Sekolapedia – 12 Oktober 2026 | Stadion Hidalgo menjadi saksi bisu pertarungan yang penuh dengan emosi dan kegilaan saat tuan rumah pachuca menjamu Necaxa dalam lanjutan pekan ke-11 Liga MX Apertura 2026. Dalam laga yang dijuluki sebagai salah satu pertandingan terbaik musim ini, kedua tim terlibat dalam duel saling balas gol yang berakhir dengan skor imbang 3-3, memberikan hiburan luar biasa bagi para penggemar sepak bola di Meksiko.
Necaxa, yang saat ini ditangani oleh pelatih asal Peru, Juan Reynoso, sebenarnya tampil sangat dominan di awal pertandingan. Tim tamu berhasil mencuri keunggulan pada menit ke-15 melalui penyelesaian klinis Matías Espíndola setelah memanfaatkan bola muntah dari kiper Carlos Moreno. Tak butuh waktu lama bagi tim tamu untuk menggandakan keunggulan; Julián Carranza berhasil memperlebar jarak menjadi 2-0 pada menit ke-41 setelah memanfaatkan celah di lini pertahanan tuan rumah.
Namun, sebelum babak pertama berakhir, Pachuca menunjukkan mentalitas pantang menyerah. Eduardo Bauermann memberikan napas baru bagi tim tuan rumah melalui sundulan mautnya di masa injury time babak pertama, yang membuat skor menjadi 2-1 dan menjaga harapan tim tetap hidup.
Memasuki babak kedua, tensi pertandingan semakin memuncak. Necaxa kembali menunjukkan tajinya melalui eksekusi penalti yang dingin oleh Juan Valencia pada menit ke-79 setelah terjadi pelanggaran di kotak terlarang. Skor 3-1 untuk Necaxa membuat kemenangan tim tamu tampak sudah di depan mata, bahkan setelah kiper Pachuca melakukan penyelamatan gemilang untuk menepis tembakan Daniel Leyva.
Di sinilah drama sesungguhnya dimulai. Salomón Rondón, striker veteran asal Venezuela yang dijuluki ‘El Rey’, muncul sebagai pahlawan bagi Pachuca. Pada menit ke-84, Rondón mencetak gol melalui sundulan yang tidak biasa untuk memperkecil ketertinggalan menjadi 3-2. Stadion Hidalgo meledak dalam kegembiraan, dan momentum tersebut tidak dibiarkan berlalu begitu saja.
Hanya berselang tiga menit, tepatnya pada menit ke-87, Rondón kembali beraksi. Menerima umpan terobosan dari Rodolfo Pizarro, ia melepaskan tembakan keras dengan kaki kanannya yang menggetarkan jala gawang Necaxa. Brace dari Rondón berhasil menyamakan kedudukan menjadi 3-3 dan memastikan Pachuca setidaknya mengamankan satu poin berharga.
Berikut adalah ringkasan jalannya pertandingan:
| Menit | Kejadian | Skor |
|---|---|---|
| 15′ | Gol Matías Espíndola (Necaxa) | 0-1 |
| 41′ | Gol Julián Carranza (Necaxa) | 0-2 |
| 45+7′ | Gol Eduardo Bauermann (Pachuca) | 1-2 |
| 79′ | Gol Penalti Juan Valencia (Necaxa) | 1-3 |
| 84′ | Gol Salomón Rondón (Pachuca) | 2-3 |
| 87′ | Gol Salomón Rondón (Pachuca) | 3-3 |
Hasil imbang ini membawa dampak yang berbeda bagi kedua tim. Bagi Pachuca, satu poin ini cukup untuk mendongkrak posisi mereka ke peringkat ke-11 klasemen dengan koleksi 13 poin. Sementara itu, meskipun Necaxa berhasil memutus tren tiga kekalahan beruntun mereka, kegagalan menjaga keunggulan dua gol di menit-menit akhir tetap menjadi catatan evaluasi bagi Juan Reynoso. Necaxa kini tertahan di posisi ke-17 dengan 17 poin (atau 9 poin dalam beberapa catatan statistik lainnya) dan harus berjuang keras di sisa kompetisi Apertura.
Performa luar biasa Salomón Rondón juga mempertegas posisinya sebagai pemimpin klasemen top skor dengan koleksi 12 gol musim ini. Dengan kematangan bermain yang ditunjukkan, pemain berusia 37 tahun ini semakin mendekati gelar juara top skor keduanya di Liga MX. Pertandingan ini membuktikan bahwa dalam sepak bola, selama peluit panjang belum dibunyikan, segalanya masih mungkin terjadi.



Post Comment