Inter Menang 5-3 atas Udinese, Begini Posisi Terbaru di Klasemen

Inter menang 5-3 atas Udinese dalam pertandingan penuh drama pada lanjutan Serie A 2026/2027. Bermain di San Siro, Nerazzurri harus bekerja keras setelah tertinggal dua gol lebih dahulu dari tim tamu.

Udinese mampu memberikan kejutan pada awal pertandingan dengan mencetak dua gol cepat. Namun, Inter tidak menyerah dan berhasil mengubah jalannya pertandingan. Lima gol berhasil dicetak Nerazzurri hingga akhirnya mengamankan kemenangan penting di hadapan pendukung sendiri.

Hasil Inter vs Udinese ini tidak hanya menghadirkan pertandingan dengan delapan gol, tetapi juga memberikan tambahan tiga poin yang sangat penting bagi persaingan papan atas Serie A. Inter kini terus menempel pemuncak klasemen dengan catatan sempurna dari empat pertandingan.

Inter Menang 5-3 atas Udinese

Pertandingan Inter vs Udinese berlangsung di Stadion Giuseppe Meazza atau San Siro pada Senin, 14 September 2026 waktu setempat.

Udinese langsung memberikan tekanan kepada Inter sejak menit awal. James Abankwah membuka keunggulan tim tamu pada menit ke-9.

Tidak lama kemudian, Jurgen Ekkelenkamp menggandakan keunggulan Udinese pada menit ke-16. Inter pun berada dalam posisi tertinggal 0-2 di kandang sendiri.

Namun, keadaan mulai berubah setelah Carlos Augusto mencetak gol pada menit ke-26. Gol tersebut membuat Inter kembali mendapatkan kepercayaan diri.

Sembilan menit berselang, Nicolò Barella menyamakan kedudukan menjadi 2-2. Inter berhasil menghapus defisit dua gol sebelum babak pertama berakhir.

Memasuki babak kedua, Nerazzurri semakin agresif. Marcus Thuram membawa Inter berbalik unggul pada menit ke-57.

Pio Esposito kemudian menambah gol pada menit ke-67. Ange-Yoan Bonny membuat skor menjadi 5-2 pada menit ke-79.

Udinese sempat memperkecil ketertinggalan melalui Idrissa Gueye pada menit ke-90, tetapi Inter tetap mampu mempertahankan kemenangan dengan skor 5-3.

Comeback menjadi cerita utama pertandingan

Salah satu hal yang paling menarik dari kemenangan Inter adalah proses comeback yang dilakukan.

Tertinggal 0-2 di kandang sendiri tentu bukan situasi ideal. Namun, Inter mampu mengubah tekanan menjadi motivasi untuk meningkatkan intensitas serangan.

Gol Carlos Augusto menjadi titik balik. Setelah itu, permainan Inter menjadi semakin dominan dan Udinese mulai kesulitan keluar dari tekanan.

Barella kemudian mencetak gol penyama kedudukan. Setelah turun minum, Inter tidak memberikan banyak kesempatan kepada Udinese untuk kembali mengontrol pertandingan.

Gol Thuram pada awal babak kedua semakin memperkuat momentum tuan rumah. Setelah unggul, Inter justru mampu mencetak dua gol tambahan.

Comeback tersebut menunjukkan bahwa Inter memiliki mentalitas yang cukup kuat. Mereka tidak panik meski tertinggal dua gol dan tetap berusaha memainkan permainan agresif.

Delapan gol tercipta di San Siro

Pertandingan Inter vs Udinese menjadi salah satu laga dengan jumlah gol terbanyak pada pekan keempat Serie A.

Secara keseluruhan, terdapat delapan gol yang tercipta.

MenitPencetak GolTim
9′James AbankwahUdinese
16′Jurgen EkkelenkampUdinese
26′Carlos AugustoInter
35′Nicolò BarellaInter
57′Marcus ThuramInter
67′Pio EspositoInter
79′Ange-Yoan BonnyInter
90′Idrissa GueyeUdinese

Inter mencetak lima gol dari enam tembakan tepat sasaran, sementara Udinese mampu mencetak tiga gol. Hasil ini memperlihatkan betapa efektifnya kedua tim dalam memanfaatkan peluang di depan gawang.

Peran penting Marcus Thuram

Marcus Thuram kembali menunjukkan kontribusi penting untuk Inter.

Setelah skor masih imbang 2-2 pada babak pertama, Inter membutuhkan gol untuk mengubah momentum menjadi keunggulan. Thuram berhasil menjawab kebutuhan tersebut melalui gol pada menit ke-57.

Gol tersebut membuat Inter untuk pertama kalinya unggul dalam pertandingan. Setelah itu, tekanan kepada Udinese semakin besar.

Thuram menjadi salah satu pemain yang mampu memberikan ancaman melalui pergerakan di lini depan. Kehadirannya juga membuat pertahanan Udinese harus bekerja lebih keras.

Selain Thuram, kontribusi Pio Esposito dan Ange-Yoan Bonny tidak kalah penting. Keduanya ikut mencetak gol sehingga Inter mampu memperlebar jarak hingga tiga gol.

Inter masih sempurna di Serie A

Kemenangan Inter 5-3 atas Udinese membuat Nerazzurri mempertahankan catatan sempurna setelah empat pertandingan.

Inter kini mengoleksi 12 poin dari empat laga. Artinya, mereka selalu meraih kemenangan sejak awal musim Serie A 2026/2027.

Catatan tersebut menjadi modal penting bagi Inter dalam persaingan memperebutkan gelar. Meski musim masih sangat panjang, awal yang sempurna tentu memberikan kepercayaan diri kepada skuad.

Namun, ada satu catatan yang harus diperhatikan. Inter telah kebobolan tiga gol dalam pertandingan melawan Udinese.

Lini pertahanan perlu segera diperbaiki agar Inter tidak terlalu sering memberikan kesempatan kepada lawan. Menghadapi tim yang lebih kuat, kebobolan dua atau tiga gol bisa membuat comeback menjadi jauh lebih sulit.

Posisi Inter di klasemen Serie A terbaru

Lalu, bagaimana posisi Inter di klasemen Serie A terbaru setelah menang atas Udinese?

Inter berada di papan atas dengan koleksi 12 poin. Mereka bersaing ketat dengan AS Roma yang juga memiliki 12 poin.

Roma mempertahankan rekor sempurna setelah mengalahkan Torino dengan skor 2-0. Sementara itu, Como menempati posisi ketiga setelah menang 2-1 atas Parma dan mengoleksi 10 poin.

Gambaran persaingan papan atas setelah pertandingan 14 September 2026 adalah sebagai berikut:

PosisiTimPoin
1AS Roma12
2Inter12
3Como10
4Napoli9
5Juventus7

Inter dan Roma sama-sama memiliki 12 poin. Persaingan di posisi teratas pun menjadi semakin menarik karena kedua tim sama-sama mengawali musim dengan empat kemenangan.

Inter punya modal kuat untuk bersaing

Empat kemenangan beruntun memberikan sinyal positif bagi perjalanan Inter musim ini.

Nerazzurri tidak hanya menunjukkan kemampuan mencetak banyak gol, tetapi juga mampu memenangkan pertandingan dalam kondisi sulit.

Dua gol cepat Udinese tidak membuat Inter kehilangan arah. Sebaliknya, mereka mampu meningkatkan tempo permainan dan mencetak lima gol balasan.

Kemampuan tersebut sangat penting dalam kompetisi panjang seperti Serie A. Sebuah tim yang ingin menjadi juara membutuhkan konsistensi sekaligus mentalitas untuk menghadapi berbagai situasi.

Namun, Inter tidak boleh terlena. Kebobolan tiga gol di kandang menjadi peringatan bahwa pertahanan masih perlu mendapatkan perhatian.

Jika masalah tersebut bisa diperbaiki, Inter akan memiliki kombinasi yang sangat berbahaya antara produktivitas lini depan dan pengalaman pemain-pemain di sektor tengah.

Udinese harus mengevaluasi lini pertahanan

Bagi Udinese, kekalahan 3-5 menjadi hasil yang mengecewakan karena mereka sebenarnya memiliki awal pertandingan yang sangat bagus.

Unggul 2-0 pada menit ke-16 memberikan peluang besar untuk membawa pulang poin dari San Siro. Sayangnya, keunggulan tersebut tidak mampu dipertahankan.

Setelah Inter memperkecil skor, Udinese kesulitan menjaga intensitas permainan. Lini belakang mereka semakin sering mendapatkan tekanan.

Mencetak tiga gol di markas Inter sebenarnya merupakan pencapaian positif. Namun, kebobolan lima gol membuat usaha tersebut tidak menghasilkan poin.

Pelatih Udinese perlu memperbaiki organisasi pertahanan agar tim mampu mempertahankan keunggulan ketika menghadapi lawan dengan kualitas serangan tinggi.

Kesimpulan

Inter menang 5-3 atas Udinese dalam pertandingan spektakuler di San Siro. Udinese sempat unggul 2-0 melalui James Abankwah dan Jurgen Ekkelenkamp.

Inter kemudian bangkit melalui Carlos Augusto dan Nicolò Barella sebelum Marcus Thuram, Pio Esposito, serta Ange-Yoan Bonny mencetak tiga gol tambahan. Udinese hanya mampu memperkecil skor melalui Idrissa Gueye pada menit ke-90.

Tambahan tiga poin membuat Inter mengoleksi 12 poin dari empat pertandingan dan tetap berada di papan atas klasemen Serie A. Nerazzurri bersaing ketat dengan AS Roma yang memiliki jumlah poin sama, sedangkan Como membuntuti dengan 10 poin.

Kemenangan ini menjadi bukti mentalitas Inter yang mampu bangkit dari situasi sulit. Jika mampu memperbaiki lini pertahanan sekaligus mempertahankan ketajaman di depan gawang, Nerazzurri berpotensi terus menjadi salah satu kandidat kuat dalam persaingan gelar Serie A 2026/2027.

penulis rv

Post Comment