Tragedi Berdarah di Depok: Berawal dari Karung Dikira Sampah, Terungkap Aksi Mutilasi Keji Seorang Pria

Tragedi Berdarah di Depok: Berawal dari Karung Dikira Sampah, Terungkap Aksi Mutilasi Keji Seorang Pria

Sekolapedia – 05 Agustus 2026 | Warga kawasan Tanah Merah, Kelurahan Pancoran Mas, Kota Depok, digemparkan oleh penemuan sesosok jasad pria dalam kondisi mengenaskan di sebuah lahan kosong pada Selasa (4/8/2026) sore. Penemuan jasad yang terbungkus karung beras ini menjadi awal terungkapnya kasus mutilasi sadis yang melibatkan motif ekonomi dan perselisihan pribadi.

Peristiwa mengerikan ini bermula ketika warga sekitar melihat sebuah karung mencurigakan di lahan kosong kawasan Kavling Depkes, RT 03/RW 17, Pancoran Mas. Karena mengira karung tersebut hanyalah tumpukan sampah, warga sempat melakukan tindakan pembakaran. Namun, saat api mulai melalap isi karung, warga justru terkejut melihat potongan tubuh manusia yang mulai terlihat jelas dari dalam plastik hitam dan karung tersebut.

Kasat Reskrim Polres Metro Depok, AKBP Made Gede Oka Utama, mengonfirmasi bahwa jasad yang ditemukan dalam kondisi tidak utuh tersebut diduga kuat merupakan korban pembunuhan dengan tindakan mutilasi. Berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) oleh Tim Inafis, ditemukan bahwa bagian tubuh korban tidak lengkap. Saat ditemukan, jasad tersebut hanya menyisakan bagian kepala, badan, dan kedua tangan dalam kondisi terikat.

Kronologi Penemuan dan Identifikasi Korban

Setelah dilakukan penyelidikan intensif dan koordinasi dengan pihak keluarga melalui laporan orang hilang, identitas korban akhirnya terungkap. Korban diketahui bernama Kunaefi (51), seorang warga Bojong, Kelurahan Pondok Terong, Kecamatan Cipayung, Kota Depok. Istri korban sebelumnya telah melaporkan hilangnya sang suami ke Polres Metro Depok pada Sabtu (25/7/2026).

Polisi menemukan fakta bahwa bagian tubuh korban yang hilang, yakni kedua kaki mulai dari pangkal paha hingga telapak kaki, sengaja dibuang oleh pelaku ke aliran sungai di wilayah Pitara, Pancoran Mas. Hal ini memperkuat dugaan bahwa pelaku melakukan mutilasi untuk menghilangkan jejak dan menyulitkan identifikasi korban.

🔖 Baca juga:
Top 10 FBI Most Wanted Fugitives: Crimes, Rewards, and the Latest Manhunt Updates

Pelaku Berhasil Diringkus di Banten

Polda Metro Jaya bergerak cepat dalam mengusut tuntas kasus ini. Melalui Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, polisi berhasil membekuk terduga pelaku berinisial SA (26) di wilayah Panimbang, Kabupaten Pandeglang, Banten. Penangkapan ini dilakukan saat pelaku tengah berusaha melarikan diri dari kejaran petugas.

Berdasarkan keterangan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, motif di balik aksi keji ini dipicu oleh cekcok saat pertemuan antara pelaku dan korban. Berikut adalah ringkasan fakta terkait pelaku dan korban:

Detail Keterangan
Identitas Pelaku SA (26)
Identitas Korban Kunaefi (51)
Modus Pertemuan Kenalan melalui media sosial
Lokasi Kejadian Kontrakan di wilayah Cipayung
Waktu Kejadian Kamis, 23 Juli 2026
Motif Tambahan Pencurian sepeda motor korban

Hasil pemeriksaan mendalam mengungkapkan bahwa SA dan korban sebelumnya berkenalan melalui media sosial. Mereka sepakat untuk bertemu di sebuah kontrakan di wilayah Cipayung pada 23 Juli 2026. Namun, pertemuan tersebut justru berujung maut. Terjadi perselisihan antara keduanya yang memicu pelaku untuk menusuk perut dan menggorok leher korban menggunakan pisau.

Tidak hanya melakukan pembunuhan dan mutilasi, pelaku juga bertindak oportunis dengan menggondol sepeda motor milik korban. Sepeda motor tersebut dibawa oleh SA ke wilayah Panimbang dan dijual untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Tindakan kriminal yang sangat terencana ini menunjukkan betapa dinginnya pelaku dalam mengeksekusi korbannya.

Saat ini, pelaku SA telah diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Sementara itu, jasad korban telah dibawa ke RS Polri Kramatjati untuk menjalani autopsi guna memastikan penyebab pasti kematian serta melengkapi berkas penyidikan terkait kasus mutilasi yang mengguncang warga Depok ini.

Post Comment