Sekolapedia – 22 September 2026 | Masa depan bangsa Indonesia sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia yang dibentuk hari ini. Menanggapi tantangan tersebut, PAN dukung Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda, Zulhas bicara keadilan akses pendidikan sebagai langkah nyata dalam memastikan tidak ada lagi sekat antara si kaya dan si miskin dalam mendapatkan ilmu pengetahuan. Dalam momentum perayaan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) di Jakarta Convention Center, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menegaskan pentingnya pemerataan akses pendidikan berkualitas agar tidak hanya menjadi barang mewah bagi masyarakat di kota-kota besar saja.
Zulkifli Hasan menyoroti bahwa pendidikan adalah hak dasar setiap warga negara untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Melalui komitmen PAN dukung Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda, Zulhas bicara keadilan akses pendidikan, partai ini ingin memastikan bahwa generasi muda, khususnya Gen Z, memiliki peluang yang sama untuk menjadi pemimpin dunia pada tahun 2045 mendatang. “Pendidikan berkualitas tidak boleh menjadi kemewahan. Tidak boleh hanya menjadi milik mereka yang lahir di kota-kota besar, atau keluarga yang mampu saja. Tidak boleh ada diskriminasi dalam pendidikan,” tegas Zulkifli dalam pidatonya.
Dukungan penuh diberikan terhadap dua program unggulan pemerintah. Berikut adalah rincian dari kedua program tersebut:
| Program | Instansi Pengelola | Target & Capaian |
|---|---|---|
| Sekolah Rakyat | Kementerian Sosial | Beroperasi di 166 titik rintisan (34 provinsi); target 32.000 siswa baru pada 2026 dan 500 sekolah pada 2029. |
| Sekolah Garuda Transformasi | Kemendiktisaintek | 42 SMA Unggul hingga 2026; target 80 sekolah pada 2029, dilengkapi dengan Beasiswa Garuda. |
Sejalan dengan visi tersebut, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman juga mengajak masyarakat prasejahtera untuk memanfaatkan fasilitas pendidikan yang disediakan negara. Saat meninjau Sekolah Rakyat Terintegrasi I di Kabupaten Serdang Bedagai, Dudung menekankan bahwa Presiden Prabowo berkomitmen agar seluruh anak Indonesia bisa bersekolah. Ia mencatat bahwa Sekolah Rakyat kini dilengkapi dengan gedung yang megah serta tenaga pendidik yang mumpuni guna mendukung terciptanya SDM unggul.
Di sisi lain, isu biaya pendidikan tinggi juga menjadi sorotan tajam. Zulkifli Hasan mengungkapkan adanya keluhan masyarakat mengenai tingginya biaya masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur mandiri yang mencapai angka puluhan hingga ratusan juta rupiah. Hal ini memperkuat urgensi mengapa PAN dukung Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda, Zulhas bicara keadilan akses pendidikan sebagai solusi struktural bagi ketimpangan sosial.
Dukungan terhadap akses pendidikan gratis ini juga datang dari legislatif. Anggota Komisi X DPR, Lalu Hadrian, menyambut baik komitmen pemerintah untuk memperluas akses pendidikan gratis hingga ke tingkat PTN. Namun, ia memberikan catatan penting agar pemerintah melakukan simulasi anggaran yang matang. Dengan rencana alokasi pendidikan sebesar Rp 819,44 triliun pada RAPBN 2027, pemerintah harus memastikan bahwa skema gratis ini tidak mengorbankan kualitas layanan, kesejahteraan dosen, maupun fasilitas riset di universitas.
Sebagai bentuk aksi nyata, PAN juga menunjukkan keberpihakannya melalui pemberian beasiswa kepada siswa SMA Kebangsaan yang merupakan mantan anggota Paskibraka. Langkah ini menjadi bukti bahwa PAN dukung Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda, Zulhas bicara keadilan akses pendidikan bukan sekadar retorika politik, melainkan upaya berkelanjutan untuk mencetak generasi yang berdaya dan mampu menjadi pelaku perubahan di kancah global. Dengan sinergi antara pemerintah, partai politik, dan legislatif, harapan untuk melihat Indonesia yang cerdas dan mandiri di usia satu abad kian terbuka lebar.



Post Comment