Kembali ke Era Gemilang 1920-an: Sebastian Gunawan Signature Sajikan Koleksi ‘Jazz & Jasper’ yang Memukau

Kembali ke Era Gemilang 1920-an: Sebastian Gunawan Signature Sajikan Koleksi 'Jazz & Jasper' yang Memukau

Sekolapedia – 10 Juli 2026 | Jakarta – Kemegahan era 1920-an kembali hidup di atas peragaan busana tahunan Sebastian Gunawan Signature 2026. Bertempat di Ballroom Hotel Mulia Senayan, Jakarta, pada Kamis (7/6/2026), desainer senior Sebastian Gunawan bersama sang istri, Cristina Panarese, sukses memukau hadirin dengan koleksi terbarunya bertajuk ‘Jazz & Jasper’. Koleksi ini tidak hanya memanjakan mata, tetapi juga merayakan semangat kebebasan dan perubahan besar yang mendefinisikan dekade tersebut.

Di tengah hiruk-pikuk dunia mode internasional, terutama dengan euforia Paris Fashion Week edisi Haute Couture Fall/Winter 2026-2027 yang sedang berlangsung, Sebastian Gunawan Signature membuktikan eksistensinya yang tak lekang oleh waktu. Dengan pengalaman lebih dari tiga dekade di industri mode, duo desainer ini kembali menghadirkan karya yang tidak kalah impresif, bahkan layak disandingkan dengan kreasi haute couture kelas dunia. Sebastian Gunawan sendiri merupakan anggota awal The Asian Couture Federation (ACF), sebuah organisasi yang menaungi desainer Asia dengan kemahiran setara pakem haute couture Paris.

Semangat Kebebasan Era Roaring Twenties

Koleksi ‘Jazz & Jasper’ merupakan sebuah penghormatan mendalam terhadap era 1920-an, dekade yang dikenal sebagai ‘Roaring Twenties’. Periode ini menjadi saksi bisu perubahan besar dalam dunia fashion, seni, musik, dan terutama kebebasan berekspresi perempuan. Sebastian Gunawan menangkap esensi dari masa transisi budaya ini, di mana perempuan mulai mendefinisikan diri mereka dengan cara yang lebih mandiri, berani, dan bebas. Siluet busana yang sebelumnya terasa membatasi gerak, seperti korset ketat, mulai ditinggalkan.

Pergeseran ini terlihat jelas dalam gaya berbusana pasca-perang di negara-negara Barat. Siluet pakaian bergeser menjadi gaun berpotongan lurus dengan pinggang rendah atau drop waist, yang menawarkan kenyamanan dan keleluasaan gerak. Panjang rok yang umumnya mencapai di bawah lutut menjadi ciri khas. Tren flapper semakin mengukuhkan gaya ikonik ini, menampilkan detail rumbai, payet, manik-manik, serta penggunaan bahan mewah seperti sutra dan satin. Aksesori seperti topi cloche, untaian kalung mutiara panjang, sarung tangan, dan sepatu bertumit rendah bergaya Mary Jane melengkapi penampilan. Tak ketinggalan, gaya rambut bob pendek dan riasan wajah yang lebih berani menjadi simbol perempuan modern yang semakin percaya diri dan berani mengekspresikan identitasnya.

Sebastian Gunawan menjelaskan lebih lanjut, “Sebuah masa yang memberikan kebebasan pada wanita secara absolut. Cara bersosialisasi pun berubah, perempuan berani untuk pergi clubbing dan merokok.” Inspirasi ini ia dapatkan salah satunya saat menikmati konser jazz di Paris, yang membawanya pada interpretasi mendalam terhadap siluet flapper.

🔖 Baca juga:
Analisis BMKG Terkait Fenomena Cuaca Panas Terik yang Terjadi Belakangan Ini

Kolaborasi Artistik: Jazz dan Jasper

Suasana peragaan busana dikemas dengan nuansa romantis dan dramatis yang kental khas era 1920-an. Kolaborasi kreatif antara Sebastian Gunawan dan Cristina Panarese melahirkan dua karakter yang saling melengkapi dalam koleksi ‘Jazz & Jasper’. ‘Jazz’ merepresentasikan energi, kebebasan, dan dinamika budaya yang berkembang pesat pada era tersebut, diiringi melodi khas yang membangkitkan suasana. Sementara itu, ‘Jasper’, yang terinspirasi dari batu yaspis dan estetika Art Deco, melambangkan kekuatan serta keindahan yang abadi.

Melalui interpretasi keduanya, siluet flapper dari era twenties dihadirkan kembali dalam ragam kreasi khas Sebastian Gunawan Signature. Koleksi ini menampilkan perpaduan tailoring terstruktur yang presisi, rok berumbai yang dinamis, siluet low waist yang elegan, tulip skirt yang unik, dan bentuk cocoon yang modern. Permainan transparansi menjadi elemen kunci yang memperkaya tampilan, memberikan sentuhan sensual sekaligus sophisticated.

Pendekatan baru yang ditawarkan dalam koleksi ini merayakan kebebasan berekspresi di tengah berbagai tekanan situasi. Hal ini sejalan dengan semangat koleksi yang glamor namun tetap terasa personal dan membebaskan bagi pemakainya.

Antusiasme Tamu Undangan

Antusiasme terhadap peragaan busana ini sudah terasa bahkan sebelum acara dimulai. Para tamu undangan yang berkerumun di depan pintu Grand Ballroom Hotel Mulia Jakarta tampak memenuhi dress code serba hitam. Namun, beberapa tamu memilih untuk memberikan sentuhan warna yang berbeda, salah satunya adalah influencer fashion Ayla Dimitri. Ia tampil mencuri perhatian dengan A-line mini dress berwarna oranye terang. “Tapi ini tetap Sebastian Gunawan,” ujarnya, menegaskan bahwa gaya uniknya tetap dalam koridor apresiasi terhadap sang desainer.

Ayla menyempurnakan penampilannya dengan tas Baguette Fendi berwarna hijau neon dan sepatu hak senada. Pilihan busananya yang penuh warna dan tidak mengekang tubuh seolah menjadi pertanda awal dari gaya yang akan ditampilkan di atas panggung, yaitu kebebasan dan ekspresi diri yang kuat. Koleksi ‘Jazz & Jasper’ dari Sebastian Gunawan Signature 2026 ini berhasil membuktikan bahwa inspirasi dari masa lalu dapat diolah menjadi karya kontemporer yang relevan dan memukau di masa kini, merayakan kebebasan dan keanggunan seorang wanita.

Post Comment