Contoh Soal Menghitung Elastisitas Permintaan dan Penawaran beserta Cara Mengerjakannya

Contoh Soal Menghitung Elastisitas Permintaan dan Penawaran beserta Cara Mengerjakannya

Elastisitas permintaan dan penawaran merupakan salah satu materi penting dalam ilmu ekonomi. Materi ini digunakan untuk mengetahui seberapa besar perubahan jumlah barang yang diminta atau ditawarkan akibat adanya perubahan harga. Konsep elastisitas banyak digunakan untuk memahami perilaku konsumen dan produsen dalam menghadapi perubahan harga di pasar.

Bagi siswa, materi ini terkadang terasa sulit karena terdapat rumus dan perhitungan persentase. Namun, jika memahami konsep dan langkah pengerjaannya, contoh soal menghitung elastisitas permintaan dan penawaran sebenarnya cukup mudah untuk diselesaikan.

Artikel ini akan membahas pengertian elastisitas permintaan dan penawaran, rumus yang digunakan, jenis-jenis elastisitas, serta contoh soal lengkap dengan cara mengerjakannya.

Pengertian Elastisitas Permintaan

Elastisitas permintaan adalah ukuran yang menunjukkan seberapa besar perubahan jumlah barang yang diminta konsumen akibat perubahan harga barang tersebut.

Sebagai contoh, ketika harga sebuah produk naik 10%, jumlah barang yang diminta mungkin turun lebih dari 10%, tepat 10%, atau kurang dari 10%. Besarnya perubahan tersebut dapat diketahui dengan menghitung elastisitas permintaan.

Secara sederhana, elastisitas permintaan membantu menjawab pertanyaan: seberapa sensitif jumlah permintaan terhadap perubahan harga?

Rumus Elastisitas Permintaan

Rumus dasar elastisitas permintaan adalah:

Ed = Persentase perubahan jumlah barang yang diminta ÷ Persentase perubahan harga

Atau dapat ditulis:

Ed = (%ΔQd) / (%ΔP)

Keterangan:

  • Ed = elastisitas permintaan
  • ΔQd = perubahan jumlah barang yang diminta
  • ΔP = perubahan harga

Dalam pembahasan ekonomi, nilai elastisitas permintaan sering dituliskan dalam nilai mutlak karena hubungan antara harga dan jumlah permintaan biasanya berlawanan arah.

Jenis-Jenis Elastisitas Permintaan

Berdasarkan nilai elastisitasnya, permintaan dapat dibedakan menjadi beberapa jenis.

1. Elastis (Ed > 1)

Permintaan disebut elastis jika persentase perubahan jumlah barang yang diminta lebih besar daripada persentase perubahan harga.

2. Inelastis (Ed < 1)

Permintaan disebut inelastis jika persentase perubahan jumlah barang yang diminta lebih kecil daripada persentase perubahan harga.

3. Elastis uniter (Ed = 1)

Terjadi ketika persentase perubahan jumlah barang yang diminta sama dengan persentase perubahan harga.

4. Elastis sempurna (Ed = ∞)

Pada kondisi ini, perubahan harga yang sangat kecil dapat menyebabkan perubahan jumlah permintaan yang sangat besar.

5. Inelastis sempurna (Ed = 0)

Jumlah barang yang diminta tidak berubah meskipun harga mengalami perubahan.

Contoh Soal Elastisitas Permintaan

Harga sebuah produk awalnya Rp10.000 per unit. Setelah harga naik menjadi Rp12.000, jumlah barang yang diminta turun dari 100 unit menjadi 80 unit. Hitunglah elastisitas permintaannya dan tentukan jenis elastisitasnya.

Cara Mengerjakan

Pertama, cari perubahan harga.

Harga awal = Rp10.000
Harga akhir = Rp12.000

Perubahan harga:

Rp12.000 – Rp10.000 = Rp2.000

Persentase perubahan harga:

Rp2.000 / Rp10.000 × 100% = 20%

Selanjutnya, cari perubahan jumlah barang yang diminta.

Jumlah awal = 100 unit
Jumlah akhir = 80 unit

Perubahan jumlah:

80 – 100 = -20 unit

Persentase perubahan jumlah:

20 / 100 × 100% = 20%

Kemudian masukkan ke rumus:

Ed = 20% / 20%

Ed = 1

Jadi, nilai elastisitas permintaan adalah 1. Artinya, permintaan tersebut termasuk elastis uniter karena persentase perubahan jumlah barang yang diminta sama dengan persentase perubahan harga.

Pengertian Elastisitas Penawaran

Jika elastisitas permintaan melihat respons konsumen, elastisitas penawaran berkaitan dengan respons produsen.

Elastisitas penawaran adalah ukuran yang menunjukkan seberapa besar perubahan jumlah barang yang ditawarkan akibat adanya perubahan harga.

Misalnya, ketika harga suatu barang meningkat, produsen dapat meningkatkan jumlah produksi dan barang yang ditawarkan. Besarnya respons produsen tersebut dapat dihitung menggunakan elastisitas penawaran.

Rumus Elastisitas Penawaran

Rumus elastisitas penawaran adalah:

Es = Persentase perubahan jumlah barang yang ditawarkan ÷ Persentase perubahan harga

Atau:

Es = (%ΔQs) / (%ΔP)

Keterangan:

  • Es = elastisitas penawaran
  • ΔQs = perubahan jumlah barang yang ditawarkan
  • ΔP = perubahan harga

Jenis-Jenis Elastisitas Penawaran

Elastisitas penawaran juga dapat dibedakan berdasarkan nilai elastisitasnya.

1. Penawaran elastis (Es > 1)

Persentase perubahan jumlah barang yang ditawarkan lebih besar daripada persentase perubahan harga.

2. Penawaran inelastis (Es < 1)

Persentase perubahan jumlah barang yang ditawarkan lebih kecil daripada persentase perubahan harga.

3. Elastis uniter (Es = 1)

Persentase perubahan jumlah barang yang ditawarkan sama dengan persentase perubahan harga.

4. Elastis sempurna (Es = ∞)

Produsen bersedia menawarkan jumlah barang yang sangat besar pada tingkat harga tertentu.

5. Inelastis sempurna (Es = 0)

Jumlah barang yang ditawarkan tetap meskipun terjadi perubahan harga.

Contoh Soal Elastisitas Penawaran

Harga suatu barang meningkat dari Rp20.000 menjadi Rp25.000. Pada saat yang sama, jumlah barang yang ditawarkan meningkat dari 200 unit menjadi 250 unit. Hitunglah elastisitas penawaran dan tentukan jenisnya.

Cara Mengerjakan

Pertama, hitung persentase perubahan harga.

Perubahan harga:

Rp25.000 – Rp20.000 = Rp5.000

Persentase perubahan harga:

Rp5.000 / Rp20.000 × 100% = 25%

Selanjutnya, hitung perubahan jumlah barang yang ditawarkan.

Jumlah awal = 200 unit
Jumlah akhir = 250 unit

Perubahan jumlah:

250 – 200 = 50 unit

Persentase perubahan jumlah:

50 / 200 × 100% = 25%

Kemudian gunakan rumus elastisitas penawaran:

Es = 25% / 25%

Es = 1

Jadi, nilai elastisitas penawaran adalah 1, sehingga penawaran tersebut termasuk elastis uniter.

Contoh Soal Elastisitas Permintaan yang Lebih Sederhana

Harga sebuah barang turun dari Rp50.000 menjadi Rp40.000. Akibatnya, jumlah permintaan meningkat dari 100 unit menjadi 130 unit. Tentukan nilai elastisitas permintaannya.

Perubahan harga:

Rp50.000 – Rp40.000 = Rp10.000

Persentase perubahan harga:

Rp10.000 / Rp50.000 × 100% = 20%

Perubahan jumlah:

130 – 100 = 30 unit

Persentase perubahan jumlah:

30 / 100 × 100% = 30%

Maka:

Ed = 30% / 20%

Ed = 1,5

Karena nilai Ed lebih besar dari 1, permintaan tersebut termasuk elastis.

Tips Mengerjakan Soal Elastisitas

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tidak salah dalam mengerjakan soal elastisitas permintaan dan penawaran.

Pertama, tentukan terlebih dahulu apakah soal membahas permintaan atau penawaran. Setelah itu, perhatikan jumlah awal dan jumlah akhir serta harga awal dan harga akhir.

Kedua, hitung perubahan masing-masing variabel dengan teliti. Jangan langsung memasukkan angka ke rumus sebelum mengetahui persentase perubahannya.

Ketiga, perhatikan nilai hasil akhir. Jika nilainya lebih dari 1, berarti elastis. Jika kurang dari 1, berarti inelastis. Jika sama dengan 1, berarti elastis uniter.

Keempat, pada elastisitas permintaan, perubahan harga dan jumlah permintaan biasanya memiliki arah yang berlawanan. Untuk menentukan jenis elastisitas, biasanya yang diperhatikan adalah nilai absolutnya.

Kesimpulan

Elastisitas permintaan dan penawaran digunakan untuk mengukur seberapa besar respons jumlah barang terhadap perubahan harga. Elastisitas permintaan berhubungan dengan respons konsumen, sedangkan elastisitas penawaran berhubungan dengan respons produsen.

Untuk menghitungnya, langkah utama adalah mencari persentase perubahan jumlah barang dan persentase perubahan harga, kemudian membandingkan keduanya menggunakan rumus elastisitas.

Jika nilai elastisitas lebih dari 1, maka termasuk elastis. Jika kurang dari 1, termasuk inelastis, sedangkan nilai sama dengan 1 menunjukkan elastisitas uniter.

Dengan memahami rumus dan berlatih mengerjakan berbagai contoh soal menghitung elastisitas permintaan dan penawaran beserta cara mengerjakannya, siswa dapat lebih mudah memahami materi ekonomi dan menyelesaikan soal perhitungan dengan tepat.

penulis: shofiya m.p

Post Comment