Antara Anugerah dan Bencana: Fenomena Perubahan Cuaca Ekstrem dan Upaya Manusia Menjemput Hujan

Antara Anugerah dan Bencana: Fenomena Perubahan Cuaca Ekstrem dan Upaya Manusia Menjemput Hujan

Sekolapedia – 04 September 2026 | Fenomena perubahan cuaca yang ekstrem tengah menjadi sorotan utama di berbagai wilayah, di mana kehadiran hujan kini dipandang dari dua sisi yang berbeda: sebagai solusi atas kekeringan yang melanda atau sebagai ancaman bencana akibat intensitas yang terlalu tinggi. Di saat sebagian wilayah merindukan tetesan air untuk memadamkan kebakaran hutan, wilayah lain justru harus bersiaga menghadapi potensi cuaca buruk yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk periode 5 hingga 6 September 2026. Berdasarkan data prakiraan cuaca, sejumlah wilayah di Indonesia diprediksi akan mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat. Selain curah hujan yang tinggi, BMKG juga memperingatkan adanya potensi angin kencang di beberapa provinsi. Kondisi ini menuntut kewaspadaan ekstra dari masyarakat, terutama bagi mereka yang beraktivitas di luar ruangan atau berada di wilayah yang rentan terhadap perubahan cuaca mendadak.

Di sisi lain, dampak dari musim kemarau yang berkepanjangan dan fenomena El Nino telah menimbulkan krisis air di berbagai daerah. Hal ini memicu munculnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang semakin meluas. Menanggapi situasi kritis ini, Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengajak umat Islam untuk melakukan upaya spiritual melalui Salat Istisqa. Wakil Ketua Umum MUI, Cholil Nafis, menekankan bahwa selain upaya teknis oleh pemerintah, doa bersama merupakan bentuk ikhtiar spiritual yang penting untuk memohon turunnya hujan guna mengatasi kekeringan dan karhutla.

Langkah nyata serupa juga terlihat di Parepare, Sulawesi Selatan. Pada Jumat (4/9/2026), warga dan tokoh agama berkumpul di Lapangan Andi Makkasau untuk melaksanakan Salat Istisqa. Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, menyatakan bahwa ibadah ini dilakukan sebagai bentuk kepasrahan manusia di tengah dampak El Nino yang mengganggu sektor pertanian dan meningkatkan frekuensi kebakaran lahan di kotanya. Beliau menegaskan bahwa ikhtiar fisik harus selalu diimbangi dengan doa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Baca juga:
Dari Relawan Gibran ke Kursi Komisaris: Perombakan Struktural BUMN dan Sorotan Publik

Selain upaya spiritual, teknologi juga digunakan untuk memicu turunnya hujan. Di Malaysia, Jabatan Meteorologi (MetMalaysia) sukses melaksanakan Operasi Pembenihan Awan (OPA) di wilayah Kedah dan Perlis. Dengan menggunakan pesawat C130 Hercules milik Tentera Udara Diraja Malaysia, operasi ini menyasarkan beberapa empangan utama seperti Empangan Pedu, Muda, Ah Ning, Beris, dan Timah Tasoh. Keberhasilan operasi ini terbukti dengan tercapainya curah hujan yang signifikan, dengan rekaman tertinggi mencapai 44.8 mm di Stesen Padang Besar, Perlis.

Sementara itu, perubahan cuaca yang membawa kelembapan tinggi juga memberikan dampak pada aspek domestik di rumah tangga. Banyak warga mengeluhkan pintu kayu yang menjadi sulit ditutup saat musim hujan tiba. Secara teknis, hal ini disebabkan oleh beberapa faktor utama:

Baca juga:
What Are the World’s Most Popular Sports? Top 10 Games Ranked by Global Fans
  • Sifat Higroskopis Kayu: Kayu memiliki kemampuan menyerap uap air dari udara. Saat kelembapan meningkat, sel-sel kayu mengembang sehingga ukuran pintu bertambah sedikit dan menyebabkan macet pada kusen.
  • Karat pada Engsel: Udara lembap mempercepat proses korosi pada komponen logam engsel, yang membuat pergerakan pintu menjadi berat.
  • Pergeseran Posisi: Engsel yang sudah kendur akibat pemakaian lama akan membuat posisi pintu tidak presisi, yang diperparah dengan kondisi kayu yang sedang mengembang.

Secara keseluruhan, dinamika cuaca yang terjadi saat ini menuntut kesiapan dari berbagai lini. Mulai dari kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem melalui peringatan dini BMKG, upaya teknis melalui pembenihan awan, hingga penguatan sisi spiritual melalui doa bersama. Masyarakat dihimbau untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca serta menjaga kelestarian lingkungan demi keseimbangan alam yang lebih baik.

Baca juga:
Harga Emas Antam Anjlok Hari Ini, Peluang Emas Dunia Melaju ke Level Baru?

Post Comment