Sekolapedia – 30 September 2026 | SEVILLE — Tim Nasional Spanyol kembali menunjukkan taringnya sebagai kekuatan utama sepak bola dunia. Dalam laga lanjutan UEFA Nations League yang mempertemukan spain vs croatia di Estadio Ramon Sanchez-Pizjuan, skuad asuhan Luis de la Fuente sukses mencukur sang tamu dengan skor telak 4-1. Pertandingan sarat gengsi ini sekaligus menjadi ajang perayaan kepulangan trofi Piala Dunia ke hadapan publik Spanyol, di mana gelandang jangkar Rodri sempat memamerkan piala tersebut sebelum sepak mula dimulai.
Pertandingan spain vs croatia langsung berjalan dengan tempo tinggi sejak wasit meniup peluit kick-off. Baru berjalan dua menit, publik tuan rumah sudah bergemuruh ketika wonderkid Barcelona, Lamine Yamal, memecah kebuntuan. Memanfaatkan umpan matang dari Alex Baena yang sempat didemonstrasikan dengan gerakan mengecoh oleh Fermin Lopez, Yamal melepaskan tendangan kaki kiri akurat mendatar yang bersarang di sudut bawah gawang Dominik Livakovic.
Meski tertinggal cepat, Kroasia tidak tinggal diam. Tim asuhan Slaven Bilic berusaha keras keluar dari tekanan. Hasilnya, pada menit ke-28, penyerang jangkung Dion Beljo sukses menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Memanfaatkan umpan silang akurat dari veteran Ivan Perisic, Beljo menanduk bola dengan sempurna melewati penjaga gawang Spanyol dan mencatatkan gol internasional pertamanya.
Namun, kebangkitan Kroasia tidak bertahan lama. Hanya butuh waktu tiga menit bagi La Roja untuk merestorasi keunggulan mereka. Lamine Yamal kembali menjadi kreator ancaman melalui eksekusi sepak pojok terukur yang langsung disambut tandukan keras Marc Pubill dari jarak dekat. Gol tersebut sekaligus menjadi gol internasional perdana bagi bek muda berbakat tersebut, menutup paruh pertama dengan skor 2-1 untuk keunggulan tuan rumah.
Memasuki babak kedua, dinamika duel spain vs croatia semakin sengit dengan Kroasia meningkatkan intensitas serangan melalui Marco Pasalic dan Dion Beljo. Kendati demikian, lini pertahanan Spanyol tampil solid dan mampu meredam setiap gelombang serangan lawan.
Memasuki menit ke-63, Lamine Yamal kembali mencatatkan namanya di papan skor untuk menegaskan dominasi dalam duel spain vs croatia malam itu. Berawal dari kerjasama one-two yang apik bersama rekan seklubnya di Barcelona, Pedri, Yamal melepaskan tembakan keras dari sudut sempit yang gagal diantisipasi Livakovic. Penampilan luar biasa penyerang muda ini semakin memperkuat argumennya dalam bursa perebutan Ballon d’Or.
Menjelang penghujung laga, tepatnya pada menit ke-89, pemain pengganti Nico Williams melengkapi pesta kemenangan Spanyol menjadi 4-1. Pemain Athletic Bilbao tersebut melakukan aksi individu ciamik di dalam kotak penalti sebelum melepaskan sepakan terarah yang merobek jala gawang Kroasia untuk kesekian kalinya.
Kemenangan meyakinkan ini membuat Spanyol kokoh di puncak klasemen Grup A3 dengan raihan enam poin sempurna dari dua pertandingan awal, memperpanjang rekor impresif tak terkalahkan mereka menjadi 40 pertandingan beruntun. Di sisi lain, hasil minor ini memaksa Kroasia harus bekerja jauh lebih keras pada partai-partai selanjutnya demi menjaga asa lolos dari fase grup.
Sebagai penutup, dominasi mutlak yang diperlihatkan La Roja dalam bentrokan spain vs croatia membuktikan bahwa transisi generasi tim Matador berjalan sangat sukses. Kehadiran talenta-talenta muda brilian seperti Lamine Yamal memberikan jaminan bahwa Spanyol akan terus menjadi tim yang paling ditakuti di kancah sepak bola internasional untuk beberapa tahun ke depan.


Post Comment