Contoh Soal TIU CASN Bangun Datar dan Bangun Ruang

Contoh Soal TIU CASN Bangun Datar dan Bangun Ruang

Contoh Soal TIU CASN Bangun Datar dan Bangun Ruang menjadi salah satu materi yang penting dipelajari peserta yang sedang mempersiapkan diri menghadapi Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). Materi ini menguji kemampuan numerik, terutama dalam memahami bentuk geometris, menggunakan rumus, menghitung luas dan volume, serta menyelesaikan persoalan berdasarkan informasi yang tersedia.

Soal bangun datar dan bangun ruang dalam TIU CASN tidak selalu berupa pertanyaan langsung seperti menghitung luas persegi. Variasinya dapat berupa soal cerita, perbandingan ukuran, perubahan panjang atau diameter, hingga kombinasi beberapa bangun sekaligus. Karena itu, peserta perlu memahami konsep dasar sekaligus membiasakan diri mengerjakan soal dengan batas waktu.

Artikel ini berisi contoh soal TIU CASN bangun datar dan bangun ruang, lengkap dengan kunci jawaban dan pembahasan. Latihan berikut dapat digunakan untuk mengasah kemampuan sebelum menghadapi tes.

Apa Itu Bangun Datar dan Bangun Ruang?

Bangun datar adalah bentuk geometris yang hanya mempunyai dua dimensi, yaitu panjang dan lebar. Bangun datar tidak mempunyai volume.

Contoh bangun datar yang umum dipelajari adalah:

  • Persegi
  • Persegi panjang
  • Segitiga
  • Jajar genjang
  • Trapesium
  • Belah ketupat
  • Layang-layang
  • Lingkaran

Sementara itu, bangun ruang memiliki tiga dimensi, yaitu panjang, lebar, dan tinggi. Karena mempunyai ruang atau isi, bangun ruang dapat dihitung volumenya.

Contohnya:

  • Kubus
  • Balok
  • Prisma
  • Limas
  • Tabung
  • Kerucut
  • Bola

Memahami perbedaan tersebut penting karena rumus yang digunakan untuk luas, keliling, dan volume tentu berbeda.

Rumus Bangun Datar yang Perlu Dikuasai

Sebelum mengerjakan latihan soal TIU, peserta sebaiknya mengingat rumus dasar beberapa bangun datar.

1. Persegi

Luas:

L = s × s

Keliling:

K = 4 × s

dengan s sebagai panjang sisi.

2. Persegi Panjang

Luas:

L = p × l

Keliling:

K = 2(p + l)

3. Segitiga

Luas:

L = 1/2 × alas × tinggi

4. Lingkaran

Luas:

L = π × r²

Keliling:

K = 2 × π × r

Keterangan:

  • Ï€ = 22/7 atau 3,14
  • r = jari-jari

5. Trapesium

Luas:

L = 1/2 × (a + b) × t

Keterangan:

  • a = sisi sejajar pertama
  • b = sisi sejajar kedua
  • t = tinggi

Rumus Bangun Ruang yang Sering Digunakan

1. Kubus

Volume:

V = s³

Luas permukaan:

LP = 6s²

2. Balok

Volume:

V = p × l × t

Luas permukaan:

LP = 2(pl + pt + lt)

3. Tabung

Volume:

V = π × r² × t

4. Kerucut

Volume:

V = 1/3 × π × r² × t

5. Bola

Volume:

V = 4/3 × π × r³

Memahami rumus tersebut akan membantu peserta menyelesaikan soal dengan lebih cepat.

Contoh Soal TIU CASN Bangun Datar

Soal 1

Sebuah persegi memiliki panjang sisi 14 cm. Luas persegi tersebut adalah …

A. 168 cm²
B. 182 cm²
C. 196 cm²
D. 204 cm²
E. 216 cm²

Jawaban: C. 196 cm²

Pembahasan:

Luas persegi:

L = s × s

= 14 × 14

= 196 cm².


Soal 2

Sebuah persegi panjang memiliki panjang 18 cm dan lebar 10 cm. Kelilingnya adalah …

A. 46 cm
B. 50 cm
C. 52 cm
D. 56 cm
E. 60 cm

Jawaban: C. 56 cm

Pembahasan:

K = 2(p + l)

= 2(18 + 10)

= 2 × 28

= 56 cm.


Soal 3

Sebuah segitiga memiliki alas 20 cm dan tinggi 15 cm. Luas segitiga tersebut adalah …

A. 100 cm²
B. 125 cm²
C. 150 cm²
D. 175 cm²
E. 200 cm²

Jawaban: C. 150 cm²

Pembahasan:

L = 1/2 × alas × tinggi

= 1/2 × 20 × 15

= 150 cm².


Soal 4

Sebuah lingkaran memiliki jari-jari 14 cm. Jika Ï€ = 22/7, luas lingkaran tersebut adalah …

A. 484 cm²
B. 572 cm²
C. 616 cm²
D. 628 cm²
E. 644 cm²

Jawaban: C. 616 cm²

Pembahasan:

L = πr²

= 22/7 × 14 × 14

= 22 × 2 × 14

= 616 cm².


Soal 5

Sebuah trapesium mempunyai sisi sejajar 12 cm dan 20 cm serta tinggi 8 cm. Luasnya adalah …

A. 112 cm²
B. 120 cm²
C. 128 cm²
D. 136 cm²
E. 144 cm²

Jawaban: C. 128 cm²

Pembahasan:

L = 1/2 × (12 + 20) × 8

= 1/2 × 32 × 8

= 128 cm².


Soal 6

Sebuah persegi memiliki keliling 64 cm. Luas persegi tersebut adalah …

A. 196 cm²
B. 225 cm²
C. 256 cm²
D. 289 cm²
E. 324 cm²

Jawaban: C. 256 cm²

Pembahasan:

Keliling persegi:

4s = 64

s = 16 cm.

Luas:

16 × 16 = 256 cm².


Soal 7

Sebuah persegi panjang mempunyai luas 240 cm². Jika panjangnya 20 cm, lebarnya adalah …

A. 10 cm
B. 12 cm
C. 14 cm
D. 16 cm
E. 18 cm

Jawaban: B. 12 cm

Pembahasan:

L = p × l

240 = 20 × l

l = 240 ÷ 20

= 12 cm.

Contoh Soal TIU CASN Bangun Ruang

Soal 8

Sebuah kubus memiliki panjang rusuk 8 cm. Volume kubus tersebut adalah …

A. 256 cm³
B. 384 cm³
C. 448 cm³
D. 512 cm³
E. 576 cm³

Jawaban: D. 512 cm³

Pembahasan:

V = s³

= 8³

= 8 × 8 × 8

= 512 cm³.


Soal 9

Sebuah balok memiliki panjang 15 cm, lebar 8 cm, dan tinggi 6 cm. Volume balok tersebut adalah …

A. 620 cm³
B. 680 cm³
C. 720 cm³
D. 760 cm³
E. 820 cm³

Jawaban: C. 720 cm³

Pembahasan:

V = p × l × t

= 15 × 8 × 6

= 720 cm³.


Soal 10

Sebuah kubus memiliki panjang rusuk 10 cm. Luas permukaannya adalah …

A. 400 cm²
B. 500 cm²
C. 600 cm²
D. 700 cm²
E. 800 cm²

Jawaban: C. 600 cm²

Pembahasan:

LP = 6s²

= 6 × 10²

= 6 × 100

= 600 cm².


Soal 11

Sebuah tabung memiliki jari-jari 7 cm dan tinggi 10 cm. Jika Ï€ = 22/7, volume tabung tersebut adalah …

A. 1.320 cm³
B. 1.400 cm³
C. 1.540 cm³
D. 1.680 cm³
E. 1.760 cm³

Jawaban: C. 1.540 cm³

Pembahasan:

V = πr²t

= 22/7 × 7² × 10

= 22 × 7 × 10

= 1.540 cm³.


Soal 12

Sebuah balok mempunyai volume 1.200 cm³. Jika panjangnya 15 cm dan lebarnya 10 cm, tinggi balok tersebut adalah …

A. 6 cm
B. 7 cm
C. 8 cm
D. 9 cm
E. 10 cm

Jawaban: C. 8 cm

Pembahasan:

V = p × l × t

1.200 = 15 × 10 × t

1.200 = 150t

t = 1.200 ÷ 150

= 8 cm.

Contoh Soal Bangun Datar dan Bangun Ruang Tingkat Menengah

Soal 13

Sebuah taman berbentuk persegi panjang memiliki panjang 30 meter dan lebar 20 meter. Di bagian tengah taman terdapat kolam berbentuk persegi dengan panjang sisi 10 meter. Luas taman yang tidak digunakan untuk kolam adalah …

A. 400 m²
B. 450 m²
C. 500 m²
D. 550 m²
E. 600 m²

Jawaban: C. 500 m²

Pembahasan:

Luas taman:

30 × 20 = 600 m².

Luas kolam:

10 × 10 = 100 m².

Luas yang tidak digunakan:

600 – 100 = 500 m².


Soal 14

Sebuah kubus mempunyai volume 1.000 cm³. Panjang rusuk kubus tersebut adalah …

A. 5 cm
B. 8 cm
C. 10 cm
D. 12 cm
E. 15 cm

Jawaban: C. 10 cm

Pembahasan:

V = s³.

1.000 = s³.

Karena 10 × 10 × 10 = 1.000, maka:

s = 10 cm.


Soal 15

Sebuah lingkaran memiliki diameter 28 cm. Jika Ï€ = 22/7, keliling lingkaran tersebut adalah …

A. 44 cm
B. 66 cm
C. 88 cm
D. 96 cm
E. 112 cm

Jawaban: C. 88 cm

Pembahasan:

Rumus keliling:

K = π × d

= 22/7 × 28

= 88 cm.

Perhatikan bahwa jika yang diketahui adalah diameter, peserta tidak perlu mencari jari-jari terlebih dahulu untuk menghitung keliling.

Soal Kombinasi Bangun Datar

Soal 16

Sebuah bangun terdiri atas persegi panjang berukuran 20 cm × 10 cm dan sebuah segitiga di atasnya yang memiliki alas 20 cm dan tinggi 6 cm. Luas seluruh bangun tersebut adalah …

A. 220 cm²
B. 240 cm²
C. 260 cm²
D. 280 cm²
E. 300 cm²

Jawaban: C. 260 cm²

Pembahasan:

Luas persegi panjang:

20 × 10 = 200 cm².

Luas segitiga:

1/2 × 20 × 6 = 60 cm².

Total:

200 + 60 = 260 cm².


Soal 17

Sebuah bangun berbentuk gabungan persegi panjang dan setengah lingkaran. Persegi panjang memiliki panjang 14 cm dan lebar 10 cm. Setengah lingkaran memiliki diameter 14 cm. Jika Ï€ = 22/7, luas seluruh bangun adalah …

A. 210 cm²
B. 217 cm²
C. 224 cm²
D. 231 cm²
E. 238 cm²

Jawaban: D. 217 cm²

Pembahasan:

Luas persegi panjang:

14 × 10 = 140 cm².

Jari-jari setengah lingkaran:

14 ÷ 2 = 7 cm.

Luas lingkaran penuh:

22/7 × 7 × 7 = 154 cm².

Setengah lingkaran:

154 ÷ 2 = 77 cm².

Total:

140 + 77 = 217 cm².

Jadi jawaban yang benar adalah B. 217 cm².

Trik Cepat Mengerjakan Soal Bangun Datar dan Bangun Ruang

Selain menghafalkan rumus, terdapat beberapa strategi yang dapat digunakan agar pengerjaan lebih cepat.

1. Identifikasi Bentuk Terlebih Dahulu

Sebelum menghitung, tentukan jenis bangunnya. Apakah persegi, persegi panjang, segitiga, lingkaran, kubus, balok, atau bentuk lainnya.

Kesalahan menentukan bentuk dapat menyebabkan rumus yang digunakan tidak tepat.

2. Catat Informasi yang Diketahui

Misalnya:

p = 20 cm

l = 10 cm

t = 5 cm

Kemudian tentukan apa yang ditanyakan. Cara sederhana ini dapat mengurangi kesalahan memasukkan angka.

3. Hafalkan Rumus yang Paling Sering Digunakan

Tidak semua rumus harus dihafalkan secara berlebihan. Fokus pada rumus dasar yang sering digunakan dalam latihan TIU, seperti luas persegi, persegi panjang, segitiga, lingkaran, volume kubus, balok, dan tabung.

4. Perhatikan Diameter dan Jari-Jari

Pada soal lingkaran, peserta sering tertukar antara diameter dan jari-jari.

Hubungannya:

d = 2r

dan

r = d/2

Jika diketahui diameter 14 cm, maka jari-jarinya 7 cm.

5. Perhatikan Satuan

Luas menggunakan satuan persegi, misalnya cm² atau m².

Volume menggunakan satuan kubik, misalnya cm³ atau m³.

Jangan sampai hasil volume ditulis dalam cm² karena luas dan volume memiliki dimensi berbeda.

Kesalahan yang Sering Terjadi dalam Soal Geometri TIU

Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah menggunakan rumus keliling ketika soal menanyakan luas. Kesalahan lainnya adalah lupa membagi dua ketika menghitung luas segitiga.

Dalam soal lingkaran, peserta juga sering salah menggunakan diameter sebagai jari-jari. Hal tersebut dapat membuat hasil perhitungan menjadi jauh berbeda.

Pada bangun ruang, kesalahan biasanya terjadi ketika peserta hanya mengalikan dua ukuran dan lupa memasukkan tinggi. Oleh karena itu, biasakan membaca pertanyaan sebelum menentukan rumus.

Cara Belajar Bangun Datar dan Bangun Ruang untuk TIU

Belajar geometri sebaiknya dilakukan secara bertahap. Mulailah dengan menghafalkan bentuk dan rumus dasar bangun datar. Setelah itu, lanjutkan ke bangun ruang.

Kemudian, kerjakan soal yang meminta luas atau volume secara langsung. Jika sudah terbiasa, lanjutkan dengan soal cerita dan soal gabungan.

Latihan dengan batas waktu juga penting. Tujuannya agar peserta tidak terlalu lama melakukan perhitungan pada satu soal.

Selain itu, buat daftar kesalahan. Jika sering salah pada lingkaran, fokuskan latihan pada jari-jari, diameter, luas, dan keliling. Jika sering salah pada kubus dan balok, ulangi konsep volume serta luas permukaannya.

FAQ Contoh Soal TIU CASN Bangun Datar dan Bangun Ruang

Apa saja bangun datar yang perlu dipelajari untuk TIU?

Beberapa bangun datar yang umum dipelajari antara lain persegi, persegi panjang, segitiga, lingkaran, trapesium, jajar genjang, belah ketupat, dan layang-layang.

Apa saja bangun ruang yang perlu dikuasai?

Peserta sebaiknya memahami kubus, balok, prisma, limas, tabung, kerucut, dan bola beserta rumus dasar luas atau volumenya.

Apa perbedaan luas dan volume?

Luas digunakan untuk mengukur ukuran permukaan dua dimensi atau permukaan suatu bangun, sedangkan volume menunjukkan kapasitas atau isi suatu bangun ruang.

Bagaimana cara cepat mengerjakan soal bangun datar?

Kenali bentuk bangun, tuliskan ukuran yang diketahui, tentukan apa yang ditanyakan, kemudian pilih rumus yang sesuai. Hafalan rumus dasar dapat mempercepat proses pengerjaan.

Bagaimana cara menghitung volume kubus?

Volume kubus dihitung menggunakan rumus s³, yaitu panjang rusuk dikalikan dengan dirinya sendiri sebanyak tiga kali.

Bagaimana cara menghitung volume balok?

Volume balok adalah panjang × lebar × tinggi.

Apakah soal bangun datar dan bangun ruang membutuhkan hafalan rumus?

Pemahaman rumus memang penting, tetapi peserta juga perlu memahami konsep dan mampu menerapkannya dalam soal cerita atau soal yang bentuknya dimodifikasi.

Kesimpulan

Contoh Soal TIU CASN Bangun Datar dan Bangun Ruang dapat digunakan sebagai bahan latihan untuk meningkatkan kemampuan numerik dan pemahaman geometri. Materi ini mencakup berbagai bentuk seperti persegi, persegi panjang, segitiga, lingkaran, trapesium, kubus, balok, tabung, hingga bangun gabungan.

Kunci untuk mengerjakan soal dengan cepat adalah mengenali bentuk bangun, mengingat rumus dasar, memperhatikan satuan, serta membaca informasi dalam soal secara teliti. Peserta juga perlu membedakan antara luas, keliling, dan volume agar tidak salah menggunakan rumus.

Latihan secara konsisten akan membantu peserta mengenali pola soal dengan lebih cepat. Jangan hanya menghafalkan rumus, tetapi pahami bagaimana rumus tersebut digunakan. Dengan begitu, ketika menemukan soal dengan bentuk cerita atau kombinasi bangun yang berbeda, peserta tetap dapat menentukan langkah penyelesaian dengan tepat.

Penulis: W.S

Post Comment