Contoh Soal Persilangan Monohibrid dan Dihibrid Hukum Mendel beserta Cara Mengerjakannya

Contoh Soal Persilangan Monohibrid dan Dihibrid Hukum Mendel beserta Cara Mengerjakannya

Persilangan monohibrid dan dihibrid merupakan salah satu materi penting dalam pelajaran Biologi, khususnya pada pembahasan Hukum Mendel dan pewarisan sifat. Materi ini sering muncul dalam soal latihan, ujian sekolah, maupun berbagai tes akademik. Untuk mengerjakannya, siswa perlu memahami istilah seperti gen, alel, genotipe, fenotipe, dominan, resesif, serta cara membuat tabel persilangan atau Punnett Square.

Pada dasarnya, persilangan monohibrid membahas pewarisan satu sifat beda, sedangkan persilangan dihibrid membahas dua sifat beda dalam satu persilangan. Agar lebih mudah dipahami, berikut penjelasan dan contoh soal persilangan monohibrid dan dihibrid beserta cara mengerjakannya.

Pengertian Persilangan Monohibrid

Persilangan monohibrid adalah persilangan antara dua individu yang memperhatikan satu sifat yang berbeda. Misalnya, persilangan tanaman kacang ercis berdasarkan warna biji atau bentuk bijinya.

Dalam persilangan monohibrid, biasanya digunakan simbol huruf untuk menunjukkan alel. Huruf kapital digunakan untuk sifat dominan, sedangkan huruf kecil digunakan untuk sifat resesif.

Contohnya:

  • B = biji berwarna kuning (dominan)
  • b = biji berwarna hijau (resesif)
  • BB = homozigot dominan
  • Bb = heterozigot
  • bb = homozigot resesif

Persilangan monohibrid berkaitan erat dengan Hukum Mendel I, yang dikenal sebagai hukum segregasi atau hukum pemisahan alel. Hukum ini menjelaskan bahwa pasangan alel akan berpisah ketika pembentukan gamet.

Contoh Soal Persilangan Monohibrid

Soal:

Pada tanaman kacang ercis, warna biji kuning (B) dominan terhadap warna hijau (b). Jika tanaman dengan genotipe Bb disilangkan dengan tanaman Bb, tentukan perbandingan genotipe dan fenotipe keturunannya.

Cara Mengerjakan

Diketahui:

  • P = Bb × Bb
  • B = kuning
  • b = hijau

Langkah pertama adalah menentukan gamet dari masing-masing induk.

Induk pertama Bb menghasilkan gamet B dan b. Induk kedua Bb juga menghasilkan gamet B dan b.

Selanjutnya, buat tabel persilangan:

B b
B BB Bb
b Bb bb

Dari tabel tersebut diperoleh:

  • BB = 1
  • Bb = 2
  • bb = 1

Jadi, perbandingan genotipenya adalah:

1 BB : 2 Bb : 1 bb

Karena B merupakan sifat dominan, tanaman dengan genotipe BB dan Bb akan memiliki biji berwarna kuning. Sementara itu, bb menghasilkan biji berwarna hijau.

Maka perbandingan fenotipenya adalah:

3 kuning : 1 hijau

Dengan demikian, peluang keturunan memiliki biji kuning adalah 75%, sedangkan biji hijau 25%.

Pengertian Persilangan Dihibrid

Berbeda dengan monohibrid, persilangan dihibrid merupakan persilangan yang memperhatikan dua sifat beda sekaligus. Contohnya adalah persilangan tanaman berdasarkan warna biji dan bentuk biji.

Misalnya:

  • B = biji kuning
  • b = biji hijau
  • R = biji bulat
  • r = biji keriput

Dalam persilangan dihibrid, satu individu mempunyai dua pasang alel. Contohnya BbRr.

Persilangan dihibrid berkaitan dengan Hukum Mendel II, yaitu hukum asortasi bebas. Hukum ini menjelaskan bahwa alel dari gen yang berbeda dapat memisah dan bergabung secara bebas selama pembentukan gamet, dengan catatan gen-gen tersebut tidak terpaut.

Contoh Soal Persilangan Dihibrid

Soal:

Tanaman kacang ercis dengan genotipe BbRr disilangkan dengan tanaman yang memiliki genotipe BbRr. Jika B menentukan warna kuning, b menentukan warna hijau, R menentukan bentuk bulat, dan r menentukan bentuk keriput, tentukan perbandingan fenotipe keturunannya.

Cara Mengerjakan

Diketahui:

P = BbRr × BbRr

Karena masing-masing induk memiliki genotipe BbRr, setiap induk dapat menghasilkan empat macam gamet.

Gamet yang dihasilkan adalah:

BR, Br, bR, br

Selanjutnya, gamet dari induk pertama dipasangkan dengan gamet dari induk kedua. Dari proses tersebut akan diperoleh 16 kemungkinan kombinasi keturunan.

Pada persilangan dihibrid klasik dengan dua gen yang berasortasi bebas, perbandingan fenotipe keturunannya adalah:

9 : 3 : 3 : 1

Artinya:

  • 9 = kuning dan bulat
  • 3 = kuning dan keriput
  • 3 = hijau dan bulat
  • 1 = hijau dan keriput

Jika jumlah keturunannya sebanyak 160 tanaman, maka perkiraannya:

  • Kuning bulat = 9/16 × 160 = 90 tanaman
  • Kuning keriput = 3/16 × 160 = 30 tanaman
  • Hijau bulat = 3/16 × 160 = 30 tanaman
  • Hijau keriput = 1/16 × 160 = 10 tanaman

Jadi, dari 160 keturunan diperkirakan terdapat 90 tanaman kuning bulat, 30 tanaman kuning keriput, 30 tanaman hijau bulat, dan 10 tanaman hijau keriput.

Perbedaan Persilangan Monohibrid dan Dihibrid

Persilangan monohibrid dan dihibrid memiliki perbedaan utama pada jumlah sifat yang diamati. Monohibrid hanya memperhatikan satu sifat beda, sedangkan dihibrid memperhatikan dua sifat beda.

Pada persilangan monohibrid Bb × Bb, perbandingan fenotipe yang umum ditemukan adalah 3 : 1. Sementara itu, pada persilangan dihibrid BbRr × BbRr, perbandingan fenotipe klasiknya adalah 9 : 3 : 3 : 1.

Perbedaan lainnya terletak pada jumlah gamet. Individu dengan satu pasangan gen seperti Bb dapat menghasilkan dua jenis gamet, yaitu B dan b. Sementara individu dengan dua pasangan gen seperti BbRr dapat menghasilkan empat jenis gamet, yaitu BR, Br, bR, dan br.

Tips Mengerjakan Soal Hukum Mendel

Agar lebih mudah mengerjakan soal persilangan, ada beberapa langkah yang dapat dilakukan. Pertama, baca soal dengan teliti dan tentukan sifat dominan serta resesif. Kedua, tuliskan genotipe setiap induk. Ketiga, tentukan gamet yang dapat dihasilkan oleh masing-masing induk.

Setelah itu, buat tabel persilangan dan gabungkan gamet dari kedua induk. Terakhir, hitung jumlah masing-masing genotipe dan fenotipe keturunan.

Hal yang tidak kalah penting adalah membedakan genotipe dan fenotipe. Genotipe merupakan susunan gen suatu individu, seperti BB, Bb, atau bb. Sementara itu, fenotipe merupakan sifat yang dapat diamati, seperti warna biji kuning atau hijau.

Kesimpulan

Persilangan monohibrid dan dihibrid merupakan materi penting untuk memahami bagaimana sifat dapat diwariskan dari induk kepada keturunannya. Persilangan monohibrid membahas satu sifat beda dan umumnya menghasilkan perbandingan fenotipe 3 : 1 pada persilangan heterozigot. Sementara itu, persilangan dihibrid membahas dua sifat beda dan pada kondisi klasik dapat menghasilkan perbandingan fenotipe 9 : 3 : 3 : 1.

Dengan memahami cara menentukan genotipe, gamet, tabel persilangan, serta fenotipe, soal Hukum Mendel akan menjadi lebih mudah dikerjakan. Latihan menggunakan berbagai kombinasi persilangan juga dapat membantu siswa memahami konsep pewarisan sifat dengan lebih baik.

Penulis: Shofiya M.P

Post Comment