Sekolapedia – 26 September 2026 | Stadion Internasional Kairo menjadi saksi bisu ketegangan luar biasa saat laga pembuka Kualifikasi Piala Afrika (AFCON) 2027 mempertemukan dua kekuatan kontinental, mesir vs angola. Meski tampil sebagai unggulan dan mendominasi jalannya pertandingan, Timnas Mesir harus puas berbagi angka setelah ditahan imbang tanpa gol oleh Timnas Angola pada Sabtu dini hari WIB, 26 September 2026.
Hasil imbang ini menjadi catatan kurang memuaskan bagi skuad The Pharaohs. Pasca performa impresif di Piala Dunia 2026 dengan mencapai babak 16 besar, Mesir diharapkan mampu mengamankan kemenangan di kandang sendiri. Namun, disiplin pertahanan Angola yang sangat rapat membuat upaya Mohamed Salah dan kawan-kawan menemui jalan buntu. Saat ini, Mesir dan Angola sama-sama mengoleksi 1 poin di klasemen Grup B, di mana posisi puncak saat ini ditempati oleh Malawi yang berhasil mengalahkan Sudan Selatan.
Jalannya Pertandingan: Dominasi yang Sia-sia
Pertandingan dimulai dengan tempo tinggi. Angola sempat memberikan kejutan pada menit ketujuh melalui striker andalan mereka, Mabululu, yang melepaskan tembakan jarak jauh. Sayangnya, bola melambung tipis di atas mistar gawang Mesir. Setelah ancaman awal tersebut, Mesir mulai mengambil kendali permainan. Pada menit ke-21, Mohamed Salah nyaris membawa Mesir unggul lewat tembakan keras dari sisi kanan, namun Hugo Marques, kiper Angola, tampil gemilang dengan menepis bola.
Ketegangan memuncak saat wasit membuat keputusan kontroversial yang merugikan tuan rumah. Mustafa ‘Zico’ sempat merayakan gol setelah memanfaatkan serangan berbahaya, namun wasit menganulir gol tersebut setelah melakukan peninjauan posisi pemain. Keputusan yang menyatakan adanya offside saat proses gol terjadi tersebut memicu protes keras dari pemain dan staf pelatih Mesir.
Dalam upaya memecah kebuntuan, pelatih Hossam Hassan melakukan langkah berani pada menit ke-60 dengan menarik keluar kapten Mohamed Salah dan memasukkan Ahmed Sayed Zizo. Tak berhenti di situ, darah muda juga disuntikkan melalui masuknya Hamza Abdelkarim menggantikan Haitham Hassan guna memberikan daya dobrak baru di lini depan.
Kontroversi di Pinggir Lapangan
Selain keputusan wasit yang memicu amarah, laga mesir vs angola ini juga diwarnai aksi provokatif di bangku cadangan. Aliou Cissé, Direktur Teknik Timnas Angola, menjadi pusat perhatian setelah melakukan isyarat tangan yang dianggap meniru gerakan Hossam Hassan saat menghadapi Argentina di Piala Dunia 2026. Isyarat yang dikaitkan dengan isu rasisme tersebut memancing kemarahan suporter dan menciptakan atmosfer panas di sekitar stadion.
| Statistik Pertandingan | Mesir | Angola |
|---|---|---|
| Skor Akhir | 0 | 0 |
| Poin di Grup B | 1 | 1 |
| Status Dominasi | Tinggi | Defensif |
Meskipun statistik menunjukkan dominasi total dari sisi penguasaan bola, efektivitas lini serang Mesir dalam laga mesir vs angola ini patut dipertanyakan. Kegagalan memanfaatkan keunggulan kandang ini menjadi sinyal bagi tim asuhan Hossam Hassan untuk segera melakukan evaluasi sebelum menghadapi laga kualifikasi berikutnya.
Secara keseluruhan, laga pembuka kualifikasi ini menyajikan drama yang lengkap, mulai dari aksi teknis di lapangan hingga tensi tinggi yang melibatkan aktor di luar lapangan. Bagi Mesir, tantangan ke depan akan semakin berat jika mereka tidak mampu memperbaiki penyelesaian akhir, sementara Angola membuktikan bahwa mereka adalah lawan tangguh yang siap mengacaukan peta persaingan Grup B.


Post Comment