Dinamika Bisnis Boy Thohir: Antara Lonjakan Saham Adaro Group dan Pusaran Penyidikan Pajak KPK

Dinamika Bisnis Boy Thohir: Antara Lonjakan Saham Adaro Group dan Pusaran Penyidikan Pajak KPK

Sekolapedia – 13 Oktober 2026 | Nama pengusaha ternama Garibaldi Thohir atau yang lebih akrab disapa boy thohir tengah menjadi pusat perhatian publik. Di tengah performa positif saham-saham grup usahanya di bursa efek, nama beliau juga terseret dalam pusaran penyidikan dugaan korupsi perpajakan yang tengah dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Performa Gemilang Saham Grup Adaro di Bursa Efek

Secara finansial, emiten yang berafiliasi dengan Boy Thohir menunjukkan ketahanan yang luar biasa dibandingkan dengan konglomerasi lainnya. Ketika banyak grup besar mengalami penurunan nilai saham secara signifikan, saham-saham di bawah kendali grup Adaro justru mencatatkan kenaikan yang impresif sepanjang tahun ini.

Berikut adalah perbandingan kinerja saham grup Boy Thohir dengan beberapa konglomerasi lainnya secara year to date (YTD):

Emiten / Grup Kode Saham Performa (YTD)
Adaro Andalan Indonesia AADI +73,48%
Alamtri Resources Indonesia ADRO +44,20%
Alamtri Minerals Indonesia ADMR -3,53%
Grup Barito (Prajogo Pangestu) BRPT/BREN/TPIA Anjlok Signifikan
Grup Bakrie BUMI/BRMS Anjlok Signifikan

Analis pasar modal menilai bahwa penguatan ini tidak hanya dipicu oleh fenomena Santa Rally, melainkan didukung oleh fundamental perusahaan yang kuat serta prospek harga komoditas energi. AADI, misalnya, mencatatkan laba bersih yang signifikan sebesar US$ 473,76 juta pada semester pertama tahun ini. Selain itu, ADRO juga menunjukkan pertumbuhan laba yang agresif berkat diversifikasi bisnis ke sektor aluminium.

Penyidikan KPK Terkait Dugaan Korupsi Pajak

Namun, di balik gemerlap performa pasar modal, langkah hukum sedang menjerat sektor pertambangan yang terkait dengan ekosistem bisnis Boy Thohir. KPK tengah mendalami dugaan korupsi perpajakan di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Dalam rangkaian penyidikan tersebut, penyidik telah melakukan penggeledahan di delapan lokasi berbeda di wilayah Banjarmasin dan Banjarbaru pada akhir Agustus 2026.

Salah satu lokasi yang digeledah dikonfirmasi sebagai perusahaan pertambangan. KPK juga telah memeriksa mantan Kepala Divisi Pajak PT Adaro Energy Tbk, Jul Seventa Tarigan, pada pertengahan Agustus untuk mendalami dugaan pemberian kepada pemeriksa pajak. Meski demikian, pihak KPK menegaskan bahwa penggeledahan dan pemeriksaan ini merupakan bagian dari proses pengumpulan bukti untuk menguji konstruksi kasus, dan belum secara langsung membuktikan keterlibatan pribadi Boy Thohir dalam tindak pidana tersebut.

Penyidik kini tengah menganalisis sejumlah dokumen yang disita guna mengungkap apakah terdapat transaksi yang menyimpang atau keuntungan ilegal yang diperoleh melalui praktik korupsi perpajakan ini. Fokus utama penyelidikan adalah memastikan apakah ada keterkaitan antara pihak swasta dengan oknum di instansi perpajakan.

Situasi ini menempatkan posisi Boy Thohir dalam posisi yang dilematis. Di satu sisi, entitas bisnisnya menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang sangat sehat dan menjadi primadona bagi para investor. Di sisi lain, tantangan kepatuhan hukum dan pengawasan ketat dari lembaga antikorupsi menjadi ujian besar bagi reputasi serta keberlangsungan operasional grup usahanya di masa mendatang.

Post Comment