Ujian Sekolah Pendidikan Agama Islam (US PAI) tahun 2025 bagi jenjang SMA/SMK bukan lagi sekadar menguji hafalan materi. Soal-soal kini dirancang dengan pendekatan Higher Order Thinking Skills (HOTS), yang menuntut peserta didik untuk menganalisis kasus, mengaitkan dalil dengan realitas kontemporer, dan menerapkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.
Artikel ini menyajikan contoh-contoh soal US PAI 2025 yang representatif, mencakup materi esensial Al-Qur’an, Fiqih, dan Sejarah Kebudayaan Islam (SKI), dengan fokus pada kemampuan analisis dan pemecahan masalah.
baca juga:Bongkar Potensi DNA: Keahlian untuk Masa Depan Medis
1. Al-Qur’an & Hadis: Analisis Konteks dan Penerapan Nilai
Soal-soal di bagian ini menguji kemampuan memahami pesan pokok ayat Al-Qur’an dan Hadis serta relevansinya dengan isu modern.
Contoh Soal 1: Penerapan Konsep Kontrol Diri (Mujahadah an-Nafs)
Perhatikan narasi berikut:
Dalam era digital, penyebaran berita palsu (hoaks) dan ujaran kebencian menjadi tantangan serius. Seorang pelajar muslim, Ali, mendapati dirinya sering tergoda untuk langsung membagikan informasi sensitif yang baru diterimanya di grup media sosial tanpa memeriksa kebenarannya. Namun, ia teringat pada pesan dalam Q.S. al-Hujurat/49: 6 tentang pentingnya tabayyun (klarifikasi).
Pertanyaan HOTS: Sikap Ali untuk menahan diri dari menyebarkan informasi sebelum diverifikasi, sesuai dengan ajaran Q.S. al-Hujurat/49: 6, merupakan implementasi nyata dari perilaku Islam yang dikenal sebagai:
A. Husnuzan (berprasangka baik) B. Raja’ (berharap kepada Allah) C. Mujahadah an-Nafs (kontrol diri) D. Syaja’ah (keberanian) E. Khauf (takut kepada Allah)
Pembahasan:
- Q.S. al-Hujurat/49: 6 memerintahkan tabayyun (klarifikasi) saat menerima berita dari orang fasik.
- Tindakan Ali menahan dorongan emosional dan godaan untuk langsung membagikan berita tanpa cek adalah bentuk pengendalian diri terhadap hawa nafsu dan potensi dosa.
- Perilaku mengendalikan diri dari dorongan negatif (seperti penyebaran hoaks) adalah inti dari konsep Mujahadah an-Nafs.
Jawaban: C. Mujahadah an-Nafs (kontrol diri).
Contoh Soal 2: Tuntunan Beramal Sholeh dan Optimisme
Perhatikan terjemahan hadis berikut:
“Jika hari Kiamat datang, sedang di tangan salah seorang dari kalian ada bibit kurma, maka jika ia mampu sebelum Kiamat terjadi untuk menanamnya, tanamlah.” (HR. Ahmad)
Pertanyaan HOTS: Pesan terpenting yang dapat ditarik dari hadis tersebut dalam konteks etos kerja dan pembangunan berkelanjutan (SDGs) adalah:
A. Setiap muslim harus memiliki cadangan makanan yang cukup sebelum hari Kiamat tiba. B. Perintah untuk fokus pada ibadah ritual karena waktu dunia sangat singkat. C. Pentingnya beramal saleh (kerja produktif) hingga akhir hayat, serta optimisme dan tidak mudah putus asa. D. Anjuran untuk menanam pohon kurma di mana pun berada. E. Kewajiban untuk mendahulukan kepentingan akhirat di atas kepentingan duniawi.
Pembahasan: Hadis ini menyampaikan pesan mendalam tentang etos kerja Islami dan optimisme. Meskipun Kiamat sudah di ambang pintu, Nabi menganjurkan untuk tetap melakukan pekerjaan yang bermanfaat (menanam pohon), menunjukkan bahwa tugas manusia adalah beramal sebaik mungkin tanpa memandang hasil akhir atau lamanya waktu yang tersisa. Hal ini sejalan dengan konsep pembangunan berkelanjutan (kerja produktif dan menjaga lingkungan).
Jawaban: C. Pentingnya beramal saleh (kerja produktif) hingga akhir hayat, serta optimisme dan tidak mudah putus asa.
2. Fiqih: Aplikasi Hukum Muamalah Kontemporer
Materi Fiqih, terutama Muamalah, kini sering menguji pemahaman transaksi modern seperti perbankan syariah, investasi, dan asuransi.
Contoh Soal 3: Prinsip Jual Beli dalam Perbankan Syariah (Murabahah)
Bapak Rahmat membutuhkan modal kerja sebesar Rp50.000.000,00. Ia mengajukan pembiayaan ke Bank Syariah. Bank kemudian membelikan barang yang dibutuhkan Bapak Rahmat, kemudian menjual kembali barang tersebut kepadanya dengan harga Rp55.000.000,00. Bapak Rahmat akan melunasi dengan cara mencicil selama 24 bulan.
Pertanyaan HOTS: Transaksi pembiayaan yang dilakukan oleh Bank Syariah dengan skema jual beli tersebut disebut:
A. Musyarakah (Kemitraan bagi hasil modal) B. Mudarabah (Kerja sama bagi hasil keuntungan) C. Ijarah (Sewa) D. Murabahah (Jual beli dengan keuntungan yang disepakati di awal) E. Rahn (Gadai Syariah)
Pembahasan:
- Skema dalam kasus ini melibatkan bank yang membeli barang atas permintaan nasabah, lalu menjualnya kembali kepada nasabah dengan harga yang telah ditambahkan margin keuntungan yang disepakati secara transparan di awal.
- Transaksi jual beli dengan keuntungan yang disepakati di awal seperti ini disebut Murabahah, yang merupakan salah satu akad utama dalam pembiayaan di bank syariah.
Jawaban: D. Murabahah (Jual beli dengan keuntungan yang disepakati di awal).
Contoh Soal 4: Syarat Sah Pernikahan (Munakahat)
Seorang wali menikahkan putrinya dengan seorang laki-laki yang beragama Islam, disaksikan oleh dua orang saksi laki-laki yang adil, serta adanya mahar (mas kawin) yang diserahkan. Namun, saat akad nikah dilangsungkan, mempelai wanita sedang berada di luar kota dan hanya diwakilkan oleh wali.
Pertanyaan HOTS: Berdasarkan syariat Islam, rukun nikah manakah yang tidak terpenuhi atau rentan menimbulkan masalah syar’i dalam kasus tersebut?
A. Calon suami B. Calon istri C. Wali Nikah D. Saksi E. Ijab dan Qabul
Pembahasan:
- Rukun nikah mencakup: calon suami, calon istri, wali, dua saksi, dan Ijab Qabul.
- Meskipun calon istri sudah diwakilkan oleh wali, esensi dari Ijab Qabul adalah adanya pernyataan serah terima (akad) yang didengar dan disaksikan secara langsung oleh pihak-pihak yang berakad.
- Kehadiran fisik calon mempelai wanita, meskipun tidak selalu menjadi rukun (karena ada wakil), sering dikaitkan dengan rukun Ijab Qabul untuk menjamin keabsahan dan kejelasan akad. Namun, rukun yang secara eksplisit terganggu oleh ketidak-hadiran tersebut (yang seharusnya diikuti dengan penerimaan qabul dari pihak istri/wakilnya di hadapan saksi) adalah Ijab dan Qabul itu sendiri.
Jawaban: E. Ijab dan Qabul.
baca juga:FEB Teknokrat Hadirkan Vice President Pegadaian: Bedah Peluang Investasi Emas
3. Sejarah & Tokoh Islam: Mengambil Hikmah Peradaban
Soal-soal ini meminta siswa menganalisis sumbangan tokoh atau peradaban Islam terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan kemanusiaan.
Contoh Soal 5: Kontribusi Ilmuwan Masa Daulah Abbasiyah
Masa keemasan Islam, terutama pada masa Daulah Abbasiyah, ditandai dengan munculnya ilmuwan-ilmuwan multitalenta. Salah satunya adalah tokoh yang dikenal di Barat sebagai Avicenna. Ia adalah seorang dokter, filsuf, dan ilmuwan Persia. Karyanya yang paling monumental, al-Qānūn fī aṭ-Ṭibb (Canon of Medicine), menjadi rujukan utama ilmu kedokteran di Eropa selama berabad-abad.
Pertanyaan HOTS: Sumbangan peradaban Islam yang diwakili oleh tokoh tersebut terhadap kemajuan Barat dan dunia adalah:
A. Menciptakan sistem angka nol dan mendirikan Al-Azhar University. B. Mentransfer dan mengembangkan ilmu kedokteran sistematis dan farmasi yang menjadi fondasi kurikulum medis modern. C. Merumuskan teori tentang optik dan kecepatan cahaya. D. Menemukan teori gravitasi dan sistem koordinat geografis. E. Menyatukan mazhab-mazhab fiqih yang berbeda di wilayah Timur Tengah.
Pembahasan: Tokoh yang dimaksud adalah Ibnu Sina (Avicenna). Kontribusi utamanya terletak pada bidang kedokteran dan filsafat. Kitab al-Qānūn fī aṭ-Ṭibb merupakan ensiklopedia kedokteran yang sangat rinci dan sistematis, memengaruhi praktik dan pendidikan medis di Eropa hingga abad ke-17.
Jawaban: B. Mentransfer dan mengembangkan ilmu kedokteran sistematis dan farmasi yang menjadi fondasi kurikulum medis modern.
penulis:Anis puspita sari



Post Comment