Daftar Isi
- Apa Itu Sistem Periodik dalam Akuntansi?
- Ciri-Ciri Sistem Periodik
- Rumus Menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP) dalam Sistem Periodik
- Langkah-Langkah Pencatatan Akuntansi Sistem Periodik
- Contoh Soal 1: Perhitungan HPP dalam Sistem Periodik
- Contoh Soal 2: Menyusun Jurnal Penyesuaian Akhir Periode
- Contoh Soal 3: Menentukan Laba Kotor dengan Sistem Periodik
- Contoh Soal 4: Menghitung Persediaan Akhir
- Kelebihan dan Kekurangan Sistem Periodik
- Kesimpulan
Apa Itu Sistem Periodik dalam Akuntansi?
Dalam dunia akuntansi, ada dua sistem utama yang digunakan untuk mencatat persediaan barang dagang, yaitu sistem perpetual dan sistem periodik.
Sistem periodik adalah sistem pencatatan di mana perubahan persediaan barang dagang tidak dicatat setiap kali terjadi transaksi, tetapi hanya dilakukan pada akhir periode akuntansi.
Artinya, perusahaan baru akan mengetahui jumlah persediaan dan harga pokok penjualan (HPP) setelah dilakukan perhitungan fisik (stock opname) di akhir periode.
Sistem ini sering digunakan oleh usaha kecil atau menengah karena proses pencatatannya lebih sederhana dibandingkan sistem perpetual yang memerlukan pencatatan terus-menerus setiap transaksi terjadi.
Baca juga : Apa Itu Kuliah? Jelajahi Dunia Pengetahuan dan Peluang Masa Depan
Baca juga:Panduan Lengkap Contoh Soal Biologi Jaringan Tumbuhan Beserta Jawaban
Ciri-Ciri Sistem Periodik
Agar lebih mudah dipahami, berikut ciri-ciri khas sistem periodik dalam akuntansi:
- Tidak ada akun “Persediaan Barang Dagang” aktif selama periode berjalan.
Akun ini baru diperbarui setelah stok akhir dihitung. - Pembelian barang dagang dicatat dalam akun “Pembelian”.
Semua transaksi pembelian barang untuk dijual kembali akan masuk ke akun ini. - Penjualan dicatat hanya sebesar harga jual.
Tidak langsung dikurangi dengan harga pokok penjualan (HPP). - Penyesuaian dilakukan di akhir periode.
Perusahaan menghitung stok akhir dan membuat jurnal penyesuaian untuk menentukan HPP. - Digunakan oleh usaha dengan volume transaksi tidak terlalu besar.
Misalnya, toko kelontong, toko pakaian kecil, atau warung.
Rumus Menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP) dalam Sistem Periodik
Salah satu bagian paling penting dalam sistem periodik adalah menghitung HPP (Harga Pokok Penjualan).
Berikut rumus dasarnya: HPP=Persediaan Awal+Pembelian Bersih−Persediaan Akhir\text{HPP} = \text{Persediaan Awal} + \text{Pembelian Bersih} – \text{Persediaan Akhir}HPP=Persediaan Awal+Pembelian Bersih−Persediaan Akhir
Di mana:
- Persediaan Awal = nilai barang yang tersisa dari periode sebelumnya
- Pembelian Bersih = total pembelian dikurangi retur pembelian dan potongan pembelian
- Persediaan Akhir = hasil perhitungan fisik barang di akhir periode
Contoh sederhana:
Jika toko memiliki persediaan awal Rp10.000.000, pembelian bersih Rp25.000.000, dan persediaan akhir Rp8.000.000, maka: HPP=10.000.000+25.000.000−8.000.000=27.000.000\text{HPP} = 10.000.000 + 25.000.000 – 8.000.000 = 27.000.000HPP=10.000.000+25.000.000−8.000.000=27.000.000
Artinya, selama periode tersebut, barang senilai Rp27.000.000 telah dijual (dihabiskan).
Langkah-Langkah Pencatatan Akuntansi Sistem Periodik
Agar lebih paham, berikut alur pencatatan transaksi dalam sistem periodik:
- Mencatat pembelian barang dagang
Semua pembelian dicatat dalam akun “Pembelian”. Contoh jurnal:
Pembelian …………. Rp5.000.000
Kas ………………………. Rp5.000.000 - Mencatat retur pembelian (barang dikembalikan ke pemasok) Retur Pembelian …….. Rp200.000
Kas ……………………………. Rp200.000 - Mencatat potongan pembelian (diskon karena pembayaran cepat) Utang Dagang ………… Rp1.000.000
Potongan Pembelian ….. Rp20.000
Kas …………………………. Rp980.000 - Mencatat penjualan barang dagang Piutang Dagang ……….. Rp6.000.000
Penjualan …………………… Rp6.000.000 - Menentukan HPP di akhir periode
Setelah stok fisik dihitung, barulah dilakukan penyesuaian untuk menentukan harga pokok penjualan.
Contoh Soal 1: Perhitungan HPP dalam Sistem Periodik
Soal:
Toko “Sumber Rejeki” memiliki data berikut untuk bulan Desember 2024:
- Persediaan Awal: Rp4.000.000
- Pembelian: Rp12.000.000
- Retur Pembelian: Rp500.000
- Potongan Pembelian: Rp300.000
- Persediaan Akhir: Rp3.000.000
Tentukan Harga Pokok Penjualan (HPP)!
Jawaban:
- Hitung pembelian bersih:
= Pembelian – Retur Pembelian – Potongan Pembelian
= Rp12.000.000 – Rp500.000 – Rp300.000
= Rp11.200.000 - Masukkan ke rumus HPP:
= Persediaan Awal + Pembelian Bersih – Persediaan Akhir
= Rp4.000.000 + Rp11.200.000 – Rp3.000.000
= Rp12.200.000
Kesimpulan:
Harga Pokok Penjualan (HPP) Toko “Sumber Rejeki” pada bulan Desember 2024 adalah Rp12.200.000.
Contoh Soal 2: Menyusun Jurnal Penyesuaian Akhir Periode
Soal:
Pada 31 Desember 2024, data Toko “Mega Abadi” sebagai berikut:
- Persediaan Awal: Rp5.000.000
- Persediaan Akhir (hasil stock opname): Rp4.500.000
Buatlah jurnal penyesuaian persediaan!
Jawaban:
Langkah-langkah:
- Pada awal periode, akun Persediaan Barang Dagang memiliki saldo Rp5.000.000.
Saldo ini akan ditutup dengan jurnal penyesuaian. - Jurnal penyesuaian di akhir periode: Persediaan Barang Dagang (akhir) ………….. Rp4.500.000
Ikhtisar Laba Rugi …………………………….. Rp4.500.000 Untuk menyesuaikan saldo akhir persediaan. - Sementara saldo persediaan awal ditutup ke Ikhtisar Laba Rugi: Ikhtisar Laba Rugi …………………………….. Rp5.000.000
Persediaan Barang Dagang (awal) …………. Rp5.000.000
Penjelasan:
- Saldo persediaan awal dipindahkan ke akun laba rugi karena sudah digunakan untuk menghitung HPP.
- Saldo persediaan akhir dicatat kembali agar muncul di neraca sebagai aset lancar.
Contoh Soal 3: Menentukan Laba Kotor dengan Sistem Periodik
Soal:
Toko “Sejahtera” memiliki data sebagai berikut selama tahun 2024:
- Persediaan Awal: Rp3.000.000
- Pembelian: Rp10.000.000
- Retur Pembelian: Rp500.000
- Penjualan: Rp16.000.000
- Persediaan Akhir: Rp2.500.000
Diminta: Tentukan Harga Pokok Penjualan (HPP) dan Laba Kotor.
Jawaban:
- Hitung Pembelian Bersih
= Pembelian – Retur Pembelian
= Rp10.000.000 – Rp500.000 = Rp9.500.000 - Hitung HPP
= Persediaan Awal + Pembelian Bersih – Persediaan Akhir
= Rp3.000.000 + Rp9.500.000 – Rp2.500.000
= Rp10.000.000 - Hitung Laba Kotor
= Penjualan – HPP
= Rp16.000.000 – Rp10.000.000
= Rp6.000.000
Kesimpulan:
Selama tahun 2024, Toko “Sejahtera” memperoleh laba kotor sebesar Rp6.000.000.
Contoh Soal 4: Menghitung Persediaan Akhir
Soal:
Diketahui data Toko “Makmur Sentosa”:
- Persediaan Awal: Rp2.000.000
- Pembelian Bersih: Rp6.000.000
- HPP: Rp5.500.000
Tentukan Persediaan Akhir!
Jawaban:
Gunakan rumus: HPP=Persediaan Awal+Pembelian Bersih−Persediaan Akhir\text{HPP} = \text{Persediaan Awal} + \text{Pembelian Bersih} – \text{Persediaan Akhir}HPP=Persediaan Awal+Pembelian Bersih−Persediaan Akhir
Masukkan data yang diketahui:
Rp5.500.000 = Rp2.000.000 + Rp6.000.000 – Persediaan Akhir
Persediaan Akhir = Rp8.000.000 – Rp5.500.000 = Rp2.500.000
Kesimpulan:
Persediaan akhir Toko “Makmur Sentosa” adalah Rp2.500.000.
Kelebihan dan Kekurangan Sistem Periodik
Kelebihan:
- Lebih sederhana dan murah. Tidak butuh sistem komputerisasi kompleks.
- Cocok untuk usaha kecil. Volume transaksi yang sedikit bisa dicatat manual.
- Tidak perlu pencatatan setiap hari. Cukup mencatat pembelian dan penjualan.
Kekurangan:
- Informasi persediaan tidak real-time. Perusahaan tidak tahu stok pasti sebelum akhir periode.
- Risiko kehilangan barang tidak langsung terdeteksi. Jika ada selisih stok, baru ketahuan saat perhitungan fisik.
- Kurang efisien untuk perusahaan besar. Dengan volume transaksi tinggi, perhitungan manual jadi lambat dan rawan salah.
Baca juga : FEB Teknokrat Hadirkan Vice President Pegadaian: Bedah Peluang Investasi Emas
Kesimpulan
Sistem periodik merupakan metode pencatatan persediaan yang sederhana dan praktis untuk usaha kecil. Dalam sistem ini, pencatatan perubahan stok dilakukan di akhir periode, bukan setiap transaksi.
Konsep dasarnya terletak pada perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP) yang diperoleh dari Persediaan Awal + Pembelian Bersih – Persediaan Akhir.
Melalui contoh soal dan pembahasan di atas, kamu bisa melihat bagaimana sistem periodik bekerja — mulai dari pencatatan transaksi pembelian dan penjualan, penyesuaian akhir periode, hingga perhitungan laba kotor.
Penulis : adilah az-zahra


Post Comment