Sekolapedia – 05 Juli 2026 | Prancis berhasil mengamankan tiket ke babak perempat final Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Paraguay dengan skor tipis 1-0 dalam laga yang berlangsung di Lincoln Financial Field. Pertandingan yang dipenuhi tensi tinggi dan duel fisik ini menjadi pembuktian bagi skuad asuhan Didier Deschamps bahwa mereka tidak hanya mengandalkan keindahan permainan, tetapi juga ketangguhan mental saat menghadapi lawan yang bermain agresif.
Kemenangan Les Bleus ditentukan melalui eksekusi penalti Kylian Mbappe pada menit ke-70. Gol tersebut bukan sekadar angka di papan skor, melainkan torehan sejarah bagi Mbappe yang kini telah mengoleksi 19 gol sepanjang kariernya di Piala Dunia. Ia kini hanya terpaut satu gol dari rekor sepanjang masa yang dipegang Lionel Messi. Lebih jauh lagi, gol ini menjadi gol ke-150 Prancis di kompetisi sepak bola paling bergengsi di dunia, menjadikan mereka negara keempat yang mencapai tonggak sejarah tersebut setelah Brasil, Jerman, dan Argentina.
Laga ini berjalan di luar ekspektasi banyak pihak. Paraguay tampil dengan pendekatan yang sangat konservatif dan cenderung kasar untuk mematikan kreativitas Prancis. Sepanjang babak pertama, Prancis bahkan kesulitan melepaskan satu pun tembakan tepat sasaran akibat tekanan intens dan pelanggaran-pelanggaran keras yang dilakukan pemain lawan. Wasit Ilgiz Tantashev menjadi sorotan karena dianggap membiarkan beberapa tindakan agresif, seperti saat pemain Paraguay mencoba merusak titik penalti sebelum Mbappe mengeksekusinya.
Mbappe, yang bertindak sebagai kapten, mengungkapkan kekecewaannya terhadap perilaku tidak sportif lawan. Meski demikian, ia menegaskan bahwa Prancis siap menghadapi segala gaya permainan. “Mereka mengira kami hanya akan datang dan bermain cantik. Kami juga tahu cara bermain kotor jika diperlukan, dan hari ini kami membuktikannya. Kami tetap lebih baik bahkan dalam situasi tersebut,” ujar Mbappe pasca pertandingan. Ia juga memuji ketenangan rekan-rekannya yang tidak terpancing meski terus diprovokasi.
Statistik pertandingan mencerminkan dominasi mutlak Prancis. Les Bleus mencatatkan penguasaan bola sebesar 76%, persentase tertinggi sejak Opta mulai melacak data pada tahun 1966. Di sisi lain, Paraguay tampil sangat buruk dalam distribusi bola. Mereka hanya mencatatkan 99 operan sepanjang pertandingan dengan akurasi 54%, yang merupakan rekor terendah dalam laga fase gugur Piala Dunia selama 60 tahun terakhir.
Keberhasilan ini memperpanjang catatan impresif Didier Deschamps, yang kini telah memenangkan 10 pertandingan fase gugur Piala Dunia, rekor terbanyak oleh seorang manajer dalam sejarah turnamen. Prancis juga sukses mencatatkan lima kemenangan beruntun di Piala Dunia untuk pertama kalinya. Dengan hasil ini, Prancis akan bersiap menghadapi Maroko di babak perempat final pada Kamis malam mendatang.
Secara keseluruhan, kemenangan ini adalah hasil dari kematangan taktis dan disiplin mental Prancis di tengah atmosfer yang sangat bermusuhan. Meski Paraguay mencoba merusak ritme permainan dengan taktik fisik dan provokasi, kualitas teknis serta ketenangan pemain Prancis terbukti menjadi pembeda utama. Fokus kini beralih ke laga melawan Maroko, di mana Prancis akan kembali diuji untuk membuktikan status mereka sebagai salah satu kandidat kuat juara Piala Dunia 2026.



Post Comment