Hukum Faraday merupakan salah satu konsep penting dalam pelajaran kimia, terutama pada materi elektrolisis. Bagi banyak siswa, topik ini sering dianggap sulit karena melibatkan perhitungan matematis dan konsep kelistrikan. Namun, sebenarnya hukum Faraday cukup mudah dipahami jika kamu mengerti dasar-dasarnya. Dalam artikel ini, kita akan membahas pengertian hukum Faraday, rumusnya, serta contoh soal hukum Faraday beserta pembahasannya secara lengkap agar kamu bisa lebih siap menghadapi ujian.
Baca juga: Kupas Tuntas Contoh Soal untuk Report Teks Lengkap dengan
Apa Itu Hukum Faraday?
Hukum Faraday berkaitan dengan proses elektrolisis, yaitu proses pemecahan senyawa menggunakan arus listrik. Hukum ini menjelaskan hubungan antara jumlah listrik yang digunakan dengan massa zat yang dihasilkan atau diendapkan di elektroda.
Hukum ini ditemukan oleh ilmuwan bernama Michael Faraday pada abad ke-19. Ia menemukan bahwa semakin besar arus listrik yang mengalir dalam suatu larutan elektrolit, semakin banyak zat yang dihasilkan pada elektroda.
Rumus Umum Hukum Faraday
Terdapat dua hukum Faraday yang perlu kamu pahami:
- Hukum Faraday I
Massa zat yang dihasilkan pada elektroda berbanding lurus dengan jumlah muatan listrik yang mengalir.
Rumusnya:
m = (Ar × I × t) / (n × F)
Keterangan:- m = massa zat yang dihasilkan (gram)
- Ar = massa atom relatif zat (g/mol)
- I = kuat arus listrik (ampere)
- t = waktu (detik)
- n = jumlah elektron yang terlibat
- F = konstanta Faraday = 96.500 C/mol
- Hukum Faraday II
Massa zat yang dihasilkan oleh jumlah listrik tertentu berbanding lurus dengan massa ekivalennya (Ar/n).
Artinya, jika arus dan waktu sama, maka zat yang memiliki massa ekivalen lebih besar akan menghasilkan endapan lebih banyak.
Konsep Dasar Elektrolisis
Sebelum ke soal, pahami bahwa dalam sel elektrolisis terdapat dua elektroda:
- Katoda (kutub negatif) → tempat terjadinya reduksi (penambahan elektron).
- Anoda (kutub positif) → tempat terjadinya oksidasi (pelepasan elektron).
Contohnya, dalam larutan CuSO₄, ion Cu²⁺ akan bergerak ke katoda dan menerima elektron untuk membentuk logam Cu.
Contoh Soal 1: Menghitung Massa Endapan
Soal:
Larutan CuSO₄ dielektrolisis selama 30 menit dengan arus 2 ampere. Berapa gram tembaga (Cu) yang diendapkan di katoda?
(Diketahui: Ar Cu = 63,5 dan n = 2, F = 96.500 C/mol)
Pembahasan:
Gunakan rumus hukum Faraday I:
m = (Ar × I × t) / (n × F)
m = (63,5 × 2 × 1800) / (2 × 96.500)
m = (228.600) / 193.000
m = 1,184 g
Jadi, massa tembaga yang diendapkan adalah sekitar 1,18 gram.
Contoh Soal 2: Menentukan Waktu Elektrolisis
Soal:
Untuk menghasilkan 0,54 gram logam Cu dari larutan CuSO₄ menggunakan arus 1,5 A, berapa lama waktu yang dibutuhkan?
(Diketahui: Ar Cu = 63,5, n = 2, F = 96.500 C/mol)
Pembahasan:
Gunakan rumus:
m = (Ar × I × t) / (n × F)
0,54 = (63,5 × 1,5 × t) / (2 × 96.500)
0,54 = (95,25t) / 193.000
t = (0,54 × 193.000) / 95,25
t = 1.093,7 detik = 18,23 menit
Jadi, waktu yang dibutuhkan sekitar 18 menit.
Contoh Soal 3: Menentukan Arus Listrik
Soal:
Berapa kuat arus listrik yang diperlukan untuk menghasilkan 2,16 gram logam Ag dari larutan AgNO₃ dalam waktu 30 menit?
(Diketahui: Ar Ag = 108, n = 1, F = 96.500)
Pembahasan:
Gunakan rumus:
m = (Ar × I × t) / (n × F)
2,16 = (108 × I × 1800) / (1 × 96.500)
2,16 = (194.400I) / 96.500
I = (2,16 × 96.500) / 194.400
I = 1,07 A
Jadi, arus listrik yang dibutuhkan adalah sekitar 1,07 ampere.
Contoh Soal 4: Menghitung Volume Gas Hasil Elektrolisis
Soal:
Air (H₂O) dielektrolisis sehingga menghasilkan gas H₂ di katoda dan O₂ di anoda. Jika arus listrik sebesar 2 A dialirkan selama 9650 detik, berapa volume gas H₂ yang dihasilkan pada suhu dan tekanan standar (STP)?
(Diketahui: 1 mol gas = 22,4 L, F = 96.500, n = 2)
Pembahasan:
Hitung mol elektron:
Q = I × t = 2 × 9650 = 19.300 C
Mol elektron = Q / F = 19.300 / 96.500 = 0,2 mol e⁻
Untuk gas H₂, dibutuhkan 2 mol elektron untuk menghasilkan 1 mol H₂.
Mol H₂ = 0,2 / 2 = 0,1 mol
Volume H₂ = 0,1 × 22,4 = 2,24 L
Jadi, volume gas hidrogen yang dihasilkan adalah 2,24 liter.
Contoh Soal 5: Perbandingan Massa Zat di Dua Elektrolisis
Soal:
Jika arus yang sama dialirkan selama waktu yang sama ke dalam larutan CuSO₄ dan AgNO₃, berapakah perbandingan massa logam Cu dan Ag yang dihasilkan?
(Diketahui: Ar Cu = 63,5, n = 2; Ar Ag = 108, n = 1)
Pembahasan:
Menurut hukum Faraday II:
m ∝ (Ar / n)
Perbandingan:
mCu : mAg = (63,5 / 2) : (108 / 1)
mCu : mAg = 31,75 : 108
mCu : mAg = 1 : 3,4
Artinya, untuk arus dan waktu yang sama, massa perak yang diendapkan 3,4 kali lebih besar daripada tembaga.
Penerapan Hukum Faraday dalam Kehidupan Sehari-Hari
Hukum Faraday tidak hanya berguna di laboratorium, tetapi juga digunakan dalam berbagai teknologi modern, antara lain:
- Penyepuhan logam (electroplating) – digunakan untuk melapisi logam seperti emas, perak, atau nikel agar tampak lebih mengilap dan tahan karat.
- Pembuatan logam murni – misalnya pemurnian tembaga melalui proses elektrolisis.
- Baterai dan sel elektrolit – prinsip elektrolisis digunakan dalam pengisian dan pelepasan muatan baterai isi ulang.
- Analisis kimia kuantitatif – untuk menentukan kadar zat melalui elektrolisis terkontrol.
Baca juga: Purnama Wulan Sari Mirza: Duta Teknokrat Wujud Investasi Bangsa untuk Generasi Muda
Tips Mudah Menguasai Hukum Faraday
- Pahami satuan dengan benar. Waktu harus dalam detik dan arus dalam ampere.
- Hafalkan nilai konstanta Faraday (96.500 C/mol).
- Gunakan langkah sistematis. Tulis rumus, masukkan nilai, lalu hitung secara bertahap.
- Latihan rutin. Makin sering mengerjakan soal, makin cepat kamu paham polanya.
Penulis: Dena Triana


Post Comment