Inter Sapu Bersih Empat Laga Serie A, Udinese Takluk di San Siro

Inter Milan melanjutkan start sempurna di Serie A 2026/2027 setelah mengalahkan Udinese dengan skor 5-3 di San Siro, Senin (14/9/2026) malam waktu setempat. Kemenangan tersebut membuat Inter sapu bersih empat laga Serie A dan semakin mempertegas posisi mereka sebagai salah satu kandidat kuat dalam persaingan papan atas.

Hasil Inter vs Udinese menjadi pertandingan penuh drama. Nerazzurri sempat berada dalam situasi sulit setelah tertinggal 0-2 pada 16 menit pertama. James Abankwah dan Jurgen Ekkelenkamp membuat Udinese tampil mengejutkan di awal pertandingan.

Namun, Inter mampu menunjukkan mentalitas juara. Carlos Augusto memperkecil ketertinggalan pada menit ke-26 sebelum Nicolo Barella menyamakan kedudukan sembilan menit kemudian. Setelah turun minum, Marcus Thuram membawa Inter berbalik unggul, sementara Francesco Pio Esposito dan Ange-Yoan Bonny menambah dua gol berikutnya.

Udinese hanya mampu memperkecil skor melalui Idrissa Gueye pada menit ke-90. Inter akhirnya menang 5-3 dan mengamankan tiga poin yang membuat mereka mengoleksi 12 poin dari empat pertandingan.

Inter Sapu Bersih Empat Pertandingan Serie A

Kemenangan atas Udinese membuat Inter Milan mempertahankan rekor 100 persen di Serie A musim ini.

Dalam empat pertandingan pertama, Nerazzurri berhasil meraih empat kemenangan. Artinya, Inter mengumpulkan 12 poin maksimal dari 12 poin yang tersedia.

Start seperti ini sangat penting bagi Inter karena persaingan Serie A musim 2026/2027 diprediksi berlangsung ketat. AS Roma juga mengoleksi 12 poin setelah empat pertandingan, sedangkan Como berada di posisi berikutnya dengan 10 poin.

Bukan hanya jumlah poin yang menarik, tetapi juga kemampuan Inter untuk memenangkan pertandingan dengan berbagai cara. Saat menghadapi Udinese, mereka menunjukkan bahwa tim mampu bangkit ketika berada dalam situasi sulit.

Comeback dari ketertinggalan 0-2 menjadi bukti mentalitas tersebut.

Udinese Unggul Dua Gol di San Siro

Pertandingan di San Siro awalnya tidak berjalan sesuai harapan Inter.

Udinese justru tampil lebih efektif. Pada menit kesembilan, James Abankwah berhasil mencetak gol pembuka untuk tim tamu.

Gol tersebut membuat Udinese semakin percaya diri. Mereka tidak mengendurkan tekanan dan kembali menemukan celah di pertahanan Inter.

Hanya tujuh menit kemudian, Jurgen Ekkelenkamp mencetak gol kedua. Udinese unggul 2-0 dan membuat pendukung Inter terdiam.

Dalam kondisi tertinggal dua gol, Inter harus segera menemukan solusi. Jika tidak, pertandingan bisa menjadi semakin sulit.

Namun, skuad asuhan Cristian Chivu menunjukkan respons yang sangat baik.

Carlos Augusto Buka Jalan Comeback

Inter mulai meningkatkan tekanan setelah tertinggal 0-2.

Serangan demi serangan akhirnya menghasilkan gol pada menit ke-26. Carlos Augusto berhasil mencetak gol yang mengubah skor menjadi 1-2.

Gol tersebut menjadi titik balik pertandingan. Inter mulai tampil lebih agresif dan mendapatkan lebih banyak ruang untuk menyerang.

Udinese yang sebelumnya bermain dengan sangat percaya diri mulai tertekan. Inter memanfaatkan momentum tersebut untuk terus mengurung pertahanan lawan.

Sembilan menit kemudian, Nicolo Barella mencetak gol penyama kedudukan.

Skor berubah menjadi 2-2 pada menit ke-35. Inter berhasil menyamakan kedudukan sebelum babak pertama berakhir.

Comeback tersebut menunjukkan bahwa Inter tidak kehilangan fokus meski tertinggal dua gol dalam waktu singkat.

Marcus Thuram Membalikkan Keadaan

Memasuki babak kedua, Inter semakin percaya diri.

Nerazzurri tidak puas hanya dengan hasil imbang. Mereka terus mencari gol ketiga untuk benar-benar membalikkan keadaan.

Usaha tersebut berhasil pada menit ke-57.

Marcus Thuram mencetak gol yang membuat Inter unggul 3-2. Untuk pertama kalinya dalam pertandingan, Nerazzurri berada di posisi terdepan.

Gol Thuram juga membuat tekanan terhadap Udinese semakin besar. Tim tamu kini harus mengejar ketertinggalan setelah sebelumnya sempat unggul dua gol.

Inter kemudian semakin nyaman mengontrol permainan.

Pada menit ke-67, Francesco Pio Esposito menambah keunggulan menjadi 4-2. Pemain muda tersebut ikut menunjukkan kualitasnya dalam pertandingan yang penuh tekanan.

Bonny Lengkapi Kemenangan Inter

Inter belum berhenti setelah unggul 4-2.

Nerazzurri terus mencari gol tambahan dan akhirnya mendapatkannya pada menit ke-79 melalui Ange-Yoan Bonny.

Gol Bonny membuat skor menjadi 5-2.

Dengan keunggulan tiga gol, Inter berada dalam posisi sangat nyaman. Mereka hanya perlu menjaga konsentrasi hingga pertandingan berakhir.

Udinese masih mencoba memberikan perlawanan. Pada menit ke-90, Idrissa Gueye berhasil mencetak gol untuk memperkecil skor menjadi 5-3.

Akan tetapi, gol tersebut tidak cukup untuk mengubah hasil pertandingan.

Inter akhirnya menang 5-3 dan memastikan tiga poin tetap berada di San Siro. Catatan pertandingan resmi Udinese juga mengonfirmasi lima pencetak gol Inter dan tiga gol tim tamu.

Lima Pemain Berbeda Cetak Gol untuk Inter

Salah satu fakta menarik dari kemenangan Inter atas Udinese adalah lima gol Nerazzurri dicetak oleh lima pemain berbeda.

Carlos Augusto, Nicolo Barella, Marcus Thuram, Francesco Pio Esposito, dan Ange-Yoan Bonny masing-masing menyumbangkan satu gol.

Situasi tersebut menunjukkan bahwa Inter memiliki variasi serangan yang sangat baik. Mereka tidak bergantung kepada satu pemain saja untuk menghasilkan gol.

Carlos Augusto menjadi pemain yang memulai comeback, Barella menyamakan skor, Thuram membawa Inter unggul, sedangkan Pio Esposito dan Bonny memastikan kemenangan.

Kedalaman skuad menjadi salah satu modal penting Inter untuk menjalani musim panjang.

Mentalitas Inter Jadi Sorotan

Selain hasil akhir, mentalitas Inter menjadi salah satu hal paling menarik dari pertandingan ini.

Tertinggal 0-2 di kandang sendiri tentu bukan situasi ideal. Namun, Inter mampu menjaga ketenangan dan perlahan membangun kembali permainan.

Gol Carlos Augusto membuat kepercayaan diri meningkat. Setelah Barella menyamakan skor, Inter semakin yakin bahwa pertandingan masih bisa dimenangkan.

Respons tersebut menjadi gambaran karakter tim yang ingin bersaing di papan atas.

Pelatih Cristian Chivu juga patut mendapat apresiasi karena timnya mampu melakukan penyesuaian setelah Udinese tampil agresif pada awal pertandingan.

Laporan pertandingan Udinese menyebut Inter mampu membalikkan keadaan setelah tertinggal dua gol dan akhirnya mengamankan kemenangan dengan lima gol.

Udinese Harus Mengevaluasi Pertahanan

Bagi Udinese, kekalahan 5-3 menjadi hasil yang mengecewakan.

Mereka sebenarnya memiliki awal pertandingan yang sangat baik. Mencetak dua gol dalam 16 menit di San Siro merupakan pencapaian yang tidak mudah.

Namun, keunggulan tersebut tidak mampu dipertahankan.

Masalah terbesar Udinese adalah ketika Inter mulai meningkatkan intensitas permainan. Lini belakang mereka kesulitan mengatasi tekanan dan memberikan terlalu banyak ruang kepada pemain-pemain Inter.

Setelah skor menjadi 2-2, momentum sepenuhnya berada di tangan tuan rumah.

Udinese akhirnya harus pulang tanpa poin meskipun sempat unggul dua gol.

Inter Semakin Percaya Diri di Papan Atas

Dengan empat kemenangan beruntun, Inter kini memiliki modal besar untuk menghadapi pertandingan berikutnya.

Nerazzurri mengoleksi 12 poin dan tetap berada dalam persaingan ketat di papan atas bersama Roma. Sementara itu, Como menguntit dengan 10 poin setelah meraih kemenangan atas Parma.

Menariknya, Inter tidak hanya memenangkan pertandingan dengan skor tipis. Mereka juga sudah menunjukkan kemampuan mencetak banyak gol.

Kemenangan 5-3 atas Udinese memperlihatkan kemampuan ofensif sekaligus mentalitas tim untuk bangkit ketika mengalami tekanan.

Pertandingan berikutnya juga sangat penting bagi Inter karena mereka dijadwalkan menghadapi Roma pada 19 September 2026. Duel tersebut berpotensi menjadi salah satu pertandingan terbesar di awal musim karena kedua tim sama-sama mengoleksi 12 poin.

Kesimpulan

Inter sapu bersih empat laga Serie A setelah mengalahkan Udinese dengan skor 5-3 di San Siro. Nerazzurri sempat tertinggal 0-2 melalui gol James Abankwah dan Jurgen Ekkelenkamp.

Namun, Inter menunjukkan mentalitas kuat dengan membalikkan keadaan melalui Carlos Augusto, Nicolo Barella, Marcus Thuram, Francesco Pio Esposito, dan Ange-Yoan Bonny. Udinese hanya mampu menambah satu gol melalui Idrissa Gueye pada menit ke-90.

Empat kemenangan dari empat pertandingan membuat Inter mengoleksi 12 poin sempurna. Selain mempertahankan rekor kemenangan, Nerazzurri juga menunjukkan bahwa mereka memiliki kedalaman skuad dan mentalitas untuk menghadapi pertandingan sulit.

Kemenangan atas Udinese menjadi sinyal bahwa Inter Milan siap bersaing di papan atas Serie A. Jika konsistensi tersebut dapat dipertahankan, Nerazzurri berpeluang besar menjadi salah satu kekuatan utama dalam perebutan gelar musim 2026/2027.

penulis rv

Post Comment