Demi Timnas Portugal, Jorge Jesus Rela Potong Gaji Demi Gantikan Roberto Martinez

Demi Timnas Portugal, Jorge Jesus Rela Potong Gaji Demi Gantikan Roberto Martinez

Sekolapedia – 09 Juli 2026 | Era baru sepak bola Portugal resmi dimulai. Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) bergerak cepat mencari nakhoda baru setelah Roberto Martinez memutuskan mundur pasca kegagalan Selecao das Quinas di Piala Dunia 2026. Nama pelatih kawakan Jorge Jesus kini mencuat sebagai kandidat terkuat yang siap mengambil alih tongkat estafet kepelatihan untuk memimpin Cristiano Ronaldo dan kolega menuju masa depan yang lebih cerah.

Keputusan Martinez untuk mundur diambil tak lama setelah Portugal tersingkir secara menyakitkan dengan skor 0-1 dari Spanyol di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Presiden FPF, Pedro Proenca, menegaskan bahwa federasi membutuhkan sosok yang tidak hanya memiliki mentalitas pemenang, tetapi juga pemahaman mendalam mengenai kultur sepak bola Portugal. Dalam pernyataannya, Proenca menekankan pentingnya transisi cepat sebelum akhir pekan ini guna memulai siklus baru yang lebih kompetitif.

Jorge Jesus, yang kini berusia 71 tahun, dinilai sebagai sosok ideal untuk mengisi kekosongan tersebut. Menariknya, dedikasi Jesus terhadap tim nasional negaranya dibuktikan dengan kesediaannya melakukan pengorbanan finansial yang signifikan. Diketahui bahwa pelatih yang sukses membawa Al Nassr menjuarai Liga Pro Arab Saudi tersebut rela menerima gaji sekitar sepertiga dari pendapatan sebelumnya. Jika di Al Nassr ia mengantongi 12 juta euro per musim, kini ia bersedia menerima kurang dari 4 juta euro demi melatih tim nasional Portugal.

Langkah ini dikabarkan telah mencapai tahap kesepakatan empat tahun, yang mencakup persiapan menuju UEFA Nations League, Euro 2028, hingga Piala Dunia 2030 di mana Portugal akan bertindak sebagai tuan rumah bersama. Fabrizio Romano, jurnalis sepak bola ternama, bahkan telah mengonfirmasi bahwa kesepakatan ini sudah hampir rampung. Jesus dikenal sebagai pelatih dengan pendekatan yang sangat berbeda dibanding Martinez. Jika pendahulunya dikenal dengan gaya diplomatis, Jesus justru dikenal sebagai sosok yang berapi-api, tegas, dan tidak segan mengkritik pemain demi mencapai standar performa tertinggi.

Rekam jejak Jesus di level klub sangat impresif. Ia adalah arsitek utama yang membangkitkan Benfica dari masa kelam selama satu dekade tanpa gelar liga menjadi kekuatan dominan di Portugal. Selain itu, kesuksesannya di Flamengo dengan raihan lima trofi dalam satu tahun, termasuk Copa Libertadores, serta pencapaian treble domestik bersama Al Hilal, membuktikan kapasitas taktisnya. Di Al Nassr, ia juga telah membina hubungan kerja yang solid dengan Cristiano Ronaldo, yang memicu spekulasi bahwa sang kapten mungkin akan mempertimbangkan untuk memperpanjang karier internasionalnya di bawah asuhan Jesus.

🔖 Baca juga:
Rulani Mokwena Tinggalkan MC Alger dengan Rekor Kemenangan Tinggi, Apa Langkah Selanjutnya?

Terkait susunan staf, Jesus dikabarkan akan membawa tim teknis kepercayaannya, termasuk Joao de Deus dan Fabio Jesus sebagai asisten pelatih, serta Marcio Sampaio sebagai pelatih kebugaran. Rumor menarik lainnya menyebutkan bahwa Jesus berencana mengajak legenda Real Madrid, Pepe, untuk bergabung dalam staf teknisnya, mengingat Pepe telah memutuskan pensiun dari dunia profesional pasca Euro 2024. Meskipun belum ada konfirmasi resmi, kehadiran sosok sekaliber Pepe diharapkan mampu memberikan pengaruh positif bagi ruang ganti tim nasional.

Sebagai kesimpulan, penunjukan Jorge Jesus menandai perubahan arah yang signifikan bagi tim nasional Portugal. Dengan kombinasi pengalaman segudang, karakter kepemimpinan yang keras, serta pengorbanan pribadi demi negara, Jesus diproyeksikan mampu merestorasi kepercayaan diri Portugal. Fokus utama federasi saat ini adalah segera meresmikan penunjukan ini agar tim dapat segera melakukan persiapan intensif untuk menatap tantangan besar di masa depan, mulai dari UEFA Nations League hingga impian meraih prestasi di Piala Dunia 2030.

Post Comment