Sekolapedia – 21 Juli 2026 | Piala Dunia 2026 baru saja usai dengan Spanyol keluar sebagai juara setelah mengalahkan Argentina dalam partai final yang menegangkan di MetLife Stadium. Kemenangan 1-0 melalui gol Ferran Torres di babak perpanjangan waktu ini mengukuhkan status La Roja sebagai kampiun dunia, sekaligus menambah bintang kedua di jersey mereka. Namun, euforia kemenangan Spanyol sedikit tercoreng oleh berbagai drama yang menyertai perhelatan akbar sepak bola dunia ini.
Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) memberikan apresiasi besar kepada Didier Deschamps yang mengakhiri masa baktinya sebagai pelatih timnas Prancis. Meskipun Prancis gagal meraih gelar di Piala Dunia 2026, Deschamps dikenang sebagai legenda yang telah membawa Prancis meraih Piala Dunia 2018 dan Liga Bangsa-Bangsa 2021. Kylian Mbappe pun turut memberikan penghormatan kepada sang pelatih yang telah mendampinginya selama 14 tahun, mencatatkan 185 pertandingan dengan 120 kemenangan.
Di sisi lain, kemenangan Spanyol harus dibayar mahal oleh para pemainnya. Hampir setengah dari uang hadiah yang seharusnya diterima pemain Spanyol akan lenyap akibat pajak penghasilan yang tinggi. Menurut Gestha, setiap pemain dari 26 skuad berhak menerima sekitar EUR 754.701,92 (Rp 15,4 miliar) dari total EUR 44 juta yang diberikan FIFA. Namun, pajak penghasilan pribadi yang mencapai 49,5% di beberapa wilayah Spanyol membuat angka tersebut menyusut drastis. Pemain yang bermain di klub Spanyol, seperti Lamine Yamal, Pedri, Gavi, dan Dani Olmo, diperkirakan akan menyumbang sekitar GBP 5 juta untuk kas negara. Situasi berbeda dihadapi pemain yang bermain di luar negeri, termasuk peraih Bola Emas Rodri, yang tunduk pada aturan pajak di negara masing-masing.
Puncak drama terjadi pasca-final ketika FIFA membuka investigasi terhadap kericuhan yang melibatkan pemain dan ofisial Argentina dengan kubu Spanyol. Insiden seperti Leandro Paredes mencekik Eric Garcia dan mendorong Gavi, serta Nahuel Molina meninju perut Rodri, memicu tindakan tegas dari federasi sepak bola dunia. FIFA telah menunjuk Jaksa Disiplin dan Etika untuk menyelidiki dugaan pelanggaran terhadap Kode Disiplin FIFA (FDC) terkait insiden pasca-pertandingan di New Jersey Stadium.
Sementara itu, Timnas Belgia harus mengakhiri kiprahnya di Piala Dunia 2026 lebih awal, terhenti di babak perempat final setelah kalah 1-2 dari Spanyol. Akibatnya, kontrak pelatih Rudi Garcia tidak diperpanjang. Garcia yang mulai menjabat pada Januari 2025 menggantikan Domenico Tedesco, gagal membawa The Red Devils melangkah lebih jauh. Meski sempat bangkit di fase gugur, perjalanan Belgia terhenti di tangan calon juara.
Piala Dunia 2026 ini juga diwarnai dengan kemeriahan yang luar biasa, bahkan cenderung melupakan esensi sepak bola itu sendiri. Acara final yang dipromosikan sebagai “104 kali Super Bowl” ini menampilkan berbagai bintang internasional seperti Shakira dan Justin Bieber, serta kehadiran Donald Trump. YouTuber iShowSpeed bahkan melakukan salto di awal acara, menjadi simbol dari kemeriahan yang sedikit kacau namun sangat khas Amerika. FIFA, melalui Presiden Gianni Infantino, memang berambisi menjadikan turnamen ini sebagai “peristiwa manusiawi, sosial, dan budaya terbesar yang pernah disaksikan umat manusia.” Di tengah hiruk pikuk acara, pertandingan sepak bola itu sendiri terkadang terasa tenggelam, meskipun dinamika Lionel Messi melawan Lamine Yamal tetap menjadi salah satu sorotan utama.
Perhelatan akbar sepak bola Piala Dunia 2026 ini memang meninggalkan berbagai cerita, mulai dari kemenangan bersejarah, drama pajak, hingga investigasi FIFA atas kericuhan. Semua ini menjadi bagian dari sejarah panjang turnamen sepak bola paling bergengsi di dunia.



Post Comment