Misteri Kerangka di Tol Jangli Terungkap: Jejak Digital Bongkar Sadisnya Mahendra Very Dwi Anggara Habisi Nyawa Mozza Axillia

Misteri Kerangka di Tol Jangli Terungkap: Jejak Digital Bongkar Sadisnya Mahendra Very Dwi Anggara Habisi Nyawa Mozza Axillia

Sekolapedia – 07 September 2026 | Kasus hilangnya Mozza Axillia Gunarsa yang menyisakan misteri panjang selama satu tahun akhirnya menemui titik terang yang memilukan. Penemuan kerangka manusia di kawasan Tol Jangli, Semarang, menjadi awal dari terbongkarnya kejahatan keji yang dilakukan oleh orang terdekat korban. Investigasi mendalam mengungkap sadisnya Mahendra Very Dwi Anggara habisi nyawa Mozza Axillia, survei lokasi hingga cari alat untuk melancarkan aksinya tanpa terdeteksi selama berbulan-bulan.

Perjalanan kasus ini bermula ketika Mozza dilaporkan hilang sejak Juni 2025. Orang tua korban sempat melakukan upaya pencarian secara mandiri dengan melacak posisi motor korban melalui GPS. Namun, jejak digital tersebut seolah menemui jalan buntu hingga akhirnya polisi menemukan bukti krusial melalui perangkat elektronik milik orang tua korban. Bukti tersebut berupa riwayat percakapan di aplikasi Instagram yang menunjukkan interaksi intens antara korban dan terduga pelaku.

Bukti Chat Instagram dan Penelusuran Identitas Pelaku

Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Bodia Teja Lelana, menjelaskan bahwa akun Instagram korban yang masih tertaut di ponsel orang tuanya menjadi kunci utama pengungkapan kasus ini. Melalui percakapan tersebut, polisi berhasil mengidentifikasi sosok yang merupakan orang terakhir yang berkomunikasi dengan korban. Berbekal petunjuk digital ini, petugas melakukan penyisiran di sebuah rumah kos di Jalan Sriwijaya, Kecamatan Candisari, Kota Semarang.

Di lokasi tersebut, polisi mendapatkan identitas pelaku berinisial MDVA (22). Setelah dilakukan pendalaman, terungkap bahwa sadisnya Mahendra Very Dwi Anggara habisi nyawa Mozza Axillia, survei lokasi hingga cari alat dilakukan dengan sangat terencana. Pelaku diketahui berkenalan dengan korban melalui platform TikTok pada Mei 2025 dan mengaku telah menjalin hubungan asmara dengan korban, meskipun mereka baru saja saling mengenal.

Kronologi Pembunuhan di Kamar Kos

Berdasarkan hasil penyelidikan, aksi pembunuhan tersebut terjadi di sebuah kamar kos di kawasan Gang Garuda, Tegalsari, Semarang. Berikut adalah ringkasan fakta yang berhasil dihimpun oleh pihak kepolisian:

  • Modus Operandi: Pelaku membekap korban di dalam kamar kos hingga tewas.
  • Lokasi Kejadian: Sebuah kamar kos di Candisari/Tegalsari, Semarang, di mana pelaku hanya menghuni kos tersebut selama dua pekan.
  • Temuan Jasad: Korban ditemukan dalam kondisi sudah menjadi kerangka di area jurang Tol Jangli, Semarang.
  • Motif: Diduga terkait dengan hubungan asmara yang dibangun pelaku melalui media sosial.

Tetangga di sekitar lokasi kejadian mengaku sempat mendengar suara keributan sebelum kejadian tersebut, namun tidak menyangka bahwa hal itu merupakan peristiwa pembunuhan. Hal ini semakin menambah kemurkaan publik saat mengetahui sadisnya Mahendra Very Dwi Anggara habisi nyawa Mozza Axillia, survei lokasi hingga cari alat untuk menutupi jejaknya.

Penangkapan Pelaku di Blora

Setelah identitasnya terungkap, kepolisian segera melakukan pengejaran terhadap Mahendra Very Dwi Anggara hingga ke daerah asalnya di Blora. Pelaku berhasil diringkus pada Kamis malam menjelang Jumat (3/9) sekitar pukul 09.00 WIB. Ironisnya, saat penangkapan dilakukan, pelaku sedang berada di sebuah lapangan voli di Kalitengah, Banjarejo, dalam kondisi sedang menonton turnamen voli. Kepala Desa Banjarejo, Suwarno, mengonfirmasi bahwa pria tersebut memang warga setempat yang dijemput pihak berwajib saat sedang menonton pertandingan.

Kini, Mahendra Very Dwi Anggara harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Polisi telah menetapkan status tersangka kepada pelaku dengan ancaman hukuman yang sangat berat. Mengingat sadisnya Mahendra Very Dwi Anggara habisi nyawa Mozza Axillia, survei lokasi hingga cari alat yang dilakukan secara terencana, pelaku terancam hukuman penjara minimal 15 tahun.

Kasus ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat akan bahaya interaksi dengan orang asing melalui media sosial tanpa kewaspadaan yang tinggi. Hilangnya nyawa Mozza Axillia meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sementara penangkapan pelaku memberikan sedikit keadilan atas misteri yang sempat menyelimuti hilangnya gadis malang tersebut selama setahun terakhir.

Post Comment