Sekolapedia – 05 September 2026 | Stadion Kapten I Wayan Dipta kembali bergemuruh menyambut dimulainya musim baru Super League 2026/2027. Dalam laga pembuka yang penuh drama, Bali United sukses mengamankan tiga poin penuh setelah menundukkan PSS Sleman dengan skor tipis 2-1. Sorotan utama dalam pertandingan ini tertuju pada aksi gemilang pemain muda, Queven Inacio, yang berhasil mencetak gol krusial bagi kemenangan Serdadu Tridatu.
Bertanding di hadapan sekitar 16.000 penonton, termasuk kehadiran 2.500 suporter PSS Sleman yang antusias, Bali United langsung menunjukkan dominasinya sejak peluit pertama dibunyikan. Skuad asuhan Johnny Jansen tampil agresif menekan lini pertahanan Super Elang Jawa. Keunggulan tuan rumah akhirnya tercipta pada menit ke-39 melalui eksekusi penalti yang tenang dari gelandang asal Jepang, Teppei Yachida. Keputusan wasit Thoriq Munir Alkatiri untuk memberikan penalti didasarkan pada tinjauan Video Assistant Referee (VAR) yang menunjukkan adanya pelanggaran di dalam kotak terlarang PSS Sleman.
Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan semakin meningkat. Pemain muda asal Bali, Rahmat Arjuna, sempat memberikan ancaman serius pada menit ke-62 dengan peluang emas di depan gawang yang kosong, namun penyelesaiannya masih meleset. Momentum keunggulan Bali United akhirnya benar-benar terkunci pada menit ke-66 melalui aksi spektakuler Queven Inacio. Mengambil memanfaatkan umpan silang matang dari Remco Balk di sisi kiri, gelandang bernomor punggung 88 tersebut melepaskan tendangan voli yang tidak mampu dibendung oleh kiper Ega Rizky. Gol ini sekaligus menjadi gol perdana Queven bersama Bali United di kompetisi musim ini.
PSS Sleman yang tertinggal dua gol mencoba bangkit melalui strategi pergantian pemain yang dilakukan oleh pelatih Pieter Huistra. Upaya tersebut membuahkan hasil di masa injury time. Melvyn Lorenzen, yang masuk sebagai pemain pengganti, berhasil memperkecil ketertinggalan pada menit ke-90+5. Meskipun sempat menciptakan ketegangan di penghujung laga, Bali United mampu mempertahankan keunggulan hingga wasit meniup peluit panjang.
Pascapertandingan, suasana di bangku cadangan kedua tim menunjukkan emosi yang kontras. Pelatih Bali United, Johnny Jansen, menyatakan kepuasannya atas performa anak asuhnya. Sementara itu, Pieter Huistra dari PSS Sleman tak mampu menyembunyikan kekecewaannya. Ia menuding kecerobohan lini belakang menjadi penyebab utama kegagalan timnya meraih poin. Menurutnya, gol penalti Teppei Yachida dan gol dari Queven Inacio lahir dari kesalahan pemain yang sebenarnya tidak perlu terjadi.
Berikut adalah ringkasan statistik dan susunan pemain pada pertandingan tersebut:
| Keterangan | Detail Pertandingan |
|---|---|
| Skor Akhir | Bali United 2 – 1 PSS Sleman |
| Pencetak Gol Bali United | Teppei Yachida (40′), Queven Inacio (66′) |
| Pencetak Gol PSS Sleman | Melvyn Lorenzen (90+5′) |
| Lokasi | Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar |
| Jumlah Penonton | ± 16.000 orang |
Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Bali United untuk menatap musim kompetisi yang panjang, sekaligus menjadi ajang balas dendam atas kekalahan mereka dari PSS Sleman pada laga pembuka musim 2023/2024 silam. Bagi PSS Sleman, kekalahan ini menjadi pelajaran keras mengenai pentingnya konsentrasi di lini pertahanan agar tidak memberikan celah bagi lawan untuk mencetak gol melalui pemain seperti Queven Inacio dan rekan-rekannya.
Secara keseluruhan, laga pembuka Super League 2026/2027 ini menyuguhkan kualitas sepak bola yang kompetitif. Kembalinya atmosfer stadion yang riuh serta penggunaan teknologi VAR memberikan dimensi baru dalam jalannya pertandingan, memastikan setiap keputusan krusial diambil dengan akurasi yang lebih tinggi.



Post Comment