Gempa Hari Ini Terasa di Mana? Cek Daftar Wilayah yang Mengalami Guncangan

Gempa hari ini terasa di mana? Pertanyaan tersebut menjadi salah satu pencarian yang paling banyak dilakukan masyarakat setiap kali terjadi aktivitas gempa bumi di Indonesia. Sebagai negara yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik (Ring of Fire), Indonesia memang sering mengalami gempa bumi akibat aktivitas lempeng tektonik maupun sesar aktif.

Berdasarkan informasi terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa bumi yang terjadi pada hari ini dirasakan di sejumlah wilayah di Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan. Meskipun guncangan cukup terasa oleh masyarakat, BMKG memastikan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Artikel ini akan membahas secara lengkap mengenai lokasi gempa hari ini, daftar wilayah yang merasakan guncangan, penyebab gempa, hingga langkah-langkah yang perlu dilakukan masyarakat saat terjadi gempa bumi.

Data Gempa Hari Ini Menurut BMKG

Hasil analisis terbaru BMKG menunjukkan parameter gempa sebagai berikut:

🔖 Baca juga:
Anak Sedih Epy Kusnandar Sudah Nggak Ada, tapi Masih Dihina
  • Tanggal: Kamis, 9 Juli 2026
  • Waktu: 08.09 WIB (09.09 WITA)
  • Magnitudo: 4,7
  • Lokasi: 50 kilometer selatan Polewali Mandar, Sulawesi Barat
  • Koordinat: 3,76 LS – 119,02 BT
  • Kedalaman: 13 kilometer
  • Jenis gempa: Gempa tektonik dangkal
  • Potensi tsunami: Tidak berpotensi tsunami

BMKG menjelaskan bahwa gempa ini dipicu oleh aktivitas Sesar Naik Selat Makassar Segmen Somba, yang merupakan salah satu struktur tektonik aktif di kawasan Sulawesi Barat. Karena sumber gempa berada pada kedalaman dangkal, getarannya dapat dirasakan oleh masyarakat di sejumlah daerah sekitar episentrum.

Gempa Hari Ini Terasa di Mana?

Berdasarkan laporan masyarakat dan pemetaan intensitas BMKG, getaran gempa dirasakan di beberapa wilayah berikut:

  • Polewali Mandar
  • Majene
  • Mamuju
  • Pinrang
  • Parepare
  • Sidrap
  • Makassar
  • Gowa
  • Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep)

Di beberapa wilayah tersebut, intensitas guncangan mencapai III hingga IV MMI (Modified Mercalli Intensity). Pada tingkat ini, getaran terasa jelas di dalam rumah, banyak orang merasakannya, dan benda-benda ringan seperti lampu gantung atau perabot kecil dapat bergoyang. Hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa maupun kerusakan besar akibat gempa tersebut.

Mengapa Gempa Bisa Terasa Hingga Makassar?

Banyak masyarakat bertanya mengapa gempa yang berpusat di laut selatan Polewali Mandar masih dapat dirasakan hingga Kota Makassar dan wilayah Sulawesi Selatan lainnya.

Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:

  • Kedalaman gempa yang hanya sekitar 13 kilometer sehingga termasuk gempa dangkal.
  • Struktur batuan di wilayah Sulawesi yang memungkinkan gelombang seismik merambat lebih jauh.
  • Lokasi episentrum yang berada di laut sehingga energi gempa menyebar ke berbagai arah.

Meskipun demikian, intensitas guncangan di wilayah yang lebih jauh umumnya lebih lemah dibandingkan daerah yang berada dekat dengan pusat gempa.

Apakah Gempa Hari Ini Berpotensi Tsunami?

BMKG menegaskan bahwa gempa hari ini tidak berpotensi tsunami.

Penentuan potensi tsunami dilakukan berdasarkan analisis terhadap beberapa parameter penting, yaitu:

  • Besarnya magnitudo gempa.
  • Kedalaman sumber gempa.
  • Lokasi episentrum.
  • Mekanisme patahan yang terjadi.
  • Hasil pemodelan tsunami oleh BMKG.

Tidak semua gempa bumi yang berpusat di laut dapat menyebabkan tsunami. Tsunami umumnya terjadi jika gempa memiliki magnitudo besar, berada pada kedalaman dangkal, serta menyebabkan pergeseran vertikal dasar laut dalam skala yang signifikan.

Mengapa Indonesia Sering Mengalami Gempa?

Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat aktivitas gempa bumi tertinggi di dunia. Kondisi ini disebabkan oleh letaknya yang berada di pertemuan tiga lempeng tektonik utama, yaitu:

  • Lempeng Indo-Australia.
  • Lempeng Eurasia.
  • Lempeng Pasifik.

Pergerakan ketiga lempeng tersebut menyebabkan tekanan yang terus menumpuk di dalam kerak bumi. Ketika tekanan tersebut dilepaskan, terjadilah gempa bumi.

Selain itu, Indonesia juga memiliki banyak sesar aktif serta lebih dari seratus gunung api aktif yang turut memengaruhi tingginya aktivitas seismik di berbagai wilayah.

Mengenal Jenis-Jenis Gempa

Secara umum, gempa bumi di Indonesia dibedakan menjadi tiga jenis.

1. Gempa Tektonik

Gempa yang disebabkan oleh pergerakan lempeng bumi atau aktivitas sesar aktif. Jenis ini merupakan yang paling sering terjadi di Indonesia.

2. Gempa Vulkanik

Gempa yang dipicu oleh aktivitas magma di dalam gunung api. Biasanya terjadi menjelang atau saat erupsi.

3. Gempa Runtuhan

Gempa akibat runtuhnya gua, tambang, atau longsoran batuan. Dampaknya bersifat lokal dan umumnya berkekuatan kecil.

Gempa yang terjadi hari ini termasuk dalam kategori gempa tektonik dangkal.

Memahami Magnitudo dan Kedalaman Gempa

Saat BMKG merilis informasi gempa, terdapat dua parameter utama yang selalu dicantumkan.

Magnitudo

Magnitudo menunjukkan besarnya energi yang dilepaskan ketika gempa terjadi.

Sebagai gambaran:

  • Magnitudo di bawah 3 biasanya tidak dirasakan.
  • Magnitudo 3–4 mulai dirasakan sebagian masyarakat.
  • Magnitudo 4–5 terasa cukup jelas.
  • Magnitudo di atas 5 berpotensi menimbulkan kerusakan, tergantung kondisi bangunan dan lokasi.

Kedalaman Gempa

Kedalaman menunjukkan posisi sumber gempa di bawah permukaan bumi.

  • Kurang dari 60 kilometer disebut gempa dangkal.
  • 60–300 kilometer disebut gempa menengah.
  • Lebih dari 300 kilometer disebut gempa dalam.

Gempa dangkal cenderung menghasilkan guncangan yang lebih kuat di permukaan dibandingkan gempa dalam dengan magnitudo yang sama.

Arti Skala Intensitas MMI

Selain magnitudo, BMKG juga menggunakan skala Modified Mercalli Intensity (MMI) untuk menggambarkan dampak guncangan.

Berikut penjelasannya:

  • I MMI: Tidak dirasakan.
  • II MMI: Dirasakan sebagian kecil orang.
  • III MMI: Terasa nyata di dalam rumah.
  • IV MMI: Banyak orang merasakan getaran.
  • V MMI: Benda mulai bergeser.
  • VI MMI: Kerusakan ringan mulai terjadi.
  • VII–XII MMI: Kerusakan meningkat dari sedang hingga sangat berat.

Gempa hari ini berada pada kisaran III–IV MMI, sehingga masyarakat di sejumlah wilayah dapat merasakan guncangan tanpa menimbulkan kerusakan besar.

Apa yang Harus Dilakukan Saat Gempa Terjadi?

Kesiapsiagaan merupakan langkah terbaik untuk mengurangi risiko saat gempa bumi.

Saat Berada di Dalam Rumah

  • Tetap tenang dan jangan panik.
  • Berlindung di bawah meja yang kuat.
  • Lindungi kepala menggunakan tas atau bantal.
  • Jauhi kaca, lemari, dan benda berat yang dapat roboh.

Saat Berada di Luar Ruangan

  • Cari area terbuka.
  • Hindari bangunan tinggi, papan reklame, dan tiang listrik.

Saat Mengemudi

  • Kurangi kecepatan secara perlahan.
  • Berhenti di lokasi yang aman.
  • Hindari berhenti di bawah jembatan atau jalan layang.

Setelah Gempa

  • Periksa kondisi bangunan sebelum masuk kembali.
  • Waspadai kemungkinan gempa susulan.
  • Ikuti arahan petugas dan informasi resmi dari BMKG.

Pentingnya Memantau Informasi Resmi BMKG

Di era digital, informasi mengenai gempa dapat menyebar sangat cepat melalui media sosial. Sayangnya, tidak semua informasi tersebut akurat.

BMKG selalu memperbarui data resmi yang mencakup:

  • Waktu kejadian.
  • Magnitudo.
  • Lokasi episentrum.
  • Kedalaman gempa.
  • Intensitas guncangan.
  • Potensi tsunami.
  • Informasi gempa susulan jika terjadi.

Dengan mengacu pada informasi resmi, masyarakat dapat menghindari hoaks yang berpotensi menimbulkan kepanikan.

Wilayah Indonesia yang Paling Rawan Gempa

Beberapa wilayah di Indonesia memiliki tingkat aktivitas gempa yang lebih tinggi karena berada di dekat zona subduksi dan sesar aktif, antara lain:

  • Aceh
  • Sumatera Barat
  • Bengkulu
  • Lampung
  • Banten
  • Jawa Barat
  • Jawa Timur
  • Bali
  • Nusa Tenggara Barat
  • Nusa Tenggara Timur
  • Sulawesi
  • Maluku
  • Papua

Masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut dianjurkan memiliki tas siaga bencana, memahami jalur evakuasi, serta mengikuti simulasi kebencanaan secara berkala.

Kesimpulan

Gempa hari ini terasa di mana? Berdasarkan data terbaru BMKG, gempa bermagnitudo 4,7 yang berpusat sekitar 50 kilometer di selatan Polewali Mandar, Sulawesi Barat, dirasakan di sejumlah wilayah seperti Polewali Mandar, Majene, Mamuju, Pinrang, Parepare, Sidrap, Makassar, Gowa, hingga Pangkep. Gempa ini memiliki kedalaman 13 kilometer, termasuk kategori gempa tektonik dangkal, dan tidak berpotensi tsunami.

Sebagai negara yang berada di kawasan Ring of Fire, Indonesia akan terus mengalami aktivitas gempa bumi. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu memantau informasi resmi dari BMKG, memahami langkah-langkah mitigasi bencana, serta tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi. Dengan kesiapsiagaan yang baik, risiko akibat gempa bumi dapat diminimalkan dan keselamatan masyarakat dapat lebih terjaga.

penulis: keysya

Post Comment