Konstanta peluruhan adalah konsep penting dalam fisika, terutama dalam materi radioaktivitas. Pemahaman tentang konstanta peluruhan memungkinkan kita menghitung jumlah inti yang tersisa, aktivitas radioaktif, dan waktu paruh suatu zat. Artikel ini akan membahas contoh soal konstanta peluruhan beserta jawaban dan penjelasan sehingga pembaca, baik siswa SMA maupun mahasiswa, dapat memahami konsep dengan mudah.
Baca juga:Kumpulan Contoh Soal TAP Pembelajaran Tematik Lengkap
Pengertian Konstanta Peluruhan
Konstanta peluruhan, dilambangkan dengan λ, adalah probabilitas inti radioaktif meluruh dalam satuan waktu tertentu. Nilai λ menggambarkan seberapa cepat suatu unsur meluruh. Semakin besar λ, semakin cepat laju peluruhan. Konstanta peluruhan memiliki hubungan erat dengan waktu paruh (T½), yaitu waktu yang diperlukan agar setengah jumlah inti radioaktif meluruh. Rumus hubungan antara λ dan T½ adalah:
λ = ln(2)/T½
Selain itu, jumlah inti yang tersisa setelah waktu t dapat dihitung dengan rumus:
N(t) = N0 e^(-λt)
Dimana N(t) adalah jumlah inti tersisa, N0 adalah jumlah awal inti, λ adalah konstanta peluruhan, dan t adalah waktu. Aktivitas radioaktif A(t) dihitung menggunakan:
A(t) = λ N(t)
Mengapa Konstanta Peluruhan Penting?
Konstanta peluruhan digunakan dalam berbagai bidang:
- Fisika Nuklir: untuk menentukan jumlah inti tersisa dan laju peluruhan.
- Kedokteran Nuklir: menghitung dosis radioaktif isotop untuk diagnosis atau terapi.
- Arkeologi: menentukan usia fosil dengan radioaktif karbon-14.
- Industri Nuklir: menghitung umur simpan bahan radioaktif dan limbah nuklir.
Dengan memahami konsep ini, siswa dapat mengerjakan soal radioaktivitas dengan lebih mudah.
Contoh Soal 1: Menghitung Konstanta Peluruhan dari Waktu Paruh
Sebuah unsur radioaktif memiliki waktu paruh 12 jam. Hitung konstanta peluruhannya!
Jawaban dan Penjelasan
Diketahui: T½ = 12 jam
Rumus: λ = ln(2)/T½
λ = 0,693 / 12 ≈ 0,05775 jam^-1
Jadi, konstanta peluruhan unsur tersebut adalah 0,0578 jam^-1.
Contoh Soal 2: Menghitung Jumlah Inti Tersisa
Sebuah sampel memiliki 1000 inti radioaktif dan konstanta peluruhan 0,1 hari^-1. Hitung jumlah inti tersisa setelah 7 hari!
Jawaban dan Penjelasan
Rumus: N(t) = N0 e^(-λt)
N(7) = 1000 x e^(-0,1 x 7) = 1000 x e^-0,7 ≈ 1000 x 0,4966 ≈ 497 inti
Jadi, jumlah inti yang tersisa setelah 7 hari adalah sekitar 497 inti.
Contoh Soal 3: Menghitung Aktivitas Sampel
Sebuah sampel memiliki 500 inti dengan λ = 0,2 hari^-1. Hitung aktivitasnya setelah 4 hari!
Jawaban dan Penjelasan
N(4) = 500 e^(-0,2 x 4) = 500 e^-0,8 ≈ 224,65
A(4) = λ N(4) = 0,2 x 224,65 ≈ 44,93 inti/hari
Aktivitas setelah 4 hari adalah sekitar 44,9 inti/hari.
Contoh Soal 4: Menghitung Waktu Paruh dari Konstanta Peluruhan
Suatu zat memiliki konstanta peluruhan λ = 0,115 jam^-1. Hitung waktu paruhnya!
Jawaban dan Penjelasan
T½ = ln(2)/λ = 0,693 / 0,115 ≈ 6,02 jam
Waktu paruh zat tersebut adalah sekitar 6 jam.
Contoh Soal 5: Menghitung Waktu yang Diperlukan Agar Tersisa Sejumlah Inti Tertentu
Sebuah sampel memiliki 800 inti. Hitung waktu yang diperlukan agar tersisa 200 inti jika λ = 0,1 jam^-1!
Jawaban dan Penjelasan
N(t) = N0 e^(-λt) → 200 = 800 e^(-0,1 t)
0,25 = e^(-0,1 t)
ln(0,25) = -0,1 t → -1,3863 = -0,1 t
t = 13,863 jam ≈ 13,86 jam
Contoh Soal 6: Menghitung Aktivitas Awal Sampel
Sebuah sampel memiliki 1000 inti dengan waktu paruh 5 jam. Hitung aktivitas awalnya!
Jawaban dan Penjelasan
λ = ln(2)/5 = 0,1386 jam^-1
A0 = λ N0 = 0,1386 x 1000 ≈ 138,6 inti/jam
Contoh Soal 7: Menghitung Jumlah Inti Tersisa Setelah Dua Kali Waktu Paruh
Sebuah sampel memiliki 2000 inti dengan T½ = 8 jam. Hitung jumlah inti tersisa setelah 16 jam.
Jawaban dan Penjelasan
λ = ln(2)/8 ≈ 0,086625 jam^-1
N(16) = 2000 e^(-0,086625 x 16) = 2000 e^-1,386 ≈ 500 inti
Contoh Soal 8: Menghitung Konstanta Peluruhan dari Aktivitas dan Jumlah Inti
Sebuah sampel memiliki 500 inti dan aktivitas awal 50 inti/hari. Hitung konstanta peluruhannya!
Jawaban dan Penjelasan
λ = A0 / N0 = 50 / 500 = 0,1 hari^-1
Contoh Soal 9: Menghitung Waktu Paruh dari Aktivitas Awal dan Aktivitas pada Waktu Tertentu
Sebuah sampel memiliki aktivitas awal 200 Bq. Setelah 10 jam, aktivitas menjadi 50 Bq. Hitung waktu paruhnya!
Jawaban dan Penjelasan
A(t) = A0 e^(-λt) → 50 = 200 e^(-10 λ)
0,25 = e^(-10 λ) → ln(0,25) = -10 λ → λ = 0,13863 jam^-1
T½ = ln(2)/λ ≈ 5 jam
Contoh Soal 10: Menghitung Aktivitas dan Jumlah Inti Tersisa Bersamaan
Sebuah sampel memiliki 1000 inti dan T½ = 4 jam. Hitung jumlah inti tersisa dan aktivitas setelah 8 jam.
Jawaban dan Penjelasan
λ = ln(2)/4 = 0,17325 jam^-1
N(8) = 1000 e^(-0,17325 x 8) = 1000 e^-1,386 ≈ 250 inti
A(8) = λ N(8) = 0,17325 x 250 ≈ 43,3 inti/jam
Contoh Soal 11: Peluruhan Ganda
Sebuah sampel mengandung 2 isotop radioaktif dengan T½ masing-masing 4 jam dan 6 jam, masing-masing 500 inti. Hitung total jumlah inti tersisa setelah 12 jam!
Jawaban dan Penjelasan
λ1 = ln(2)/4 = 0,1733 jam^-1, λ2 = ln(2)/6 = 0,1155 jam^-1
N1(12) = 500 e^(-0,1733 x 12) ≈ 62 inti
N2(12) = 500 e^(-0,1155 x 12) ≈ 125 inti
Total inti tersisa = 62 + 125 = 187 inti
Contoh Soal 12: Grafik Peluruhan
Sebuah sampel memiliki 1000 inti dengan T½ = 5 jam. Buat grafik N(t) terhadap waktu 0–20 jam.
Jawaban dan Penjelasan
λ = ln(2)/5 ≈ 0,1386 jam^-1
N(t) = 1000 e^(-0,1386 t)
Tabel contoh: t=0→1000, t=5→500, t=10→250, t=15→125, t=20→62,5
Plotkan titik-titik ini untuk mendapatkan grafik peluruhan eksponensial.
Tips Menguasai Soal Konstanta Peluruhan
- Hafalkan rumus dasar: λ = ln(2)/T½, N(t) = N0 e^(-λt), A(t) = λ N(t)
- Pastikan satuan waktu konsisten
- Gunakan kalkulator untuk perhitungan eksponensial
- Buat tabel untuk mempermudah analisis jumlah inti tersisa
- Latihan soal rutin untuk menguasai berbagai variasi soal
Baca juga:Universitas Teknokrat Indonesia Raih Anugerah Diktisaintek 2025
Kesimpulan
Dengan memahami rumus dan latihan soal step by step, siswa dapat menguasai materi konstanta peluruhan, menghitung jumlah inti tersisa, aktivitas, dan waktu paruh dengan mudah. Soal dari dasar hingga tingkat lanjut membantu meningkatkan kemampuan analisis dan problem solving dalam fisika. Materi ini penting untuk persiapan ujian, tugas, maupun pemahaman konsep fisika modern.
Penulis: Maharani Noeralifa


Post Comment