Sentimen Dovish Global Picu Optimisme Pasar: Pantauan Indeks FTSE 100 dan IHSG Pekan Ini

Sentimen Dovish Global Picu Optimisme Pasar: Pantauan Indeks FTSE 100 dan IHSG Pekan Ini

Sekolapedia – 10 Agustus 2026 | Pasar keuangan global tengah menunjukkan tren positif yang signifikan seiring dengan berubahnya ekspektasi kebijakan moneter bank sentral dunia. Di tengah dinamika ini, pergerakan indeks ftse 100 di Inggris turut menjadi perhatian investor bersamaan dengan penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di tanah air. Optimisme ini muncul setelah data tenaga kerja Amerika Serikat menunjukkan angka yang di bawah ekspektasi, yang kemudian memicu spekulasi bahwa bank sentral AS, The Fed, akan mengambil langkah yang lebih longgar atau ‘dovish’.

Pada perdagangan Senin (10/8/2026), IHSG dibuka menguat 30,95 poin atau 0,48 persen ke posisi 6.440,60. Penguatan ini tidak hanya terjadi di pasar domestik, tetapi juga tercermin pada bursa-bursa utama dunia lainnya. Sebagai contoh, pada perdagangan pekan sebelumnya, indeks ftse 100 Inggris mencatatkan kenaikan sebesar 0,31 persen, yang sejalan dengan penguatan bursa Eropa lainnya seperti Euro Stoxx 50 dan DAX Jerman.

Katalis Utama: Data Tenaga Kerja AS dan Kebijakan The Fed

Faktor utama yang menggerakkan sentimen pasar adalah rilis data NonFarm Payrolls (NFP) Amerika Serikat yang mengejutkan. Data tersebut mencatatkan pengurangan 23.000 lapangan kerja pada Juli 2026, setelah sebelumnya terjadi revisi ke bawah pada data bulan Juni. Kondisi ini mengubah peta ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga The Fed.

Menurut data dari LSEG, probabilitas The Fed untuk menaikkan suku bunga pada September 2026 kini menurun menjadi 43,9 persen, dari sebelumnya 57 persen. Sebaliknya, peluang The Fed untuk mempertahankan suku bunga tetap justru meningkat menjadi 60,4 persen. Penurunan ekspektasi kenaikan suku bunga inilah yang menjadi napas segar bagi pasar saham global, termasuk bagi para pelaku pasar yang memantau indeks ftse 100 dan pasar berkembang lainnya.

Indikator Ekonomi Status/Perubahan
Data NFP AS (Juli 2026) Pengurangan 23.000 lapangan kerja
Peluang Kenaikan Suku Bunga Fed (Sept 2026) Turun ke 43,9% (Sebelumnya 57%)
Probabilitas Suku Bunga Tetap (Sept 2026) Naik ke 60,4% (Sebelumnya 43,2%)

Dinamika Pasar Domestik dan Sentimen Global

Di dalam negeri, IHSG menunjukkan performa yang cukup tangguh. Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menyebutkan bahwa kombinasi antara turunnya peluang kenaikan suku bunga The Fed, penguatan harga emas, serta koreksi harga minyak menjadi katalis positif yang kuat. Selain itu, investor juga tengah mencermati beberapa agenda penting di Indonesia, seperti:

🔖 Baca juga:
Harta Karun Baru di Papua Terungkap: Peluang Emas di Tengah Gejolak Pasar Global
  • Rebalancing indeks MSCI yang dijadwalkan pada 12 Agustus 2026.
  • Rilis indeks Keyakinan Konsumen pada 10 Agustus 2026.
  • Data penjualan ritel dan sektor otomotif yang akan dirilis pekan ini.

Meskipun pasar sedang bergairah, pelaku pasar tetap diimbau untuk waspada terhadap ketegangan geopolitik di Timur Tengah, khususnya terkait akses ke Selat Hormuz yang melibatkan Iran. Ketegangan ini berpotensi memicu volatilitas pada harga energi global. Namun, sejauh ini, tren positif pada bursa global, termasuk stabilitas pada indeks ftse 100, memberikan landasan yang cukup kuat bagi pemulihan ekonomi di berbagai kawasan.

Secara keseluruhan, kombinasi antara data ekonomi AS yang melambat dan kebijakan moneter yang diprediksi akan tetap atau lebih longgar telah memberikan angin segar bagi investor. Selama fundamental ekonomi tetap terjaga dan ketegangan geopolitik tidak memuncak secara ekstrem, arah pergerakan pasar saham global diprediksi akan tetap cenderung menguat dalam jangka pendek.

Post Comment