Sekolapedia – 21 Juli 2026 | Ford Motor Company kembali menjadi sorotan dunia otomotif setelah mengumumkan serangkaian kebijakan ford recalls yang berdampak pada ratusan ribu unit kendaraan mereka. Langkah ini diambil sebagai upaya produsen mobil asal Amerika Serikat tersebut untuk memastikan keselamatan konsumen, menyusul ditemukannya beberapa cacat produksi yang berpotensi membahayakan pengemudi dan penumpang di jalan raya.
Masalah paling signifikan dalam gelombang ford recalls terbaru ini melibatkan sekitar 387.911 unit kendaraan, yang terdiri dari Ford Explorer model tahun 2020-2026 dan Lincoln Aviator model tahun 2020-2027. Investigasi menunjukkan adanya kegagalan pada fitur kursi baris kedua yang dirancang untuk kemudahan akses (easy-entry). Komponen bezel pada sakelar kursi tersebut diketahui dapat bergeser atau terlepas dari posisinya selama penggunaan normal. Jika hal ini terjadi, sakelar dapat tersangkut dalam posisi tertekan, yang mengakibatkan kursi tiba-tiba bergerak, meluncur, atau terlipat sendiri saat kendaraan sedang melaju. Situasi ini tentu meningkatkan risiko cedera serius, terutama jika terjadi tabrakan.
Yang cukup mengejutkan, beberapa kendaraan yang sebelumnya telah mendapatkan perbaikan dalam kampanye penarikan serupa pada Juni 2025 ternyata masih mengalami kendala yang sama. Ford telah mengonfirmasi bahwa mereka menemukan laporan mengenai kursi yang bergerak secara tidak sengaja pada unit yang sudah diperbaiki, sehingga produsen harus melakukan tindakan korektif yang lebih menyeluruh. Perusahaan berencana mengganti komponen bezel dengan desain yang memiliki daya tahan lebih kuat untuk mencegah masalah terulang kembali.
Selain masalah kursi, Ford juga harus melakukan ford recalls untuk sekitar 288.314 unit Ford Explorer edisi 2016-2019. Kali ini, permasalahannya terletak pada penutup rel atap (roof rail covers) yang berisiko kendur dan terlepas saat kendaraan bergerak. Jika penutup ini terbang di tengah jalan, ia bisa menjadi proyektil berbahaya bagi pengemudi lain di belakangnya. Gejala awal yang harus diwaspadai pemilik kendaraan meliputi munculnya suara angin yang lebih nyaring, derit, atau keretakan pada area rel atap.
Secara terpisah, Ford juga melaporkan adanya kendala teknis pada transmisi kendaraan komersial mereka, yaitu model Transit dan Tourneo di wilayah Afrika Selatan. Kendaraan yang diproduksi antara Oktober 2025 hingga Juni 2026 ini berisiko mengalami kehilangan tenaga secara tiba-tiba akibat masalah pada rakitan kopling elektronik. Pengguna di wilayah tersebut diminta segera menghubungi dealer resmi untuk melakukan pemeriksaan dan perbaikan gratis.
Secara keseluruhan, langkah-langkah penarikan ini menunjukkan komitmen Ford untuk mengutamakan keselamatan publik di atas segalanya. Berikut adalah ringkasan tindakan yang perlu dilakukan pemilik kendaraan:
- Segera periksa nomor identifikasi kendaraan (VIN) di situs resmi otoritas keselamatan lalu lintas untuk mengetahui apakah kendaraan Anda terdampak.
- Jika kendaraan terdaftar, hubungi dealer resmi terdekat untuk menjadwalkan pemeriksaan dan penggantian komponen secara cuma-cuma.
- Perhatikan tanda-tanda kerusakan seperti suara tidak wajar pada atap atau ketidakstabilan pada posisi kursi.
- Pantau surat pemberitahuan resmi dari Ford yang akan dikirimkan melalui pos secara bertahap mulai akhir Juli hingga awal tahun depan.
Langkah proaktif ini diharapkan dapat meminimalisir potensi kecelakaan di masa depan. Meskipun belum ada laporan mengenai kecelakaan fatal terkait kerusakan kursi pada Explorer dan Aviator, tindakan preventif melalui ford recalls ini tetap menjadi standar wajib bagi setiap produsen untuk menjaga kepercayaan pelanggan serta memastikan standar keamanan jalan raya tetap terpenuhi.
Post Comment