Terjebak di Level Gocap, Telkom Ungkap Strategi Hadapi Kerugian Investasi GOTO Rp 5,22 Triliun

Sekolapedia – 07 September 2026 | Kondisi pasar modal Indonesia kembali menjadi sorotan setelah fenomena harga saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) yang tak kunjung bergerak naik. Harga saham GOTO mentok di level gocap, begini nasib investasi Telkom (TLKM) yang kini tengah menghadapi tantangan besar akibat penurunan nilai aset yang signifikan. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), melalui anak usahanya Telkomsel, melaporkan adanya kerugian sementara atau floating loss yang mencapai angka fantastis, yakni Rp 5,22 triliun.

Berdasarkan data laporan terbaru, Telkomsel tercatat memegang sebanyak 23,72 miliar lembar saham GOTO atau setara dengan 1,99% dari total saham yang beredar di publik per 31 Agustus 2026. Masalah utama muncul karena Telkomsel melakukan pembelian saham tersebut pada harga Rp 270 per lembar, sementara saat ini harga pasar GOTO tertahan di level Rp 50 per saham. Selisih harga yang sangat lebar inilah yang memicu pembengkakan nilai kerugian belum terealisasi tersebut.

Dinamika Pasar vs Manfaat Strategis

Menanggapi situasi ini, pihak manajemen Telkom memberikan klarifikasi mengenai tujuan awal investasi mereka. Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkomsel, Daru Mulyawan, menegaskan bahwa pergerakan harga saham di bursa tidak selalu mencerminkan nilai sebenarnya dari sebuah kemitraan. Ia menjelaskan bahwa harga saham GOTO mentok di level gocap, begini nasib investasi Telkom (TLKM) yang sebenarnya lebih difokuskan pada sinergi jangka panjang.

Menurut Daru, investasi ini merupakan bagian dari langkah strategis untuk mengoptimalkan potensi sinergi dan menciptakan nilai tambah bagi ekosistem Telkomsel. Oleh karena itu, fluktuasi harga saham yang mencerminkan dinamika pasar saat ini dianggap tidak merepresentasikan manfaat strategis yang sedang dibangun melalui kerja sama kedua perusahaan tersebut.

Keterangan Data Detail Informasi
Jumlah Saham GOTO di Telkomsel 23,72 Miliar Lembar
Persentase Kepemilikan 1,99%
Harga Perolehan (Avg) Rp 270 per saham
Harga Pasar Saat Ini Rp 50 per saham
Total Floating Loss Rp 5,22 Triliun

Evaluasi Ketat dan Prinsip Kehati-hatian

Meskipun menghadapi tekanan kerugian yang besar, Telkom berkomitmen untuk tetap menjalankan evaluasi secara disiplin. Perusahaan memastikan bahwa setiap langkah ke depan akan diambil dengan prinsip kehati-hatian atau prudent. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa realisasi sinergi tetap berjalan sesuai dengan rencana bisnis yang telah ditetapkan sejak awal.

Dalam laporan keuangan periode semester I-2026, Telkomsel menggunakan metode nilai wajar (fair value) level 1 untuk menilai investasi mereka. Berikut adalah ringkasan pergerakan nilai wajar investasi GOTO yang tercatat dalam laporan keuangan:

  • 31 Desember 2025: Nilai wajar tercatat Rp 64 per saham (kerugian belum terealisasi Rp 142 miliar).
  • 31 Desember 2024: Nilai wajar tercatat Rp 70 per saham (kerugian belum terealisasi Rp 380 miliar).
  • 30 Juni 2026: Nilai wajar tercatat Rp 50 per saham (kerugian belum terealisasi Rp 332 miliar).

Melihat tren tersebut, manajemen menyadari bahwa harga saham GOTO mentok di level gocap, begini nasib investasi Telkom (TLKM) yang menuntut kajian komprehensif lebih lanjut. Setiap keputusan terkait penambahan atau pelepasan aset akan mengikuti mekanisme tata kelola perusahaan yang berlaku guna meminimalisir risiko di masa mendatang.

Langkah Strategis ke Depan

Telkomsel menyatakan akan terus memantau kinerja investasi secara berkala. Fokus utama perusahaan bukan sekadar pada angka di layar bursa, melainkan pada bagaimana integrasi layanan antara Telkomsel dan ekosistem GoTo dapat memberikan dampak nyata bagi pendapatan perusahaan. Perusahaan akan memastikan bahwa setiap keputusan investasi di masa depan didasarkan pada kajian data yang mendalam dan mekanisme persetujuan yang ketat.

Dengan kondisi harga saham GOTO mentok di level gocap, begini nasib investasi Telkom (TLKM) yang sedang diuji, investor kini menanti apakah sinergi strategis yang dijanjikan mampu mengompensasi kerugian nilai pasar yang dialami Telkomsel. Perusahaan berjanji untuk tetap menjaga kesehatan finansial dan mengutamakan penciptaan nilai jangka panjang bagi para pemegang sahamnya.

Post Comment