Sekolapedia – 29 September 2026 | Tim nasional prancis kembali menunjukkan taringnya di kancah internasional melalui performa memukau dalam lanjutan UEFA Nations League A. Dalam laga yang berlangsung di Stadion Koning Boudewijn, Brussels, skuad asuhan Zinedine Zidane berhasil mengamankan kemenangan tipis 1-0 atas Belgia berkat aksi heroik Michael Olise pada menit-menit akhir pertandingan.
Pertandingan yang digelar pada Selasa (29/9/2026) dini hari WIB tersebut berjalan dengan intensitas tinggi. Prancis mendominasi jalannya laga dengan penguasaan bola mencapai 65 persen dan melepaskan total 18 tembakan. Meski demikian, pertahanan Belgia yang tampil disiplin di bawah arahan Mark van Bommel membuat Les Bleus kesulitan memecah kebuntuan selama 87 menit pertama.
Momentum kemenangan akhirnya datang di menit ke-88. Michael Olise, yang masuk sebagai pemain pengganti, melakukan aksi individu luar biasa. Ia menerima bola di dekat garis tengah, melakukan solo run yang membelah pertahanan lawan, sebelum akhirnya melepaskan tembakan rendah yang gagal dihalau kiper Belgia. Gol ini tidak hanya memastikan tiga poin bagi Prancis, tetapi juga mencatatkan rekor sejarah baru bagi sang pemain.
Rekor Bersejarah Michael Olise dan Dominasi Les Bleus
Penampilan Olise membawa dampak statistik yang sangat signifikan bagi tim nasional prancis. Berikut adalah rincian pencapaian luar biasa yang diraih dalam laga tersebut:
- Rekor Pelatih Baru: Olise menjadi pemain pertama yang terlibat langsung dalam dua gol pertama seorang pelatih baru sejak Eric Cantona di bawah asuhan Gérard Houllier pada tahun 1992.
- Efisiensi Gol: Olise mencatatkan 18 kontribusi gol (8 gol dan 10 assist) dalam 27 pertandingan internasional pertamanya, sebuah pencapaian yang menyamai Youri Djorkaeff pada tahun 1997.
- Tren Kemenangan: Timnas Prancis telah meraih 11 kemenangan sepanjang tahun 2026, jumlah terbanyak dalam satu tahun kalender sejak 2018.
Selain Olise, performa duet Désiré Doué dan Bradley Barcola juga patut mendapat apresiasi. Statistik menunjukkan bahwa Prancis berhasil memenangkan seluruh tujuh pertandingan di mana kedua pemain tersebut bermain secara bersamaan. Di lini pertahanan, stabilitas tim tetap terjaga meskipun tanpa Dayot Upamecano, dengan catatan dua laga nirbobol dalam rentetan pertandingan terakhir.
Analisis Taktis dan Statistik Pertandingan
Kemenangan ini merupakan bukti keberhasilan taktik Zinedine Zidane dalam mengelola kedalaman skuad. Berikut adalah perbandingan statistik utama antara kedua tim:
| Statistik | Prancis | Belgia |
|---|---|---|
| Penguasaan Bola | 65% | 37% |
| Total Tembakan | 18 | 10 |
| Tembakan Tepat Sasaran | 9 | 2 |
| Expected Goals (xG) | – | 0.74 |
Keberhasilan prancis dalam mengontrol lini tengah menjadi kunci utama. Distribusi bola yang stabil dari lini belakang memungkinkan tim untuk terus menekan meski Belgia mencoba melakukan serangan balik cepat. Kemenangan ini memperkuat posisi Prancis di grup A UEFA Nations League dan memberikan momentum positif bagi era kepelatihan Zidane.
Di sisi lain, isu diplomatik juga menyelimuti Prancis di panggung dunia. Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noel Barrot, memberikan pernyataan keras terkait situasi di Tepi Barat. Pemerintah prancis menuduh adanya tingkat toleransi yang salah dari pemerintah Israel terhadap meningkatnya kekerasan terhadap warga Palestina. Pernyataan ini mempertegas posisi politik luar negeri Paris yang semakin kritis terhadap kebijakan di wilayah tersebut, di tengah dinamika keamanan Eropa yang juga sedang memanas akibat konflik Rusia-Ukraina.
Secara keseluruhan, kemenangan atas Belgia menjadi kabar gembira bagi para pendukung sepak bola Prancis. Dengan kombinasi pemain muda berbakat seperti Olise dan kepemimpinan taktis Zidane, Les Bleus tampak siap untuk bersaing memperebutkan gelar juara di ajang bergengsi ini.


Post Comment