Sekolapedia – 11 Juli 2026 | Langkah ekspansi PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) kini memasuki fase krusial dalam diversifikasi bisnisnya. Emiten yang berada di bawah naungan konglomerat Prajogo Pangestu ini tengah memacu pedal gas dalam kegiatan eksplorasi tambang emas melalui anak usahanya, PT Intam. Fokus utama operasional ini terletak di wilayah Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, sebuah area yang kini menjadi tumpuan harapan baru bagi portofolio pertambangan perseroan.
Berdasarkan laporan hasil eksplorasi terbaru per Juli 2026, Petrindo Jaya Kreasi telah menggelontorkan investasi signifikan mencapai Rp 17,73 miliar untuk membiayai serangkaian pencarian cadangan emas di lokasi tersebut. Angka ini mencerminkan keseriusan perusahaan untuk mengukuhkan posisinya di sektor logam mulia setelah sebelumnya lebih dikenal melalui lini bisnis batu bara.
Temuan Geologis dan Progres Eksplorasi
Direktur Utama Petrindo Jaya Kreasi, Michael, mengungkapkan bahwa temuan awal di lapangan menunjukkan hasil yang menjanjikan. Tim geolog berhasil mengidentifikasi keberadaan batuan kapur atau limestone yang mengalami alterasi dengan intensitas sedang hingga kuat. Alterasi ini menjadi indikator penting dalam dunia geologi pertambangan yang sering kali berasosiasi dengan adanya mineralisasi emas.
Lebih lanjut, perseroan telah memetakan kemenerusan urat kuarsa (quartz vein) yang membentang di sepanjang empat jalur utama, yakni jalur Alfa, Bravo, Charlie, dan Delta. Total panjang jalur urat kuarsa yang ditemukan mencapai 450 meter. Tidak hanya itu, data teknis yang diperoleh melalui metode resistivity dan chargeability turut memperkuat optimisme perusahaan, di mana beberapa titik lokasi terindikasi memiliki cebakan batuan yang kaya akan mineralisasi.
Kegiatan teknis di lapangan dilakukan dengan sangat komprehensif, mencakup:
- Pemetaan geologi detail di sepanjang sungai, alur sungai, dan kawasan perbukitan.
- Pembuatan parit uji (trenching) untuk menindaklanjuti batuan yang terindikasi mengandung emas.
- Pengeboran inti (core drilling) yang dilakukan oleh kontraktor spesialis PT GIS dan PT Armindo dengan jarak antarjalur (line spacing) sekitar 100 meter.
- Studi geolistrik tahap kedua yang mencakup 19 lintasan dengan total panjang mencapai 32,2 kilometer.
Rencana Strategis ke Depan
Menanggapi capaian tersebut, manajemen CUAN tidak ingin berpuas diri. Michael menegaskan bahwa perseroan telah menyusun peta jalan eksplorasi lanjutan yang lebih intensif. Tahapan berikutnya akan melibatkan kegiatan trenching lanjutan dan pemetaan lapangan yang lebih luas guna memvalidasi data yang telah terkumpul.
Salah satu langkah strategis yang paling dinantikan adalah kelanjutan pengeboran dengan target total kedalaman mencapai 7.000 meter. Pengeboran ini akan dilakukan dengan jarak antarjalur (line spacing) yang dipersempit menjadi 50 meter. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan tingkat keyakinan terhadap estimasi sumber daya mineral emas di area prospek tersebut. Selain itu, perseroan juga merencanakan pengeboran awal di area prospek lainnya dengan kedalaman 6.000 meter untuk memverifikasi hasil studi geolistrik sebelumnya.
Secara keseluruhan, upaya yang dilakukan PT Intam ini menegaskan ambisi besar Petrindo Jaya Kreasi untuk bertransformasi menjadi pemain energi dan sumber daya mineral yang lebih terdiversifikasi. Meskipun eksplorasi tambang emas memiliki risiko tinggi, keberhasilan dalam menemukan cadangan yang ekonomis akan menjadi katalis positif bagi nilai perusahaan di masa depan. Investor kini tengah memantau ketat setiap perkembangan hasil pengeboran yang dilaporkan ke Bursa Efek Indonesia, mengingat potensi cuan dari sektor emas selalu menjadi daya tarik tersendiri di tengah fluktuasi harga komoditas global.



Post Comment