Perjalanan Timnas Turki dan Prancis hingga Bertemu di Lapangan

Perjalanan Timnas Turki dan Prancis hingga bertemu di lapangan menjadi salah satu cerita menarik dalam UEFA Nations League 2026/2027. Kedua negara memiliki sejarah panjang di sepak bola Eropa, tetapi datang dengan perjalanan dan perkembangan yang berbeda sebelum akhirnya berhadapan di Kocaeli pada 25 September 2026.

Pertandingan tersebut menjadi bagian dari Grup A1 UEFA Nations League. Prancis akhirnya meraih kemenangan 1-0 melalui gol Kylian Mbappé. Laga ini juga menjadi pertandingan pertama Zinedine Zidane sebagai pelatih Les Bleus dan berakhir dengan kemenangan bagi timnya.

Sementara itu, Turki datang dengan Vincenzo Montella yang sudah membangun fondasi tim sejak 2023. Perjalanan kedua negara menuju pertandingan tersebut memperlihatkan perkembangan generasi pemain, pengalaman di turnamen besar, serta perubahan di kursi pelatih.

Perjalanan Timnas Turki dalam Beberapa Tahun Terakhir

Timnas Turki memasuki periode baru ketika Vincenzo Montella ditunjuk sebagai pelatih pada September 2023. Montella menggantikan Stefan Kuntz dan langsung membawa perubahan dalam perjalanan Turki menuju Euro 2024.

Di babak kualifikasi Euro 2024, Turki berhasil mengamankan tiket ke turnamen utama setelah mengumpulkan 17 poin dari delapan pertandingan. Mereka mencatat lima kemenangan, dua hasil imbang, dan satu kekalahan.

Keberhasilan tersebut menjadi awal penting bagi perjalanan skuad Turki bersama Montella. Tim kemudian tampil di Euro 2024 dengan sejumlah pemain muda dan berpengalaman.

Hakan Çalhanoğlu menjadi salah satu pemimpin utama skuad. Di sisi lain, Arda Güler muncul sebagai salah satu pemain muda yang menarik perhatian berkat kemampuan teknik, kreativitas, dan keberaniannya bermain di level internasional.

Turki Tampil di Euro 2024

Perjalanan Turki di Euro 2024 cukup panjang. Mereka berada di Grup F bersama Portugal, Georgia, dan Republik Ceko.

Turki mengawali turnamen dengan kemenangan 3-1 atas Georgia. Setelah itu mereka mengalami kekalahan 0-3 dari Portugal, tetapi berhasil bangkit dengan mengalahkan Republik Ceko 2-1. Hasil tersebut membuat Turki lolos ke babak 16 besar.

Di babak 16 besar, Turki bertemu Austria. Pertandingan tersebut menjadi salah satu laga penting dalam perjalanan mereka karena dua gol Merih Demiral membawa Turki menang 2-1.

Kemenangan tersebut mengantarkan Turki ke perempat final Euro untuk ketiga kalinya dalam sejarah. Pada fase tersebut, mereka menghadapi Belanda dan akhirnya kalah 1-2.

Meski gagal mencapai semifinal, perjalanan tersebut memperlihatkan perkembangan Turki sebagai salah satu tim yang mampu bersaing di turnamen besar Eropa.

Generasi Baru Turki Mulai Mendapat Perhatian

Salah satu hal penting dari perjalanan Timnas Turki adalah munculnya generasi pemain muda.

Arda Güler menjadi nama yang paling banyak mendapat perhatian. Pemain yang berkembang melalui akademi Fenerbahçe tersebut kemudian bergabung dengan Real Madrid dan tampil di Euro 2024 pada usia muda.

Selain Güler, Turki memiliki sejumlah pemain seperti Kenan Yıldız, Ferdi Kadıoğlu, Kerem Aktürkoğlu, dan pemain berpengalaman seperti Hakan Çalhanoğlu serta Merih Demiral.

Kombinasi pemain muda dan senior tersebut menjadi bagian dari identitas Turki di bawah Montella.

Turki Menuju Piala Dunia 2026

Perjalanan Turki kemudian berlanjut ke kualifikasi Piala Dunia 2026. Setelah absen cukup lama, Turki akhirnya kembali lolos ke putaran final Piala Dunia.

UEFA mencatat bahwa Turki mengakhiri penantian selama 24 tahun untuk kembali tampil di putaran final Piala Dunia 2026. Montella membawa skuad yang dipimpin Hakan Çalhanoğlu ke turnamen tersebut.

Turki tergabung di Grup D bersama Australia, Paraguay, dan Amerika Serikat. Namun, perjalanan mereka di Piala Dunia 2026 berakhir setelah menempati posisi keempat grup.

Pengalaman tersebut tetap menjadi bagian penting dari perkembangan skuad sebelum mereka kembali tampil di UEFA Nations League.

Prancis Memiliki Sejarah Panjang di Level Internasional

Jika Turki sedang membangun generasi baru, Prancis datang dengan tradisi sepak bola yang sangat kuat.

Les Bleus merupakan salah satu negara dengan sejarah panjang di Piala Dunia dan Euro. Generasi sebelumnya menghasilkan pemain seperti Zinedine Zidane, Thierry Henry, Patrick Vieira, dan banyak nama besar lainnya.

Prancis juga memasuki era baru setelah Didier Deschamps meninggalkan posisi pelatih. Zinedine Zidane kemudian memulai periode kepelatihannya bersama tim nasional.

Pertandingan melawan Turki pada September 2026 menjadi laga pertama Zidane sebagai pelatih Prancis. UEFA mencatat Zidane langsung meraih kemenangan pada pertandingan debutnya tersebut.

Generasi Kylian Mbappé Menjadi Andalan Prancis

Prancis kini berada dalam periode yang berbeda dibandingkan era Zidane sebagai pemain.

Kylian Mbappé menjadi salah satu pemain utama Les Bleus. Bersamanya, Prancis memiliki sejumlah pemain berkualitas seperti Michael Olise, Ousmane Dembélé, Eduardo Camavinga, Jules Koundé, dan Mike Maignan.

Kombinasi tersebut membuat Prancis tetap memiliki banyak pilihan di setiap lini.

Dalam pertandingan melawan Turki, Mbappé kembali menjadi penentu. Ia mencetak gol tunggal pada menit ke-54 dan memberikan kemenangan kepada Prancis.

Zidane Memulai Era Baru Prancis

Pertandingan Turki vs Prancis juga memiliki nilai sejarah tersendiri karena Zidane kembali berada di tengah perjalanan sepak bola Prancis.

Dahulu Zidane menjadi pemain utama Les Bleus dan membawa Prancis meraih sejumlah prestasi besar. Kini, ia menjalankan peran berbeda sebagai pelatih.

Debutnya menghadapi Turki menjadi awal dari perjalanan baru. Kemenangan 1-0 memberikan hasil positif dalam pertandingan pertama, sekaligus menambah tekanan dan ekspektasi terhadap era kepelatihannya.

Namun, satu pertandingan tentu belum menggambarkan keseluruhan perjalanan sebuah tim. Zidane masih harus menjalani pertandingan berikutnya dalam fase liga Nations League.

Perjalanan Kedua Tim Menuju Nations League 2026

UEFA Nations League 2026/2027 menjadi babak baru bagi Turki dan Prancis. Kedua negara berada di Grup A1 bersama Italia dan Belgia.

Pertandingan pertama mereka berlangsung pada 25 September 2026. Pada hari yang sama, Italia menghadapi Belgia dalam pertandingan grup lainnya.

Turki dan Prancis kemudian melanjutkan perjalanan dengan pertandingan-pertandingan berikutnya. Berdasarkan jadwal UEFA, Turki dijadwalkan menghadapi Italia, Belgia, dan kemudian Prancis kembali pada November. Sementara Prancis juga menghadapi Belgia dan Italia sebelum menjamu Turki pada 15 November 2026.

Artinya, pertemuan pertama di Kocaeli bukanlah akhir dari persaingan kedua negara dalam Nations League.

Pertemuan 2026 Menjadi Babak Baru

Pertandingan Turki vs Prancis pada 25 September 2026 memiliki beberapa cerita sekaligus.

Bagi Turki, pertandingan ini menjadi bagian dari perjalanan setelah tampil di Euro 2024 dan Piala Dunia 2026. Tim asuhan Montella berusaha mempertahankan perkembangan generasi muda sambil tetap mengandalkan pemain berpengalaman seperti Çalhanoğlu.

Bagi Prancis, pertandingan tersebut menjadi awal era Zidane. Mereka juga membawa generasi pemain yang berbeda dari masa ketika Zidane masih menjadi pemain.

Gol Mbappé akhirnya menjadi pembeda. UEFA mencatat bahwa Mbappé mencetak satu-satunya gol pertandingan sebelum meninggalkan lapangan karena mengalami masalah cedera.

Sejarah Pertemuan Menambah Cerita

Pertandingan Turki vs Prancis juga tidak bisa dilepaskan dari sejarah pertemuan kedua negara.

Salah satu hasil paling terkenal terjadi pada 2019 ketika Turki mengalahkan Prancis 2-0 dalam kualifikasi Euro 2020. Beberapa bulan kemudian, kedua tim bermain imbang 1-1.

Hasil tersebut menunjukkan bahwa Turki pernah memberikan perlawanan kuat kepada Prancis meskipun Les Bleus memiliki tradisi dan pengalaman internasional yang besar.

Pertemuan 2026 kemudian menambahkan cerita baru ketika Prancis kembali meraih kemenangan, kali ini dengan skor tipis 1-0.

Adu Generasi di Lapangan

Salah satu daya tarik terbesar dari duel Turki vs Prancis adalah pertemuan antargenerasi.

Turki memiliki pemain muda seperti Arda Güler yang menjadi simbol perkembangan generasi baru. Di sisi lain, Prancis mengandalkan pemain seperti Mbappé yang sudah menjadi salah satu figur penting sepak bola internasional.

Di luar pemain, perubahan pelatih juga memberikan warna berbeda. Montella sudah menjalani perjalanan bersama Turki sejak 2023, sementara Zidane baru memulai era bersama Prancis pada 2026.

Perbedaan perjalanan tersebut membuat setiap pertemuan kedua tim memiliki konteks yang berbeda.

Kesimpulan

Perjalanan Timnas Turki dan Prancis hingga bertemu di lapangan pada UEFA Nations League 2026/2027 merupakan rangkaian panjang yang melibatkan regenerasi pemain, pengalaman turnamen besar, serta pergantian pelatih.

Turki datang setelah melewati perjalanan penting bersama Vincenzo Montella, termasuk mencapai perempat final Euro 2024 dan kembali tampil di Piala Dunia 2026. Prancis memasuki babak baru bersama Zinedine Zidane dengan generasi pemain yang dipimpin Kylian Mbappé.

Pertemuan pada 25 September 2026 akhirnya dimenangkan Prancis 1-0 melalui gol Mbappé. Hasil tersebut menjadi babak terbaru dalam sejarah pertemuan kedua negara sekaligus membuka perjalanan baru mereka di Nations League.

Dengan jadwal pertemuan berikutnya pada November 2026, cerita Turki vs Prancis masih akan berlanjut. Kedua tim memiliki kesempatan untuk kembali menambah catatan baru dalam sejarah persaingan sepak bola mereka.

penulis rv

Post Comment