Sekolapedia – 25 Juli 2026 | Kisah seekor raccoon berbadan bulat asal Seattle bernama Jimothy telah mencuri perhatian warganet global dan bertransformasi menjadi fenomena budaya pop yang luar biasa. Hewan nokturnal ini pertama kali mendulang ketenaran setelah video dirinya berlari kecil di jalanan kota Seattle ditonton lebih dari 10 juta kali di berbagai platform media sosial. Penampilan fisiknya yang unik—dengan tubuh yang tampak terkompresi dan tanpa leher yang jelas—ternyata disebabkan oleh kelainan tulang belakang langka yang dikenal sebagai sindrom tulang belakang pendek (short spine syndrome).
Meskipun memiliki kelainan anatomi tersebut, para pengamat satwa liar memastikan bahwa Jimothy tetap berada dalam kondisi sehat, aktif, dan bebas dari rasa sakit. Penduduk setempat di kawasan Ballard, Seattle, lantas memberinya nama tersebut setelah seorang warga bernama Kiana Hall merasa sang raccoon tampak seperti seseorang bernama Jimothy. Nama itu pun melekat erat bersamaan dengan melejitnya popularitas sang hewan di dunia maya.
Daya tarik raccoon ini tidak hanya berhenti pada video viral semata. Berbagai bentuk ekspresi kreativitas dari para penggemar bermunculan, mulai dari karya seni penggemar, mural dinding, pakaian khusus, meme internet, hingga slogan populer seperti ‘Hot Jimothy Summer’. Bahkan, Dewan Kota Seattle melalui Anggota Dewan Alexis Mercedes Rinck sempat mengeluarkan proklamasi khusus untuk merayakan musim sang raccoon, sementara University of Washington secara berseloroh menganugerahinya gelar kehormatan.
Kini, pengaruh sang ikon pop kultur regional tersebut merambah ke ranah filantropi. National Bobblehead Hall of Fame and Museum meluncurkan figur bobblehead edisi terbatas yang menampilkan sosok Jimothy dalam posisi berjalan di atas dasar bertekstur rumput. Penjualan cindera mata resmi ini tidak hanya sukses besar di pasaran Amerika Serikat dan Kanada, tetapi juga didedikasikan untuk amal. Museum tersebut mendonasikan sebagian hasilnya kepada PAWS, sebuah organisasi nirlaba kesejahteraan hewan yang berbasis di Lynnwood, Washington, untuk mendukung penyelamatan dan rehabilitasi satwa liar serta hewan peliharaan.
Di balik berbagai kontroversi kecil di media sosial, termasuk ketika figur sang raccoon sempat dimanfaatkan dalam konten politik dunia maya, esensi dari popularitas Jimothy tetap berakar kuat pada kecintaan publik terhadap keunikan alam. Kehadirannya telah membuktikan bagaimana sebuah momen sederhana di internet dapat diubah menjadi gerakan positif yang mendatangkan manfaat nyata bagi perlindungan satwa di kawasan Pacific Northwest dan sekitarnya.


Post Comment