×

Kupas Tuntas Contoh Soal Entimen Pilihan Ganda dan Cara Menjawabnya dengan Mudah

Kupas Tuntas Contoh Soal Entimen Pilihan Ganda dan Cara Menjawabnya dengan Mudah

Apa Itu Entimen?

Sebelum membahas contoh soal, penting banget untuk tahu dulu apa itu entimen. Dalam logika, entimen atau enthymeme adalah bentuk silogisme yang salah satu premisnya tidak disebutkan secara eksplisit, tetapi dianggap sudah diketahui atau dipahami oleh pembaca atau pendengar.

Contohnya:

“Ia pasti orang pintar, karena lulus dengan nilai tertinggi.”

Kalimat di atas tidak menyebutkan premis lengkapnya, tetapi kita bisa menyimpulkan bahwa siapa pun yang lulus dengan nilai tertinggi dianggap pintar. Itulah contoh sederhana entimen — logika yang tidak diungkapkan secara utuh namun tetap bisa dimengerti.

Dalam ujian bahasa Indonesia, TPA, maupun tes logika, soal entimen sering muncul untuk menguji kemampuan kita dalam menemukan premis yang tersembunyi atau menarik kesimpulan logis dari pernyataan singkat.

🔖 Baca juga:
Bank Contoh Soal Idiom Bahasa Indonesia Terbaru dan Terlengkap

Baca juga : Kuasai Medan Listrik Kilat dari Vektor Gaya Muatan

Ciri-Ciri Soal Entimen

Sebelum menghadapi soal, berikut beberapa ciri khas yang sering muncul dalam entimen:

  1. Salah satu premis tidak disebutkan secara langsung – hanya ada kesimpulan dan satu premis.
  2. Mengandung argumen tersirat – pembaca harus menebak alasan yang mendasarinya.
  3. Biasanya berbentuk kalimat pendek dan langsung ke inti argumen.
  4. Bersifat logis, tetapi tidak lengkap.

Dengan mengenali ciri-ciri ini, kamu bisa lebih cepat memahami dan menemukan logika tersembunyi di balik soal entimen.

Contoh Soal Entimen Pilihan Ganda dan Pembahasannya

Yuk, langsung kita bahas beberapa contoh soal entimen yang sering muncul di berbagai jenis tes logika dan bahasa Indonesia!

Contoh Soal 1

“Rina tidak mungkin mencontek, karena dia siswa teladan.”

Pertanyaan:
Premis yang tidak disebutkan dalam kalimat di atas adalah …
A. Semua siswa teladan pasti jujur.
B. Semua siswa teladan suka belajar.
C. Rina tidak suka mencontek.
D. Semua siswa teladan harus rajin.
E. Siswa teladan tidak pernah mendapat nilai jelek.

Jawaban:
A. Semua siswa teladan pasti jujur.

Pembahasan:
Kalimat tersebut merupakan entimen karena hanya ada satu premis dan kesimpulan. Premis yang hilang adalah semua siswa teladan pasti jujur, karena alasan “Rina tidak mencontek” didasarkan pada anggapan bahwa siswa teladan pasti jujur.

Contoh Soal 2

“Dia pasti orang kaya, buktinya punya tiga mobil.”

Pertanyaan:
Premis yang tersembunyi dari kalimat di atas adalah …
A. Semua orang kaya punya mobil.
B. Semua orang yang punya banyak mobil pasti kaya.
C. Semua orang miskin tidak punya mobil.
D. Orang kaya selalu membeli mobil baru.
E. Semua orang kaya bekerja keras.

Jawaban:
B. Semua orang yang punya banyak mobil pasti kaya.

Pembahasan:
Entimen ini menyiratkan bahwa memiliki banyak mobil adalah ciri khas orang kaya. Jadi, logikanya adalah:
Premis: Semua orang yang punya banyak mobil pasti kaya.
Fakta: Dia punya tiga mobil.
Kesimpulan: Maka dia orang kaya.

Contoh Soal 3

“Andi tidak mungkin berbohong, dia seorang pendeta.”

Pertanyaan:
Premis yang tidak disebutkan adalah …
A. Semua pendeta suka menolong.
B. Semua pendeta tidak mungkin berbohong.
C. Semua pendeta bekerja di gereja.
D. Semua pendeta punya banyak pengalaman.
E. Semua pendeta orang suci.

Jawaban:
B. Semua pendeta tidak mungkin berbohong.

Pembahasan:
Premis yang hilang adalah bahwa pendeta tidak mungkin berbohong, karena alasan utama yang digunakan untuk membenarkan pernyataan tersebut adalah kedudukan Andi sebagai pendeta.

Contoh Soal 4

“Budi pasti pintar, dia lulusan universitas ternama.”

Pertanyaan:
Premis yang tersirat adalah …
A. Semua mahasiswa universitas ternama rajin.
B. Semua lulusan universitas ternama pintar.
C. Semua lulusan universitas ternama kaya.
D. Semua mahasiswa pintar suka universitas ternama.
E. Semua mahasiswa yang rajin akan diterima di universitas ternama.

Jawaban:
B. Semua lulusan universitas ternama pintar.

Pembahasan:
Argumen tersebut mengasumsikan bahwa siapa pun yang lulus dari universitas ternama pasti pintar. Karena itu, kesimpulan “Budi pintar” bisa muncul dari premis tersebut.

Contoh Soal 5

“Dia tidak mungkin melakukan kejahatan, karena dia anak hakim.”

Pertanyaan:
Premis yang tersembunyi dalam entimen di atas adalah …
A. Semua anak hakim jujur.
B. Semua anak hakim tidak suka kejahatan.
C. Semua anak hakim tidak mungkin melakukan kejahatan.
D. Semua hakim punya anak yang baik.
E. Semua anak hakim bekerja keras.

Jawaban:
C. Semua anak hakim tidak mungkin melakukan kejahatan.

Pembahasan:
Premis yang hilang adalah semua anak hakim tidak mungkin melakukan kejahatan. Kalimat tersebut menegaskan kesimpulan berdasarkan identitas sosial, bukan fakta nyata.

Tips Menjawab Soal Entimen Pilihan Ganda

Biar kamu makin jago ngerjain soal entimen, berikut beberapa tips praktisnya:

  1. Cari kalimat utama (kesimpulan).
    Biasanya kalimat entimen menyajikan kesimpulan yang sudah jadi. Identifikasi dulu apa yang sedang “diyakinkan” oleh penulis.
  2. Tebak premis yang hilang.
    Tanyakan ke diri sendiri: “Kalimat ini benar kalau apa?” Nah, jawabannya biasanya adalah premis tersembunyi.
  3. Gunakan logika umum.
    Entimen sering berdasarkan asumsi umum yang sudah dikenal masyarakat, seperti: “orang jujur tidak mencontek”, “orang kaya punya banyak mobil”, atau “pendeta tidak berbohong.”
  4. Eliminasi pilihan yang terlalu spesifik.
    Biasanya jawaban benar bersifat umum, logis, dan mencakup pernyataan utama, bukan yang terlalu detail.
  5. Latihan rutin.
    Semakin sering latihan, semakin mudah kamu mengenali struktur logika dari setiap entimen.

Baca juga : Gubernur Mirza Tinjau Masjid Agung Al Hijrah Kota Baru, Nasrullah Yusuf Sebut Kesiapan Helat Tablig Akbar Indonesia Berdoa

Kesimpulan

Soal entimen bukan sekadar soal logika biasa, tapi juga melatih cara berpikir kritis dan deduktif. Kamu perlu memahami hubungan antara premis, kesimpulan, dan logika yang tersembunyi di balik kalimat.

Dengan memahami konsep dan berlatih menggunakan contoh-contoh di atas, kamu akan jauh lebih siap menghadapi soal entimen di ujian TPA, UTBK, tes BUMN, atau bahkan seleksi CPNS.

Penulis : adilah az-zahra

Post Comment