Sekolapedia – 07 September 2026 | Dunia hiburan global kembali dikejutkan dengan pengakuan jujur dari salah satu ikon pop terbesar saat ini. Dalam dokumenter terbarunya yang bertajuk “Always Lalisa“, Lisa BLACKPINK ungkap alasan selalu rahasiakan hubungan asmara yang selama ini menjadi teka-teki bagi para penggemar di seluruh dunia. Melalui tayangan tersebut, penyanyi asal Thailand ini membuka tabir kehidupan pribadinya yang selama ini tersimpan rapat di balik gemerlap panggung K-pop.
Lisa menceritakan bagaimana perjalanan hidupnya dimulai sejak usia 14 tahun ketika ia memutuskan pindah dari Thailand ke Korea Selatan untuk menjadi seorang trainee. Masa-masa awal tersebut tidaklah mudah; ia harus menghadapi persaingan ketat, evaluasi bulanan yang menekan, hingga kendala bahasa yang signifikan. Namun, tekanan terbesar yang ia rasakan bukan hanya soal profesionalisme, melainkan juga batasan sosial yang melekat pada profesi idola K-pop.
Terkait kehidupan pribadinya, Lisa BLACKPINK ungkap alasan selalu rahasiakan hubungan asmara adalah demi menjaga stabilitas dan popularitas grup BLACKPINK. Ia menjelaskan bahwa dalam budaya K-pop, menjalin hubungan asmara seringkali dianggap sebagai hal yang sensitif. Jika seorang idola tertangkap oleh paparazzi sedang berkencan, hal tersebut dapat memicu reaksi negatif dari penggemar yang berpotensi menurunkan popularitas grup secara keseluruhan.
“Dulu, aku pernah menjalin beberapa hubungan asmara, tapi kami harus merahasiakan kalau kami pacaran,” ungkap Lisa dalam dokumenter tersebut. Ia menekankan bahwa keputusannya untuk tetap anonim bukan semata-mata karena keinginan untuk menjaga privasi diri sendiri, melainkan bentuk dedikasi dan tanggung jawabnya terhadap rekan satu grupnya. Ia tidak ingin kehidupan pribadinya menjadi beban atau faktor perusak kesuksesan yang telah dibangun bersama BLACKPINK.
Pengalaman emosional ini ternyata memberikan pengaruh mendalam pada karya musiknya. Lisa BLACKPINK ungkap alasan selalu rahasiakan hubungan asmara juga menjadi inspirasi utama di balik terciptanya lagu berjudul “Dream” yang terdapat dalam album solo perdananya, Alter Ego. Lagu tersebut merupakan refleksi dari kerinduan dan kompleksitas hubungan yang ia jalani secara sembunyi-sembunyi di masa lalu.
Menariknya, sebelum merilis lagu tersebut, Lisa menunjukkan etika yang sangat tinggi dengan menghubungi mantan kekasihnya untuk meminta izin. Sosok yang menginspirasi lagu tersebut memberikan persetujuan, namun dengan satu syarat mutlak: identitasnya harus tetap dirahasiakan dari publik. Hal ini membuktikan bahwa meskipun ia kini memiliki kebebasan lebih besar setelah mendirikan agensi LLOUD pada 2024, ia tetap menjunjung tinggi privasi orang-orang di sekitarnya.
Berikut adalah ringkasan poin penting mengenai perjalanan karier dan pernyataan Lisa dalam dokumenter “Always Lalisa”:
n
- Masa Trainee: Dimulai pada usia 14 tahun di bawah naungan YG Entertainment dengan tantangan bahasa dan tekanan evaluasi.
- Aturan K-pop: Adanya stigma negatif terhadap idola yang menjalin hubungan asmara yang dapat berdampak pada popularitas grup.
- Keputusan Pribadi: Memilih merahasiakan hubungan demi melindungi nama baik BLACKPINK.
- Karya Musik: Lagu “Dream” di album Alter Ego terinspirasi dari hubungan masa lalu yang dirahasiakan.
- Jadwal Tayang: Dokumenter akan tayang perdana di Toronto International Film Festival pada 11 September 2026, diikuti perilisan bioskop dan YouTube Premium.
Kini, setelah bertransformasi menjadi solois yang mandiri melalui LLOUD, Lisa tampak lebih berani dalam menentukan arah hidupnya. Ia mulai mengeksplorasi berbagai bidang mulai dari musik, akting, hingga pertunjukan global. Meskipun ia kini memiliki kebebasan yang lebih luas, prinsip untuk menghargai dampak tindakannya terhadap orang lain dan karier yang telah ia bangun tetap menjadi kompas utamanya dalam melangkah ke masa depan.
Secara keseluruhan, pengakuan Lisa ini memberikan perspektif baru bagi publik mengenai beratnya beban mental yang dipikul oleh seorang idola K-pop. Di balik senyum dan penampilan yang sempurna di atas panggung, terdapat perjuangan untuk menyeimbangkan antara hak sebagai manusia biasa dan tanggung jawab sebagai ikon global yang harus menjaga ekspektasi jutaan penggemar.


Post Comment