Mimpi Buruk di Roma: Era Kedua Mancini Berakhir Tragis Akibat Dominasi Belgia

Mimpi Buruk di Roma: Era Kedua Mancini Berakhir Tragis Akibat Dominasi Belgia

Sekolapedia – 26 September 2026 | Pertandingan pembuka UEFA Nations League musim 2026/27 menyuguhkan drama yang tidak terduga bagi para pendukung tuan rumah. Dalam duel panas italia vs belgia yang berlangsung di Stadio Olimpico, Roma, tim nasional Italia harus menelan pil pahit setelah dikalahkan oleh Belgia dengan skor meyakinkan 0-2. Kekalahan ini menjadi tamparan keras bagi Roberto Mancini yang baru saja memulai periode keduanya sebagai pelatih Gli Azzurri.

Sejak peluit pertama dibunyikan, intensitas pertandingan langsung meningkat. Italia sebenarnya sempat menunjukkan beberapa kilasan permainan yang menjanjikan, namun kendala absensi pemain kunci membuat skuat asuhan Mancini terlihat tidak solid. Tanpa Alessandro Bastoni yang terkena skorsing, serta absennya pemain seperti Federico Dimarco dan Nicolò Zaniolo karena cedera, lini pertahanan Italia terlihat rentan terhadap serangan balik cepat.

Belgia, yang kini dipimpin oleh pelatih baru Mark van Bommel, tampil sangat disiplin meskipun harus bermain tanpa Leandro Trossard, Jeremy Doku, dan Andre Onana. Strategi Van Bommel terbukti efektif dalam mengeksploitasi celah di lini belakang Italia. Pada menit ke-20, sebuah kesalahan fatal terjadi saat pemain debutan Alessandro Romano melakukan operan salah arah yang langsung dipotong oleh lawan. Kevin De Bruyne dengan visi bermainnya yang luar biasa mengirimkan umpan terobosan mematikan kepada Mika Godts. Pemain muda Paris Saint-Germain tersebut melakukan penetrasi ke dalam kotak penalti, melewati Gianluca Mancini, dan menyarangkan bola ke tiang dekat untuk membuka keunggulan Belgia.

Italia mencoba bangkit dan terus menekan di sisa babak pertama. Gianluigi Donnarumma dipaksa bekerja keras melakukan serangkaian penyelamatan krusial untuk menjaga agar skor tidak semakin menjauh. Salah satu momen paling dramatis adalah ketika Donnarumma melakukan penyelamatan ganda yang luar biasa terhadap tembakan Charles De Ketelaere dan Nicolas Raskin. Italia juga hampir menyamakan kedudukan melalui Francesco Pio Esposito, namun bola justru membentur tiang gawang karena posisi pemain yang terjebak offside.

Memasuki babak kedua, tensi laga dalam pertemuan italia vs belgia ini semakin memuncak. Italia tampil lebih agresif dan nyaris unggul melalui tendangan voli Moise Kean sesaat setelah babak kedua dimulai, namun Senne Lammens tampil gemilang dengan menepis bola tersebut. Ketika Italia sedang berada di puncak momentum untuk menyamakan kedudukan, Belgia justru memberikan pukulan telak melalui serangan balik kilat pada menit ke-69.

Dodi Lukebakio menjadi pahlawan kemenangan Belgia. Pemain Benfica tersebut melakukan aksi individu yang memukau, membawa bola dari area pertahanannya sendiri, melewati lini tengah, hingga melepaskan tembakan kaki kiri jarak jauh yang meluncur indah ke sudut bawah gawang. Gol spektakuler ini praktis membungkam publik Stadio Olimpico dan memastikan tiga poin bagi tim tamu.

Statistik pertandingan menunjukkan betapa sulitnya Italia untuk mengontrol permainan di tengah keterbatasan skuad:

Statistik Italia Belgia
Skor Akhir 0 2
Pencetak Gol – M. Godts (20′), D. Lukebakio (69′)
Pemain Kunci Gianluigi Donnarumma Kevin De Bruyne

Kekalahan dalam laga italia vs belgia ini menyisakan pertanyaan besar bagi masa depan proyek Roberto Mancini. Meskipun ia telah membawa Italia meraih kejayaan di EURO 2020, kegagalan di laga pembuka Nations League ini menunjukkan bahwa proses pembangunan kembali kekuatan sepak bola Italia masih jauh dari kata selesai. Di sisi lain, kemenangan ini menjadi awal yang manis bagi Mark van Bommel untuk membuktikan kapasitasnya di level internasional.

Kini, Italia harus segera mengevaluasi lini pertahanan dan kedalaman skuad mereka jika ingin bersaing kembali dengan kekuatan elit Eropa. Perjalanan di UEFA Nations League akan menjadi ujian berat bagi Azzurri untuk membuktikan apakah kekalahan ini hanyalah sebuah kegagalan sesaat atau merupakan sinyal kemunduran yang lebih dalam. Bagi Belgia, kemenangan ini menjadi modal kepercayaan diri yang tinggi untuk menghadapi laga-laga berikutnya dalam grup yang juga dihuni oleh Prancis dan Turkiye.

Post Comment