Skandal Markas Judi Online di Rumah Dinas TNI: Perwira Letkol Arman Jab Ditahan Pomdam Jaya

Sekolapedia – 10 Oktober 2026 | Dunia militer tanah air tengah diguncang kabar mengejutkan setelah seorang perwira TNI diduga terlibat dalam penyalahgunaan fasilitas negara untuk aktivitas ilegal. Letnan Kolonel (Letkol) Inf Arman Jab, yang menjabat sebagai Kasi Intel Gartap I/Jakarta, kini resmi ditahan oleh Polisi Militer Kodam Jaya (Pomdam Jaya) menyusul temuan markas judi online (judol) di rumah dinas militer yang ia tempati.

Rumah dinas tersebut berlokasi di Kompleks Perumahan Angkatan Darat (KPAD), Jalan Sederhana 7, Kelurahan Cijantung, Kecamatan Pasar Rebo, Jakarta Timur. Berdasarkan hasil investigasi awal, rumah yang merupakan milik Arman tersebut diduga kuat telah dijadikan tempat bagi para operator judi online untuk menjalankan aktivitas ilegal mereka. Penahanan ini dilakukan guna mendalami sejauh mana keterlibatan sang perwira dalam operasional perjudian tersebut.

Kronologi Pengungkapan dan Penahanan

Kasus ini mencuat setelah adanya kecurigaan dari warga di sekitar kompleks perumahan KPAD Cijantung. Kepedulian masyarakat sekitar terhadap aktivitas mencurigakan di salah satu rumah dinas tersebut menjadi kunci terungkapnya praktik ilegal ini. Dalam penggerebekan sebelumnya, pihak berwenang telah mengamankan sejumlah warga sipil yang diduga terlibat langsung dalam operasional tersebut.

Berikut adalah rincian informasi terkait pengungkapan kasus ini:

  • Lokasi Kejadian: Kompleks Perumahan Angkatan Darat (KPAD) Cijantung, Jakarta Timur.
  • Tersangka Utama: Letkol Inf Arman Jab (Pemilik rumah dinas).
  • Warga Sipil Diamankan: 11 orang (6 laki-laki dan 5 perempuan).
  • Status Terkini: Letkol Arman sedang menjalani pemeriksaan intensif di Pomdam Jaya.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI Muhammad Nas, mengonfirmasi bahwa penahanan ini merupakan bagian dari proses hukum untuk mencari tahu keterlibatan Arman secara mendalam. Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan pemeriksaan untuk memastikan apakah sang perwira secara aktif terlibat atau hanya sekadar menyewakan tempat tersebut tanpa mengetahui aktivitas di dalamnya.

Tanggapan Tegas Kepala Staf Angkatan Darat

Menanggapi skandal yang mencoreng nama baik institusi ini, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak memberikan pernyataan keras. Beliau menegaskan bahwa TNI Angkatan Darat tidak akan memberikan perlindungan sedikit pun kepada prajurit yang terbukti melakukan tindakan melanggar hukum, terlebih yang berkaitan dengan perjudian online.

“Orang yang menyewakan tempat tersebut ya kemungkinan dia tahu. Kita sudah tahan, sudah di Pom sekarang. Sudah kita terus selidiki, perlu waktu lah untuk meyakinkan,” ujar Maruli saat ditemui di Mabesad, Jumat (9/10/2026). Ia juga menambahkan bahwa kejadian ini sangat memalukan bagi seluruh keluarga besar TNI AD.

Jenderal Maruli memberikan apresiasi kepada masyarakat yang telah berani melaporkan kecurigaan mereka. Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan merupakan hal positif yang membantu TNI dalam membersihkan oknum-oknum nakal dari dalam barisan. Penegakan hukum terhadap perwira yang terlibat diharapkan dapat memberikan efek jera dan menjaga integritas institusi militer di mata publik.

Saat ini, proses penyelidikan masih terus berjalan di Pomdam Jaya untuk mengungkap jaringan judi online yang lebih luas dan memastikan apakah ada oknum lain yang turut membantu operasional markas tersebut. Kasus ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketat terhadap penggunaan fasilitas dinas milik negara agar tidak disalahgunakan untuk kepentingan pribadi maupun kegiatan kriminal.

Post Comment