsep “Raining Threes”. Namun, keberhasilannya bersama Atlanta tidak hanya bertumpu pada serangan. Ia juga memaksimalkan kemampuan bertahan para pemain yang telah dikumpulkan Padover.
Menurut data Hoops Junkie, Dream memiliki rating ofensif terbaik di WNBA dalam lima menit terakhir pertandingan, yakni 121,7. Dalam periode yang sama, rating pertahanan Atlanta mencapai 100,9, angka terbaik ketiga di liga. Kombinasi tersebut membuat Dream sangat berbahaya pada momen-momen penentuan.
Kekuatan itu terlihat dalam semifinal. Atlanta mampu meninggalkan New York Liberty pada menit-menit akhir dalam ketiga kemenangan mereka. Meski beberapa pertandingan berlangsung ketat, konsistensi pada fase clutch menjadi salah satu alasan Dream melaju ke final WNBA.
Angel Reese, perjudian besar yang berhasil
Salah satu keputusan paling berani Atlanta adalah mendatangkan Angel Reese dari Chicago Sky menjelang musim 2026. Pemain dengan popularitas besar seperti Reese berpotensi menimbulkan persoalan ego atau penyesuaian peran di ruang ganti. Namun, hal itu tidak terjadi.
Di bawah arahan Smesko, Reese justru menunjukkan perkembangan signifikan. Ia tampil dalam 43 pertandingan, jumlah terbanyak sepanjang tiga tahun kariernya, dan mencetak rata-rata 16,4 poin per laga. Ia juga memimpin liga dalam rebound dengan rata-rata 12,1 serta meraih penghargaan Defensive Player of the Year pertamanya.
Perubahan paling mengejutkan terlihat pada kemampuan menembaknya. Dalam semifinal menghadapi Liberty, Reese mencatatkan akurasi 57 persen dari tembakan jarak jauh. Perkembangan itu membuatnya tidak lagi hanya dipandang sebagai pemain kuat di area bawah ring.
“Membawa pencapaian ini ke Atlanta sangat berarti bagi saya. Kalian sudah mendukung saya sejak berada di sini, meski baru sekitar tiga bulan,” kata Reese saat peluncuran boneka Barbie dengan namanya pada Agustus.
DeWanna Bonner melengkapi perjalanan menuju final WNBA
Menjelang playoff, Atlanta mendapatkan tambahan penting yang bahkan tidak sepenuhnya diperkirakan sebelumnya. Dream merekrut DeWanna Bonner dari Phoenix Mercury setelah sang pemain veteran dan tim lamanya mencapai kesepakatan yang memungkinkan dirinya mengejar gelar pada postseason.
Padover mengungkapkan bahwa Atlanta sudah beberapa kali mencoba mendatangkan Bonner dalam periode free agency sebelumnya. Hubungan Bonner dengan para pemain Dream turut membantu proses penyesuaian. Pengalaman dan kemampuannya kemudian menjadikannya bagian penting dari rotasi tim.
Bonner berperan sebagai pemain cadangan berpengalaman selama Atlanta mencatatkan lima kemenangan tanpa kekalahan dalam perjalanan playoff. Kehadirannya memberi kedalaman serta ketenangan pada skuad yang sedang mengejar gelar pertama dalam sejarah waralaba.
Dari konflik kepemilikan dan rekor buruk hingga panggung final WNBA, perubahan Atlanta Dream menunjukkan dampak dari pembangunan jangka panjang. Padover menyusun fondasi melalui draft dan perdagangan, Smesko menyatukan sistem permainan, sementara Reese, Gray, Canada, Howard, dan Bonner melengkapi identitas baru tim. Kini, Atlanta hanya selangkah lagi untuk mengubah kebangkitan luar biasa itu menjadi trofi juara.
Sumber referensi: www.essentiallysports.com
Post Comment