Sekolapedia – 12 Oktober 2026 | Gelaran MotoGP Indonesia 2026 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika menyisakan drama yang cukup panjang bagi pembalap Monster Energy Yamaha MotoGP Team, alex rins. Tidak hanya harus berjuang melawan performa motor Yamaha yang tidak stabil, pembalap asal Spanyol ini juga harus menghadapi tekanan psikologis berupa ancaman kekerasan dari netizen setelah terlibat insiden dengan petugas lintasan.
Minggu (11/10/2026) menjadi hari yang berat bagi Alex Rins. Setelah mengikuti balapan utama, ia finis di posisi ke-15 dengan selisih waktu 31,662 detik dari pemimpin balapan. Rins secara terbuka melontarkan kritik tajam terhadap performa motor Yamaha yang ia nilai jauh lebih buruk saat balapan utama dibandingkan dengan sesi latihan pada hari Jumat dan Sabtu.
Beberapa kendala teknis yang dikeluhkan oleh Rins meliputi:
- Sistem engine brake yang tidak stabil.
- Kontrol traksi yang tidak konsisten selama balapan.
- Masalah panas berlebih (overheating) pada ban sejak putaran pertama.
Meskipun ia sempat ingin menggunakan ban tipe soft berdasarkan keyakinannya setelah sesi pemanasan, tim Yamaha menyarankan untuk tidak mengambil opsi tersebut. Rins menegaskan bahwa ia tidak menyesali keputusan tim, namun ia sangat menyayangkan kondisi motor yang ia kendarai.
Selain masalah teknis di lintasan, alex rins juga terlibat dalam kontroversi yang memicu kemarahan penggemar. Insiden tersebut bermula pada Jumat (9/10/2026) setelah sesi latihan, di mana Rins mengalami kecelakaan di area inner sirkuit. Terjadi perdebatan panas antara dirinya dengan sejumlah marshal terkait prosedur evakuasi.
Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA), Ananda Mikola, memberikan klarifikasi terkait prosedur tersebut. Menurutnya, sesuai aturan keselamatan, pembalap yang jatuh di area inner wajib dievakuasi menggunakan mobil, bukan sepeda motor. Hal ini dilakukan untuk menghindari gangguan dari penonton yang sering kali meminta tanda tangan saat pembalap sedang dibonceng motor evakuasi. Ketidakpahaman Rins terhadap prosedur ini memicu reaksi emosional yang membuatnya mengacungkan jari tengah kepada petugas, sebuah gestur yang kemudian viral di media sosial.
Menanggapi kegaduhan tersebut, alex rins telah menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui akun X pribadinya. Ia mengakui bahwa tindakannya tidak profesional dan tidak pantas dilakukan, terutama mengingat banyaknya penggemar muda yang menyaksikan ajang ini. Ia juga telah memberikan penjelasan kepada pihak steward untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Namun, permintaan maaf tersebut ternyata tidak menghentikan serangan dari netizen. Rins mengungkapkan bahwa ia menerima berbagai pesan pelecehan hingga ancaman pembunuhan melalui media sosial. Hal ini menjadi catatan kelam di tengah kesuksesan penyelenggaraan MotoGP Mandalika yang berhasil mencatatkan rekor jumlah penonton hingga 157.875 orang.
Menutup akhir pekan yang penuh gejolak di Lombok, Alex Rins berharap agar fokusnya bisa kembali ke lintasan tanpa gangguan psikologis dari ancaman luar, sembari berharap Yamaha dapat segera memperbaiki masalah teknis motor agar ia bisa kembali bersaing di papan atas klasemen.



Post Comment