Fenomena Langka! Gempa Susulan Flores Nyaris 10 Ribu Kali, Mengapa Sesar Lain Ikut ‘Terbangun’?

Fenomena Langka! Gempa Susulan Flores Nyaris 10 Ribu Kali, Mengapa Sesar Lain Ikut 'Terbangun'?

Sekolapedia – 01 September 2026 | Aktivitas seismik di wilayah Nusa Tenggara Timur tengah menjadi perhatian serius dunia geologi. Pasca gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7, tercatat fenomena alam yang luar biasa di mana gempa susulan Flores nyaris 10 ribu kali, ini penjelasan pakar IABI yang mengungkap adanya dinamika tektonik yang kompleks di bawah permukaan bumi.

Hingga Minggu (30/8/2026) pukul 11.00 WIB, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat telah terjadi sebanyak 9.870 gempa susulan di wilayah Flores. Rangkaian gempa ini memiliki rentang magnitudo yang sangat lebar, mulai dari skala terkecil M 1,0 hingga yang terbesar mencapai M 6,2. Dari total ribuan kejadian tersebut, sebanyak 35 gempa tercatat memiliki magnitudo minimal 5,0, dan setidaknya 156 guncangan berhasil dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.

Analisis Tektonik: Mengapa Jumlahnya Begitu Masif?

Tingginya frekuensi gempa ini memicu pertanyaan besar di kalangan masyarakat. Menanggapi hal tersebut, Dr. Daryono selaku Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) memberikan perspektif ilmiah. Ia menjelaskan bahwa gempa susulan Flores nyaris 10 ribu kali, ini penjelasan pakar IABI yang menyatakan bahwa kuantitas gempa tersebut mencerminkan proses pelepasan energi tegangan sisa (residual stress) yang sangat aktif setelah gempa utama terjadi.

Berdasarkan data spasial BMKG, mayoritas episenter gempa susulan terkonsentrasi di sepanjang zona Flores Backarc Thrust atau Sesar Naik Belakang Busur Flores. Sebaran titik gempa ini membentang luas dari arah barat ke timur, meliputi perairan Laut Flores hingga merambat ke daratan Pulau Flores bagian tengah dan barat.

Baca juga:
Penjualan Suzuki Meroket 64% di Februari 2026, Mengungguli Honda—Apa Penyebabnya?

Berikut adalah ringkasan data gempa susulan Flores hingga 30 Agustus 2026:

Parameter Data Statistik
Total Gempa Susulan 9.870 kejadian
Rentang Magnitudo M 1,0 – M 6,2
Gempa Magnitudo ≥ 5,0 35 kejadian
Gempa yang Dirasakan Warga 156 kejadian
Kedalaman Mayoritas Di bawah 60 km (Dangkal)

Salah satu faktor utama mengapa masyarakat sering merasakan getaran adalah karena mayoritas gempa terjadi pada kedalaman yang relatif dangkal, yakni di bawah 60 kilometer. Kedalaman yang minim ini membuat energi gempa lebih mudah merambat ke permukaan dan dirasakan oleh penduduk meskipun magnitudonya berada di kisaran kecil hingga sedang.

Fenomena Off-Fault Seismicity dan Sesar yang ‘Terbangun’

Hal yang paling menarik dari rangkaian bencana ini adalah temuan adanya aktivitas pada sumber sesar lain. Dr. Daryono menekankan bahwa gempa susulan Flores nyaris 10 ribu kali, ini penjelasan pakar IABI yang menyoroti fenomena off-fault seismicity. Fenomena ini terjadi ketika transfer tegangan statis dari gempa utama memicu aktivitas pada sesar-sesar di sekitarnya.

Baca juga:
Kasus Andrie Yunus: TNI-Polri Diminta Hindari Dualisme, PSHK Serukan Penanganan di Pengadilan Umum

Pada segmen kluster Flores bagian barat, para ahli menemukan fakta mengejutkan. Terdapat empat sumber gempa signifikan dengan magnitudo di atas M 5,0 yang memiliki mekanisme sesar normal (normal fault), bukan sesar naik (thrust fault) seperti pada gempa utama. Hal ini membuktikan bahwa selain Sesar Naik Flores yang menjadi pemicu utama, terdapat sumber gempa lain yang ikut ‘terbangun’ dan aktif akibat pergeseran energi tektonik tersebut.

Mengingat kondisi gempa susulan Flores nyaris 10 ribu kali, ini penjelasan pakar IABI yang menunjukkan adanya keterlibatan berbagai struktur sesar, masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi guncangan susulan. Meskipun sebagian besar gempa memiliki magnitudo kecil, kedalamannya yang dangkal tetap berisiko menyebabkan kerusakan pada bangunan yang tidak kokoh.

Secara keseluruhan, rentetan gempa ini merupakan bagian alami dari proses penyesuaian kerak bumi dalam melepaskan ketegangan tektonik yang masif. Pemantauan intensif dari pihak BMKG dan koordinasi kebencanaan dari BNPB menjadi kunci utama dalam memitigasi dampak lebih lanjut dari aktivitas seismik yang masih berlangsung di wilayah Flores ini.

Baca juga:
Exploring the Top 10 Largest Cities in the US: A Complete Guide to America’s Biggest Metropolitan Areas

Post Comment