Aturan Penalti Piala Dunia 2026: Panduan Lengkap yang Harus Diketahui Fans

Adu penalti selalu menjadi salah satu momen paling menegangkan dalam sejarah Piala Dunia. Ketika dua tim tidak mampu menentukan pemenang selama 90 menit waktu normal dan babak tambahan, pertandingan akan ditentukan melalui drama tendangan penalti. Di Piala Dunia 2026, aturan mengenai penalti tetap mengacu pada Laws of the Game yang diterbitkan oleh IFAB (International Football Association Board) dan diterapkan oleh FIFA.

Meski terdengar sederhana, masih banyak penggemar sepak bola yang belum memahami secara detail bagaimana aturan penalti bekerja. Mulai dari posisi penjaga gawang, urutan penendang, hingga peran Video Assistant Referee (VAR), semuanya memiliki aturan yang wajib dipatuhi.

Berikut panduan lengkap mengenai aturan penalti di Piala Dunia 2026 yang perlu diketahui setiap fans sepak bola.

Kapan Adu Penalti Digunakan?

Adu penalti tidak dilakukan pada setiap pertandingan.

Pada Piala Dunia 2026, penalti hanya digunakan pada pertandingan sistem gugur apabila:

🔖 Baca juga:
Perbedaan Laut, Samudra, Teluk, dan Selat Lengkap dengan Contohnya
  • Skor imbang setelah 90 menit waktu normal.
  • Skor tetap sama setelah babak tambahan selama 2 x 15 menit.

Jika belum ada pemenang setelah 120 menit pertandingan, maka laga akan dilanjutkan ke babak adu penalti untuk menentukan tim yang lolos ke fase berikutnya.

Sementara itu, pada fase grup, pertandingan yang berakhir imbang setelah 90 menit akan langsung dinyatakan selesai tanpa babak tambahan maupun adu penalti.

Bagaimana Prosedur Adu Penalti?

Sebelum adu penalti dimulai, wasit akan melakukan beberapa tahapan.

Pertama, wasit menentukan gawang yang akan digunakan. Keputusan ini mempertimbangkan kondisi lapangan, pencahayaan, keamanan, dan faktor lainnya.

Selanjutnya dilakukan undian menggunakan koin. Kapten yang memenangkan undian dapat memilih apakah timnya akan menendang lebih dahulu atau menjadi penendang kedua.

Setelah itu, kedua tim menyiapkan daftar lima penendang pertama.

Setiap Tim Mendapat Lima Tendangan

Pada babak pertama adu penalti, masing-masing tim memperoleh lima kesempatan menendang.

Penendang harus bergantian antara kedua tim.

Apabila setelah lima tendangan salah satu tim unggul jumlah gol, maka pertandingan selesai dan tim tersebut dinyatakan sebagai pemenang.

Namun, apabila sebelum lima tendangan selesai sudah tidak mungkin lagi bagi salah satu tim untuk menyamakan skor, adu penalti dapat dihentikan lebih awal.

Sebagai contoh, jika setelah empat tendangan sebuah tim unggul tiga gol sementara lawannya hanya memiliki satu kesempatan tersisa, pertandingan langsung berakhir.

Apa Itu Sudden Death?

Jika kedua tim masih memiliki jumlah gol yang sama setelah masing-masing lima tendangan, adu penalti berlanjut ke fase sudden death.

Pada fase ini:

  • Kedua tim tetap bergantian menendang.
  • Setiap ronde terdiri dari satu tendangan untuk masing-masing tim.
  • Begitu satu tim mencetak gol dan lawannya gagal pada ronde yang sama, pertandingan langsung berakhir.

Fase sudden death dapat berlangsung sangat lama apabila kedua tim sama-sama berhasil mencetak gol secara konsisten.

Siapa Saja yang Boleh Menjadi Penendang?

Hanya pemain yang masih berada di lapangan ketika pertandingan berakhir yang berhak mengikuti adu penalti.

Artinya:

  • Pemain yang sudah diganti keluar tidak boleh kembali menjadi penendang.
  • Pemain yang menerima kartu merah sebelum adu penalti juga tidak diperbolehkan ikut.

Semua pemain yang memenuhi syarat harus mendapat kesempatan menjadi penendang sebelum seorang pemain boleh mengambil tendangan untuk kedua kalinya.

Aturan ini memastikan setiap pemain memiliki kesempatan yang sama apabila adu penalti berlangsung hingga banyak ronde.

Aturan Khusus untuk Penjaga Gawang

Penjaga gawang memiliki beberapa kewajiban saat menghadapi penalti.

Ketika bola belum ditendang, kiper harus:

  • Berdiri di garis gawang.
  • Menghadap penendang.
  • Minimal satu kaki tetap menyentuh atau sejajar dengan garis gawang hingga bola ditendang.

Kiper diperbolehkan bergerak ke samping mengikuti arah tembakan, tetapi tidak boleh melangkah terlalu jauh ke depan sebelum bola ditendang.

Apabila penjaga gawang melanggar aturan dan berhasil menggagalkan penalti, wasit dapat memerintahkan tendangan diulang.

Bagaimana Jika Penendang Melakukan Pelanggaran?

Penendang juga wajib mengikuti aturan.

Beberapa pelanggaran yang sering terjadi antara lain:

  • Menendang bola dua kali sebelum disentuh pemain lain.
  • Berhenti terlalu lama secara tidak wajar saat melakukan ancang-ancang.
  • Melakukan tindakan yang dianggap mengecoh secara ilegal setelah menyelesaikan ancang-ancang.

Jika pelanggaran tersebut terjadi, tendangan dapat dinyatakan gagal meskipun bola masuk ke gawang.

Karena itu, para pemain harus tetap memperhatikan teknik eksekusi sesuai aturan yang berlaku.

Peran VAR dalam Adu Penalti

Di Piala Dunia 2026, VAR tetap memiliki peran penting selama adu penalti.

VAR dapat membantu wasit memeriksa beberapa situasi, seperti:

  • Penjaga gawang bergerak terlalu cepat meninggalkan garis gawang.
  • Bola benar-benar melewati garis gawang atau tidak.
  • Pelanggaran oleh penendang.
  • Gangguan dari pemain lain yang tidak semestinya.

Namun, VAR tidak menilai kualitas tendangan atau keputusan taktis pemain. Teknologi ini hanya digunakan untuk memastikan seluruh proses berlangsung sesuai peraturan.

Apa yang Terjadi Jika Bola Mengenai Tiang?

Banyak penonton masih bingung mengenai situasi ini.

Jika bola mengenai tiang atau mistar kemudian memantul keluar tanpa melewati garis gawang sepenuhnya, maka tendangan dinyatakan gagal.

Sebaliknya, jika bola mengenai tiang lalu memantul masuk ke gawang, gol tetap dianggap sah selama tidak ada pelanggaran sebelumnya.

Hal yang sama berlaku jika bola membentur penjaga gawang sebelum masuk ke gawang.

Strategi Tim Saat Adu Penalti

Adu penalti bukan hanya soal keberuntungan. Banyak tim mempersiapkan sesi ini secara serius melalui latihan rutin dan analisis mendalam.

Beberapa strategi yang umum diterapkan antara lain:

  • Menentukan urutan penendang berdasarkan tingkat kepercayaan diri.
  • Memilih penendang pertama dan terakhir yang berpengalaman.
  • Mempelajari kebiasaan penjaga gawang lawan.
  • Mengumpulkan data arah tendangan lawan melalui video pertandingan sebelumnya.
  • Memberikan dukungan psikologis agar pemain tetap tenang di bawah tekanan.

Tak jarang, pelatih juga melibatkan psikolog olahraga untuk membantu pemain menghadapi tekanan mental saat adu penalti.

Kesalahan yang Sering Terjadi

Dalam sejarah Piala Dunia, beberapa kesalahan yang sering terlihat saat adu penalti meliputi:

  • Tendangan terlalu keras hingga melambung.
  • Penendang mengubah arah secara mendadak dan kehilangan keseimbangan.
  • Kiper bergerak terlalu cepat sehingga tendangan harus diulang.
  • Pemain kehilangan fokus akibat tekanan suporter.

Kesalahan-kesalahan kecil tersebut sering kali menjadi penentu nasib sebuah tim di turnamen terbesar dunia.

Mengapa Adu Penalti Selalu Dramatis?

Adu penalti menjadi momen paling emosional karena hasil pertandingan dapat ditentukan hanya dalam hitungan detik. Pemain dituntut memiliki kemampuan teknik, ketenangan, dan mental yang kuat saat menghadapi tekanan dari puluhan ribu penonton di stadion maupun jutaan penggemar yang menyaksikan melalui layar televisi.

Bagi penjaga gawang, setiap penyelamatan dapat mengubah jalannya sejarah. Sementara bagi penendang, satu gol atau satu kegagalan bisa menjadi momen yang dikenang sepanjang karier.

Kesimpulan

Aturan penalti di Piala Dunia 2026 dirancang untuk memastikan proses penentuan pemenang berlangsung secara adil, transparan, dan sesuai dengan peraturan sepak bola internasional. Mulai dari prosedur lima tendangan, fase sudden death, syarat pemain yang boleh menendang, hingga penggunaan VAR, semuanya memiliki ketentuan yang jelas.

Memahami aturan-aturan ini akan membantu penggemar menikmati pertandingan dengan lebih baik sekaligus mengurangi kesalahpahaman saat terjadi keputusan penting di lapangan. Dengan persiapan mental, teknik, dan strategi yang matang, adu penalti tetap menjadi salah satu momen paling menegangkan sekaligus paling ikonik dalam setiap edisi Piala Dunia.

Penulis Andin

Post Comment