Daftar Isi
- Pengertian Skedul Penagihan Piutang
- Tujuan Penyusunan Skedul Penagihan Piutang
- Cara Menyusun Skedul Penagihan Piutang dengan Mudah
- Contoh Soal Skedul Penagihan Piutang dan Penyelesaiannya
- Contoh Soal 1 Penyusunan Skedul Dasar
- Contoh Soal 2 Skedul Penagihan Piutang Berdasarkan Data Pelanggan
- Contoh Soal 3 Skedul Penagihan Piutang untuk Cadangan Kerugian
- Contoh Soal 4 Skedul Penagihan Piutang Berbasis Persentase
- Contoh Soal 5 Skedul Penagihan Piutang Studi Kasus Ujian
- Tips Agar Mudah Mengerjakan Soal Skedul Penagihan Piutang
- Kesimpulan
Skedul penagihan piutang merupakan alat penting dalam akuntansi keuangan untuk memantau umur piutang dan menilai kemungkinan piutang tidak tertagih. Banyak pelajar dan mahasiswa mengalami kesulitan bukan karena konsepnya rumit, tetapi karena belum memahami langkah penyusunan skedul penagihan piutang secara sistematis. Oleh karena itu, mempelajari contoh soal skedul penagihan piutang dan cara menyusunnya dengan mudah menjadi kunci untuk menguasai materi ini.
Artikel ini membahas konsep dasar, tahapan penyusunan, serta contoh soal lengkap dengan pembahasan yang disusun secara sederhana dan mudah dipahami.
Baca juga:Contoh Soal Deflator PDB Lengkap dengan Pembahasan dan Rumusnya
Pengertian Skedul Penagihan Piutang
Skedul penagihan piutang adalah daftar yang menyajikan piutang usaha berdasarkan kelompok umur tertentu sejak tanggal jatuh tempo. Skedul ini menunjukkan berapa lama piutang belum tertagih sehingga membantu perusahaan menilai kualitas piutang dan menentukan strategi penagihan.
Umumnya, umur piutang dikelompokkan menjadi
belum jatuh tempo
1 sampai 30 hari
31 sampai 60 hari
61 sampai 90 hari
lebih dari 90 hari
Tujuan Penyusunan Skedul Penagihan Piutang
Tujuan utama penyusunan skedul penagihan piutang antara lain
mengontrol piutang usaha
menilai risiko piutang tak tertagih
menjadi dasar penentuan cadangan kerugian piutang
membantu manajemen dalam pengambilan keputusan kredit
Cara Menyusun Skedul Penagihan Piutang dengan Mudah
Agar mudah dipahami, penyusunan skedul penagihan piutang dapat dilakukan melalui langkah-langkah berikut.
Langkah pertama adalah mencatat seluruh saldo piutang usaha dari buku besar atau daftar pelanggan.
Langkah kedua menentukan tanggal jatuh tempo masing-masing piutang.
Langkah ketiga menghitung umur piutang berdasarkan selisih antara tanggal laporan dan tanggal jatuh tempo.
Langkah keempat mengelompokkan piutang ke dalam kategori umur yang sesuai.
Langkah terakhir menjumlahkan piutang pada setiap kelompok umur dan menghitung total piutang.
Langkah-langkah ini sering dijadikan dasar dalam soal ujian akuntansi.
Baca juga:Universitas Teknokrat Indonesia Raih Juara Umum Pada Pekan Olahraga Mahasiswa Provinsi Lampung 2025
Contoh Soal Skedul Penagihan Piutang dan Penyelesaiannya
Contoh Soal 1 Penyusunan Skedul Dasar
PT Sinar Terang memiliki piutang usaha per 31 Desember sebagai berikut
Rp40.000.000 belum jatuh tempo
Rp25.000.000 lewat jatuh tempo 1–30 hari
Rp20.000.000 lewat jatuh tempo 31–60 hari
Susunlah skedul penagihan piutang PT Sinar Terang.
Penyelesaian
Skedul penagihan piutang disusun berdasarkan umur sebagai berikut.
Belum jatuh tempo Rp40.000.000
1–30 hari Rp25.000.000
31–60 hari Rp20.000.000
Total piutang Rp85.000.000
Contoh Soal 2 Skedul Penagihan Piutang Berdasarkan Data Pelanggan
Diketahui data piutang berikut
Pelanggan A Rp18.000.000 terlambat 20 hari
Pelanggan B Rp12.000.000 terlambat 50 hari
Pelanggan C Rp30.000.000 belum jatuh tempo
Susunlah skedul penagihan piutang.
Penyelesaian
Pengelompokan umur piutang.
Belum jatuh tempo
Pelanggan C Rp30.000.000
1–30 hari
Pelanggan A Rp18.000.000
31–60 hari
Pelanggan B Rp12.000.000
Total piutang Rp60.000.000
Contoh Soal 3 Skedul Penagihan Piutang untuk Cadangan Kerugian
PT Amanah memiliki piutang usaha sebesar Rp90.000.000 dengan rincian
Belum jatuh tempo Rp45.000.000
1–30 hari Rp25.000.000
31–60 hari Rp20.000.000
Jika estimasi piutang tak tertagih adalah
1–30 hari 5 persen
31–60 hari 10 persen
Hitung cadangan kerugian piutang.
Penyelesaian
Cadangan 1–30 hari
5 persen × Rp25.000.000 = Rp1.250.000
Cadangan 31–60 hari
10 persen × Rp20.000.000 = Rp2.000.000
Total cadangan kerugian piutang
Rp3.250.000
Contoh Soal 4 Skedul Penagihan Piutang Berbasis Persentase
Saldo piutang PT Jaya Makmur Rp120.000.000. Distribusi umur piutang adalah
Belum jatuh tempo 50 persen
1–30 hari 25 persen
31–60 hari 15 persen
60 hari 10 persen
Hitung jumlah piutang pada setiap kelompok umur.
Penyelesaian
Belum jatuh tempo
50 persen × Rp120.000.000 = Rp60.000.000
1–30 hari
25 persen × Rp120.000.000 = Rp30.000.000
31–60 hari
15 persen × Rp120.000.000 = Rp18.000.000
60 hari
10 persen × Rp120.000.000 = Rp12.000.000
Contoh Soal 5 Skedul Penagihan Piutang Studi Kasus Ujian
Perusahaan memiliki piutang usaha sebesar Rp70.000.000 dengan rincian
Rp35.000.000 belum jatuh tempo
Rp20.000.000 lewat jatuh tempo 1–30 hari
Rp15.000.000 lewat jatuh tempo lebih dari 30 hari
Jika cadangan piutang tak tertagih ditetapkan sebesar 6 persen untuk piutang lewat jatuh tempo, hitung total cadangan.
Penyelesaian
Piutang lewat jatuh tempo
Rp20.000.000 + Rp15.000.000 = Rp35.000.000
Cadangan piutang
6 persen × Rp35.000.000 = Rp2.100.000
Tips Agar Mudah Mengerjakan Soal Skedul Penagihan Piutang
Beberapa tips yang dapat membantu antara lain
selalu buat tabel umur piutang
pisahkan piutang lancar dan lewat jatuh tempo
hitung persentase per kelompok umur
periksa kembali hasil penjumlahan
Kesimpulan
Contoh soal skedul penagihan piutang dan cara menyusunnya dengan mudah memberikan pemahaman praktis tentang pengelompokan umur piutang dan perhitungan cadangan kerugian. Dengan memahami langkah-langkah penyusunan dan sering berlatih soal, pelajar dan mahasiswa akan lebih siap menghadapi ujian akuntansi serta memahami praktik pengelolaan piutang di dunia usaha.
Penulis:kiara salsabilla


Post Comment