Sekolapedia – 15 Oktober 2026 | Panggung balap motor dunia kembali bergetar dengan kehadiran talenta muda berbakat asal Indonesia, Veda Ega Pratama. Dalam ajang bergengsi Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 yang berlangsung di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Nusa Tenggara Barat, pembalap berusia 17 tahun ini tidak hanya sekadar berlaga, melainkan mengukir sejarah baru yang akan dikenang dalam catatan Moto3 dunia.
Tampil di hadapan publik sendiri pada Minggu (11/10/2026), Veda menunjukkan mentalitas baja yang luar biasa. Mengawali balapan dari posisi ketujuh, ia terlibat dalam pertarungan sengit di barisan depan. Pada lap kedua, ia sempat menyodok ke posisi kedua sebelum akhirnya stabil di posisi keempat. Meski sempat mengalami dinamika dalam balapan, Veda berhasil menyentuh garis finis di urutan keenam tepat di belakang Rico Salmela, mengantongi tambahan 10 poin yang sangat berharga.
Melampaui Rekor Ai Ogura dan Mario Aji
Pencapaian Veda Ega Pratama di musim 2026 ini bukan sekadar angka biasa. Ia berhasil mencatatkan rekor poin debutan tertinggi bagi Honda Team Asia, sebuah prestasi yang sebelumnya dipegang oleh pembalap Jepang, Ai Ogura. Berikut adalah perbandingan statistik antara kedua pembalap tersebut pada musim debut penuh mereka bersama Honda Team Asia:
| Atribut Statistik | Ai Ogura (2019) | Veda Ega Pratama (2026) |
|---|---|---|
| Total Poin Musim Debut | 109 Poin | 115 Poin |
| Hasil Podium Terbaik | Posisi ke-2 (Aragon) | Posisi ke-3 (Prancis & Brasil) |
| Posisi Klasemen Akhir | Peringkat 10 | Peringkat 7 (Berjalan) |
Selain melampaui rekor Ogura, Veda juga memecahkan rekor pembalap Indonesia dengan poin terbanyak di Mandalika. Sebelumnya, rekor ini dipegang oleh Mario Aji yang pada tahun 2022 hanya mampu mengumpulkan dua poin dengan finis di posisi ke-14. Dengan raihan 10 poin di Mandalika kali ini, Veda resmi menjadi pembalap tuan rumah dengan performa paling gemilang di sirkuit tersebut.
Perjalanan Karier: Dari Wonosari Menuju Panggung Dunia
Kesuksesan Veda tidak datang dalam semalam. Pembalap kelahiran Wonosari, Gunungkidul, pada 23 November 2008 ini telah mengasah kemampuannya sejak usia sangat dini. Perjalanannya dimulai dari menunggangi minibike untuk mengenal karakter motor, hingga mulai mengikuti kompetisi resmi pada usia enam tahun. Disiplin tinggi yang ia miliki merupakan warisan dari ayahnya, Sudarmono, seorang mantan pembalap Kejuaraan Nasional Supersport 600.
Dedikasi tersebut membuahkan hasil manis di kelas Moto3 bersama Honda Team Asia. Sepanjang musim 2026, Veda telah menunjukkan konsistensi dengan menempati posisi tujuh besar klasemen sementara. Ia bahkan telah mencatatkan dua podium spektakuler di GP Prancis dan GP Brasil, menjadikannya salah satu pembalap muda paling diperhitungkan saat ini.
Kini, mata dunia tertuju pada lima seri balapan tersisa di Australia, Malaysia, Qatar, Portugal, dan Spanyol. Dengan tren positif ini, bukan tidak mungkin Veda akan mengejar rekor poin tertinggi Honda Team Asia yang dipegang oleh Taiyo Furusato (172 poin pada 2025). Semangat juang dan kemampuan teknis yang ia tunjukkan di Mandalika memberikan harapan besar bagi masa depan dunia balap motor Indonesia di kancah internasional.
Post Comment