Meluruskan Mitos Bulan Safar: Pesan Damai dan Tauhid dalam Khutbah Jumat 24 Juli 2026

Meluruskan Mitos Bulan Safar: Pesan Damai dan Tauhid dalam Khutbah Jumat 24 Juli 2026

Sekolapedia – 24 Juli 2026 | Pelaksanaan ibadah shalat Jumat pada pekan ini menghadirkan momentum penting bagi umat Islam untuk memperkuat fondasi tauhid dan membersihkan diri dari sisa-sisa keyakinan jahiliyah. Bertepatan dengan pelaksanaan khutbah jumat 24 juli 2026, para khatib di berbagai masjid secara serentak mengangkat tema utama mengenai cara meraih berkah di Bulan Safar sekaligus menepis berbagai mitos kuno yang kerap menyudutkan bulan kedua dalam kalender Hijriah tersebut.

Dalam tinjauan sejarah Islam, Bulan Safar memegang posisi yang sangat mulia dan menyimpan banyak peristiwa bersejarah penting, salah satunya adalah momen agung hijrahnya Nabi Muhammad SAW beserta para sahabat dari Mekkah ke Madinah. Berdasarkan ketetapan kalender Hijriah yang diterbitkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, tanggal 1 Safar 1448 Hijriah jatuh pada hari Kamis, 16 Juli 2026. Penamaan kata ‘Safar’ sendiri memiliki akar etimologi yang bermakna kosong, yang konon merujuk pada kebiasaan masyarakat Arab zaman dahulu yang meninggalkan rumah-rumah mereka untuk pergi berperang atau melakukan perjalanan jauh demi berniaga.

Kendati memiliki makna historis yang begitu mendalam, sebagian kalangan masyarakat, termasuk tradisi lokal di beberapa daerah seperti di Jawa, kerap menghubungkan bulan Sapar atau Safar ini dengan mitos sebagai bulan sial, penuh marabahaya, serta mendatangkan berbagai macam bencana. Anggapan keliru ini sebenarnya sudah mengakar sejak zaman Arab Jahiliyah. Namun, Rasulullah SAW secara tegas telah membantah dan mematahkan mitos tersebut melalui sabda serta teladan langsung dalam kehidupan sehari-harinya, seperti dengan tetap menyelenggarakan momen-momen penting termasuk acara pernikahan di bulan Safar.

Pesan tegas tersebut kembali disosialisasikan secara masif dalam rangkaian materi khutbah jumat 24 juli 2026 guna mengingatkan jemaah agar senantiasa mendasarkan seluruh aspek kehidupan pada ajaran tauhid yang murni. Ketegasan Nabi SAW dalam meluruskan stigma negatif ini terekam jelas dalam sebuah hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, di mana Rasulullah SAW bersabda bahwa tidak ada penyakit menular tanpa izin Allah, tidak ada ramalan buruk, tidak ada kesialan karena burung hammah, dan secara khusus menegaskan bahwa tidak ada kesialan di bulan Safar.

Melalui penyampaian materi khutbah jumat 24 juli 2026 yang komprehensif ini, para jemaah diajak untuk tidak mudah percaya pada takhayul atau mitos yang tidak memiliki dasar syariat Islam yang kuat. Islam senantiasa mengajarkan kebenaran, budi pekerti yang luhur, serta kepasrahan mutlak hanya kepada Allah SWT. Dengan memahami esensi sejarah dan meluruskan niat, umat Islam diharapkan dapat menjalani hari-hari di bulan Safar dengan penuh optimisme, amal kebaikan, serta senantiasa mengharapkan keberkahan dari Tuhan Yang Maha Esa.

🔖 Baca juga:
Fakta Bobby Adhityo Rizaldi yang Banyak Dicari, Dari Latar Belakang hingga Karier

Post Comment