Demi Tumbuh Kembang Sempurna, Rossa Libatkan Yoyo Padi sebagai Figur Papa untuk Anak Angkatnya

Demi Tumbuh Kembang Sempurna, Rossa Libatkan Yoyo Padi sebagai Figur Papa untuk Anak Angkatnya

Sekolapedia – 05 September 2026 | Dunia hiburan tanah air kembali dihangatkan oleh kisah menyentuh dari penyanyi kenamaan Indonesia, Rossa. Di tengah perjalanan hidupnya sebagai seorang ibu tunggal, Rossa menunjukkan kedewasaan luar biasa dalam mengasuh putri angkatnya, Raina Mikayla Almahyra. Dalam upaya memastikan keseimbangan emosional sang buah hati, Rossa libatkan Yoyo Padi sebagai figur papa untuk anak angkatnya agar Raina tetap mendapatkan kasih sayang yang utuh dari sosok laki-laki di dalam keluarganya.

Langkah mulia ini diambil Rossa bukan tanpa alasan. Meskipun ikatan pernikahan dengan Surendro Prasetyo, atau yang akrab disapa Yoyo Padi, telah berakhir sejak tahun 2009, keduanya sepakat untuk tetap menjalin hubungan kekeluargaan yang harmonis. Fokus utama mereka saat ini adalah menjalankan sistem co-parenting yang sehat demi kepentingan terbaik anak-anak mereka, baik putra kandung Rossa, Rizky Langit Ramadhan, maupun putri angkatnya, Raina.

Keputusan di mana Rossa libatkan Yoyo Padi sebagai figur papa untuk anak angkatnya bertujuan agar Raina tidak merasa kehilangan sosok ayah dalam masa pertumbuhannya. Yoyo sendiri menunjukkan komitmen yang tinggi dengan rutin meluangkan waktu untuk mengunjungi Raina di kediaman Rossa. Kehadiran Yoyo tetap terjaga bahkan di saat Rossa sedang tidak berada di rumah atau ketika Rizky sedang berada di Bandung, sehingga Raina selalu merasakan kehadiran sosok figur ayah yang hangat.

Perjalanan Emosional Menuju Keputusan Adopsi

Keputusan Rossa untuk mengadopsi Raina bukanlah sebuah langkah yang diambil secara impulsif. Jauh sebelum kehadiran Raina, Rossa sebenarnya telah mengungkapkan keinginan mendalam untuk memiliki anak kembali. Menariknya, keinginan ini bahkan lebih besar dibandingkan keinginannya untuk menikah lagi. Dalam sebuah diskusi mendalam, Rossa sempat mempertimbangkan berbagai opsi medis, termasuk prosedur egg freezing sebelum memasuki usia 40 tahun.

Baca juga:
How to Teach Kids to Set Goals: Simple Strategies for Parents

Namun, sebuah percakapan dengan seorang teman mengenai banyaknya anak yang membutuhkan kasih sayang orang tua membuka cakrawala baru bagi Rossa. Ia merasa terpanggil untuk memberikan rumah dan keluarga bagi anak yang membutuhkan. Ikatan batin tersebut terasa begitu kuat saat pertama kali ia menggendong Raina yang saat itu masih berusia di bawah tiga bulan. Sejak saat itu, Raina resmi menjadi bagian tak terpisahkan dari keluarga besar Rossa.

Berikut adalah beberapa poin utama di balik dinamika keluarga baru Rossa:

  • Prioritas Tumbuh Kembang: Rossa mengutamakan pemenuhan kebutuhan kasih sayang dari kedua figur orang tua bagi Raina.
  • Komitmen Co-Parenting: Meski telah lama berpisah, Rossa dan Yoyo tetap solid bekerja sama dalam pengasuhan.
  • Kedekatan Keluarga: Raina kini tumbuh dalam lingkungan yang hangat dan memiliki hubungan yang erat dengan kakaknya, Rizky.

Melalui cara Rossa libatkan Yoyo Padi sebagai figur papa untuk anak angkatnya, ia memberikan pelajaran berharga bagi publik bahwa perpisahan secara hukum tidak harus berarti terputusnya ikatan kekeluargaan. Keharmonisan yang mereka bangun menunjukkan bahwa prioritas tertinggi seorang orang tua adalah kenyamanan dan kebahagiaan anak di atas ego pribadi.

Baca juga:
Top 10 Parenting Apps and Websites Every Family Should Know

Kehadiran Raina Mikayla Almahyra telah memberikan warna baru dalam hidup Rossa. Dengan dukungan penuh dari Yoyo Padi, perjalanan pengasuhan ini diharapkan dapat memberikan fondasi mental yang kuat bagi Raina untuk tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri dan penuh kasih sayang. Konsistensi dalam Rossa libatkan Yoyo Padi sebagai figur papa untuk anak angkatnya menjadi bukti nyata dari dedikasi seorang ibu yang ingin memberikan yang terbaik bagi masa depan anaknya.

Kisah ini menjadi inspirasi bagi banyak orang tua mengenai pentingnya komunikasi dan kerja sama dalam pola asuh anak, terlepas dari status pernikahan yang ada. Fokus pada kebahagiaan anak adalah kunci utama dalam membangun keluarga yang sehat secara emosional.

Baca juga:
How to Help Children Build Confidence Through Goal Accomplishment

Post Comment