Siapa Pemilik Millwall? Mengenal Sejarah dan Perjalanan Klub Asal London Ini

Siapa Pemilik Millwall? Mengenal Sejarah dan Perjalanan Klub Asal London Ini

Bagi para pencinta sepak bola Inggris, nama Millwall FC tentu sudah tidak asing lagi. Dikenal dengan julukan The Lions, klub yang berbasis di London Tenggara ini memiliki reputasi yang sangat unik di kancah sepak bola Britania Raya. Millwall sering kali diasosiasikan dengan kultur suporter yang militan, atmosfer stadion The Den yang intimidatif, dan semangat pantang menyerah di atas lapangan.

Namun, di balik citra “keras” yang melekat pada mereka, bagaimana struktur internal klub ini berjalan? Siapa pemilik Millwall saat ini? Bagaimana sejarah panjang klub ini terbentuk hingga menjadi salah satu entitas paling ikonik di London?

Artikel ini akan mengupas tuntas profil pemilik Millwall FC, sejarah pendiriannya, hingga perjalanan panjang mereka mengarungi kompetisi sepak bola Inggris.

Siapa Pemilik Millwall FC Saat Ini?

Untuk memahami arah strategis Millwall FC hari ini, kita harus melihat siapa sosok di balik kendali keuangan dan manajemen klub. Saat ini, Pemilik utama dan Chairman Millwall FC adalah James Berylson.

Profil James Berylson dan Dinasti Berylson

James Berylson mengambil alih kendali penuh klub setelah kepergian ayahnya, John Berylson, yang meninggal dunia secara tragis dalam sebuah kecelakaan mobil pada Juli 2023.

🔖 Baca juga:
Upcoming Dodgers vs. Mets Match Schedule: Analysis and Exciting Insights

John Berylson sendiri adalah seorang pengusaha dan investor asal Boston, Amerika Serikat, yang pertama kali terlibat dengan Millwall pada tahun 2006 melalui konsorsium Chestnut Hill Ventures. Di bawah kepemimpinan John Berylson selama lebih dari 16 tahun, Millwall berhasil mencapai stabilitas finansial yang jarang dinikmati oleh klub-klub di kasta Championship Inggris. Ia sangat dicintai oleh para suporter karena komitmennya yang tulus, bukan sekadar menjadikan klub sebagai komoditas bisnis.

Setelah John wafat, James Berylson resmi ditunjuk sebagai Chairman. James berkomitmen untuk melanjutkan warisan dan visi ayahnya: membawa Millwall melangkah ke Premier League dengan pengelolaan keuangan yang sehat dan berkelanjutan, tanpa menghilangkan identitas asli klub kelas pekerja ini.

Struktur Kepemilikan Klub

Millwall FC beroperasi di bawah naungan perusahaan induk Millwall Holdings Limited. Mayoritas saham perusahaan ini dikuasai oleh keluarga Berylson melalui gurita bisnis mereka. Tidak seperti beberapa klub London lainnya yang dimiliki oleh taipan Timur Tengah atau korporasi multinasional raksasa, Millwall dikelola dengan pendekatan yang lebih kekeluargaan namun tetap profesional.

Sejarah Berdirinya Millwall FC: Akar Kelas Pekerja

Sejarah Millwall tidak bisa dipisahkan dari sejarah industri dan kaum buruh di kota London. Klub ini lahir dari keringat para pekerja pabrik di akhir abad ke-19.

1. Awal Pendirian (1885)

Millwall FC didirikan pada tahun 1885 oleh para pekerja di pabrik pengalengan makanan J.T. Morton di kawasan Millwall, Isle of Dogs, East London. Sebagian besar pekerja di pabrik tersebut adalah imigran asal Skotlandia, yang menjelaskan mengapa warna jersi pertama klub adalah putih dan biru tua (terinspirasi dari bendera Skotlandia).

Nama awal klub saat pertama kali dibentuk adalah Millwall Rovers. Tokoh kunci dalam pendirian klub ini adalah William Murray-Menzies, seorang sekretaris di pabrik Morton yang juga bertindak sebagai pionir sepak bola di kawasan tersebut.

2. Perubahan Nama dan Pindah Kandang

Pada tahun 1889, klub mengubah namanya menjadi Millwall Athletic. Mereka mendominasi kompetisi lokal seperti Southern League pada era 1890-an.

Meskipun lahir di wilayah East London (Isle of Dogs), Millwall mengambil keputusan besar pada tahun 1910. Karena keterbatasan lahan dan kebutuhan akan stadion yang lebih besar, klub memutuskan untuk menyeberangi Sungai Thames dan pindah ke New Cross, London Tenggara. Di sinilah mereka membangun stadion legendaris mereka yang pertama, The Den. Meskipun pindah wilayah, mereka tetap mempertahankan nama “Millwall”.

Mengapa Dijuluki “The Lions”?

Pada awal berdirinya, Millwall sebenarnya dijuluki sebagai The Dockers (Para Buruh Pelabuhan), sebuah julukan yang sangat mencerminkan latar belakang basis suporter mereka.

Namun, setelah performa luar biasa mereka di ajang FA Cup pada awal abad ke-20—di mana mereka berhasil menumbangkan beberapa klub raksasa kasta tertinggi—media Inggris mulai menjuluki mereka sebagai “The Lions of the South” (Singa dari Selatan). Julukan ini kemudian dipersingkat menjadi The Lions, dan logo singa resmi diadopsi menjadi lambang klub hingga hari ini.

Perjalanan Kompetisi: Naik Turun The Lions

Sepanjang sejarahnya, Millwall telah merasakan asam garam kompetisi sepak bola Inggris, mulai dari divisi bawah hingga mencicipi kasta tertinggi.

Era/TahunPencapaian & Momen Penting
1920-an – 1930-anBergabung dengan Football League (Divisi Tiga). Terkenal sebagai tim yang sulit dikalahkan di kandang.
1988 – 1990Masa Kejayaan: Promosi ke Divisi Utama (kasta tertinggi) untuk pertama kalinya dalam sejarah di bawah asuhan manajer John Docherty.
2004Mencapai Final FA Cup untuk pertama kalinya. Meskipun kalah dari Manchester United, momen ini meloloskan mereka ke kompetisi Eropa (Piala UEFA).
2010 – SekarangMenjadi tim mapan di EFL Championship, secara konsisten bersaing di papan tengah dan mengetuk pintu play-off Premier League.

Masa Kejayaan di Akhir 1980-an

Momen paling bersejarah bagi Millwall terjadi pada musim 1987/1988 ketika mereka berhasil menjuarai Divisi Dua dan promosi ke Divisi Utama. Diperkuat oleh duet striker legendaris Teddy Sheringham dan Tony Cascarino, Millwall bahkan sempat memimpin klasemen Divisi Utama pada awal musim 1988/1989 sebelum akhirnya finis di posisi ke-10. Itu adalah pencapaian tertinggi klub sepanjang sejarah liga.

Rivalitas Sengit: Millwall vs West Ham United

Berbicara tentang Millwall tidak akan lengkap tanpa membahas perseteruan abadi mereka dengan West Ham United. Rivalitas ini dikenal sebagai East London Derby (meskipun Millwall sudah pindah ke selatan), dan diakui sebagai salah satu rivalitas paling sengit dan paling panas di dunia sepak bola.

Akar Permusuhan

Rivalitas ini tidak dimulai dari lapangan hijau, melainkan dari persaingan industri. Pada akhir abad ke-19, para pekerja pelabuhan di Isle of Dogs (suporter Millwall) terlibat konflik industrial dan pemogokan kerja dengan para pekerja dari Thames Ironworks (yang kemudian mendirikan West Ham United). Perbedaan sikap politik dan persaingan ekonomi antar-buruh pelabuhan ini terbawa ke dalam lapangan sepak bola dan mengakar hingga lintas generasi.

The Den: Stadion yang Mengintimidasi

Millwall saat ini bermain di The Den (sering disebut New Den), stadion berkapasitas sekitar 20.146 penonton yang dibuka pada tahun 1993. Stadion ini terletak di Bermondsey, London Tenggara, dan hanya berjarak pendek dari stasiun kereta api London Bridge.

The Den terkenal di seluruh Inggris karena atmosfernya yang sangat padat dan mengintimidasi tim lawan. Semboyan terkenal dari suporter Millwall adalah:

“No one likes us, we don’t care.” (Tidak ada yang menyukai kami, kami tidak peduli).

Lagu dan slogan ini lahir sebagai respons defensif suporter terhadap sentimen negatif media Inggris terhadap mereka selama berdekade-dekade. Di bawah kepemilikan keluarga Berylson, manajemen klub terus berupaya mengubah citra negatif ini dengan aktif melakukan program-program sosial kemasyarakatan melalui Millwall Community Trust.

Kesimpulan: Menatap Masa Depan Bersama James Berylson

Millwall FC adalah klub yang dibangun di atas fondasi tradisi kelas pekerja yang kuat, sejarah yang kaya, dan loyalitas suporter yang tanpa syarat. Di bawah kepemilikan James Berylson, klub saat ini berada di tangan yang stabil.

Tantangan terbesar bagi pemilik Millwall saat ini adalah modernisasi klub—baik dari segi infrastruktur maupun skuad—agar mampu menembus ketatnya persaingan Premier League, namun tanpa mengorbankan jiwa, karakter, dan identitas asli The Lions yang menjadikannya unik di mata dunia.

Bagi para pencinta sepak bola sejati, Millwall bukan sekadar klub; mereka adalah simbol resistensi, kerja keras, dan kebanggaan London Tenggara.

Penulis: W.S

Post Comment