Sekolapedia – 09 Oktober 2026 | Dunia korporasi tanah air kembali dikejutkan dengan pergerakan strategis yang dilakukan oleh tokoh perempuan inspiratif, rahayu saraswati. Dalam sebuah langkah yang menandai babak baru dalam perjalanan profesionalnya, ia secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari posisi Komisaris Utama PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN). Keputusan ini telah disampaikan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal Oktober 2026, yang memicu reaksi beragam di pasar modal.
Meskipun melepaskan jabatan strategis di sektor properti, langkah ini tidak serta-merta memutus keterkaitannya dengan PT Perintis Triniti Properti Tbk. Rahayu Saraswati D. Djojohadikusumo tetap mempertahankan posisinya sebagai pemegang saham, dengan kepemilikan sebesar 3,92 persen atau setara dengan 178,6 juta lembar saham. Manajemen perusahaan menegaskan bahwa transisi ini akan berjalan lancar dan tidak akan mengganggu stabilitas operasional perusahaan.
Direktur Utama PT Perintis Triniti Properti Tbk, Ishak Chandra, memberikan apresiasi tinggi atas kontribusi yang telah diberikan selama ini. Ia menekankan bahwa visi yang dibawa oleh Rahayu akan tetap menjadi kompas bagi manajemen di masa depan, terutama dalam hal:
- Pembangunan gedung dan pengembangan properti yang ramah lingkungan (eco-friendly).
- Penguatan perspektif perempuan dalam pengambilan keputusan di sektor properti.
- Peningkatan kualitas dan keunggulan (excellence) dalam setiap aspek desain properti.
Menariknya, pengunduran diri dari TRIN tampaknya merupakan bagian dari reposisi karier yang lebih luas. Di tengah dinamika tersebut, muncul kabar mengenai rencana ekspansi besar-besaran di sektor kecantikan. Rahayu Saraswati telah dinominasikan sebagai calon Komisaris PT Victoria Care Indonesia Tbk (VICI). Pengangkatan ini rencananya akan diajukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 29 Oktober 2026.
Di VICI, ia tidak hanya akan menduduki kursi komisaris, tetapi juga akan masuk sebagai pemegang saham dengan kepemilikan sebesar 2,4 persen. Fokus utama dari peran barunya ini adalah memperkuat fundamental bisnis dan mendorong ekspansi produk kecantikan serta perawatan tubuh ke kancah internasional. Beberapa target pasar yang ingin dibidik meliputi Jepang, Korea Selatan, dan Malaysia.
Berikut adalah ringkasan perubahan posisi strategis yang dilakukan:
| Perusahaan | Jabatan Sebelumnya/Baru | Status Kepemilikan Saham | Fokus Utama |
|---|---|---|---|
| PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) | Mundur dari Komisaris Utama | Tetap memegang 3,92% | Keberlanjutan visi properti hijau |
| PT Victoria Care Indonesia Tbk (VICI) | Nominasi Komisaris | Akan memiliki 2,4% | Ekspansi pasar internasional & UMKM |
Selain ambisi korporasi, Rahayu Saraswati juga dikenal aktif dalam kegiatan sosial dan kepemimpinan perempuan melalui program Saraswati Fellowship. Sebagai Anggota DPR RI dari fraksi Partai Gerindra, ia terus menunjukkan kemampuan dalam menyeimbangkan peran politik, sosial, dan profesional. Langkahnya di VICI juga diharapkan dapat membuka jalur distribusi bagi produk-produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), sejalan dengan semangat pemberdayaan ekonomi lokal.
Pergerakan ini menunjukkan bahwa pengunduran dirinya dari sektor properti bukanlah sebuah kemunduran, melainkan sebuah strategi untuk memperluas pengaruh di industri yang berbeda. Dengan jaringan internasional yang dimilikinya, ia berambisi membawa merek kecantikan lokal ke panggung global dengan pendekatan soft power dan keunggulan produk yang tinggi.
Secara keseluruhan, transisi jabatan yang dilakukan oleh Rahayu Saraswati mencerminkan dinamika profesionalisme yang tinggi. Meskipun pasar sempat bereaksi dengan penurunan harga saham TRIN, fokus jangka panjang pada penguatan fundamental bisnis di sektor baru seperti VICI diharapkan dapat memberikan nilai tambah yang lebih signifikan bagi para pemangku kepentingan dan memperkuat profilnya sebagai pemimpin bisnis yang visioner.
Post Comment