Persilangan Tunggal Monohibrid Membongkar Rahasia Genetika Hukum Mendel I

Genetika adalah ilmu yang mempelajari pewarisan sifat dari induk kepada keturunannya. Salah satu konsep paling fundamental dalam genetika adalah persilangan monohibrid. Istilah ini merujuk pada persilangan antara dua individu yang hanya melibatkan satu sifat beda (misalnya, warna bunga saja, atau tinggi tanaman saja). Konsep ini pertama kali diperkenalkan oleh Gregor Mendel, yang kemudian dirumuskan menjadi Hukum I Mendel atau Hukum Segregasi (pemisahan).

Artikel ini akan mengupas tuntas konsep monohibrid, mulai dari istilah dasar hingga menyajikan contoh soal lengkap beserta jawabannya, memberikan panduan praktis untuk menguasai materi genetika ini.

baca juga: Menguasai Keliling Persegi Lewat Contoh Soal dan

1. Konsep Kunci dan Terminologi Dasar Monohibrid

Sebelum melangkah ke contoh soal, penting untuk memahami terminologi dasar yang digunakan dalam persilangan monohibrid.

A. Istilah-Istilah Penting

IstilahPenjelasanContoh
GenUnit dasar pewarisan sifat yang terdapat dalam kromosom.Penentu warna bunga.
AlelaPasangan gen yang terletak pada lokus yang sama pada kromosom homolog, yang menentukan sifat spesifik.Gen untuk warna Merah (M) dan gen untuk warna Putih (m).
FenotipeSifat yang terlihat atau dapat diamati dari luar.Bunga Merah, Bunga Putih, Batang Tinggi.
GenotipeSusunan genetik (susunan alela) dari suatu individu.MM, Mm, mm.
DominanSifat yang menutupi (mengekspresikan diri) alela pasangannya. Ditulis dengan huruf kapital (misalnya, M).Warna merah (M) menutupi warna putih (m).
ResesifSifat yang tertutupi dan hanya muncul jika berpasangan dengan alela resesif lainnya. Ditulis dengan huruf kecil (misalnya, m).Warna putih (m) hanya muncul pada genotipe mm.
HomozigotPasangan alela yang sama.Dominan: MM (Merah murni), Resesif: mm (Putih murni).
HeterozigotPasangan alela yang berbeda.Mm (Merah heterozigot, karena M dominan).
GametSel kelamin yang membawa satu alela dari setiap sifat.Dari Mm akan terbentuk gamet M dan m.
P (Parental)Generasi induk atau tetua.
F (Filial)Generasi keturunan (F1 = Keturunan pertama, F2 = Keturunan kedua).

B. Hukum I Mendel (Hukum Segregasi)

Inti dari persilangan monohibrid adalah Hukum I Mendel, yang menyatakan bahwa: “Pada pembentukan gamet, alela-alela dari suatu gen akan bersegregasi (memisah) secara acak, sehingga setiap gamet hanya menerima satu alela saja dari pasangan gen tersebut.”

Contoh: Jika genotipe adalah Mm, maka gamet yang terbentuk akan terpisah menjadi M dan m dengan peluang masing-masing 50%.


2. Contoh Soal 1: Dominansi Penuh (Bunga Mawar)

Persilangan monohibrid paling umum adalah dominansi penuh, di mana sifat dominan akan sepenuhnya menutupi sifat resesif.

Soal:

Tanaman mawar merah homozigot (MM) disilangkan dengan tanaman mawar putih homozigot (mm). Gen M (merah) bersifat dominan penuh terhadap gen m (putih).

a. Tentukan genotipe dan fenotipe pada keturunan pertama (F1โ€‹).

b. Jika keturunan F1โ€‹ disilangkan sesamanya, tentukan perbandingan fenotipe dan genotipe pada keturunan kedua (F2โ€‹).

Jawaban dan Pembahasan:

a. Keturunan Pertama ($F_1$)

  1. Parental (P): Merah homozigot ร— Putih homozigotGenotipe P: MM ร— mm
  2. Gamet P:
    • MM menghasilkan gamet M
    • mm menghasilkan gamet m
  3. Filial 1 (F1โ€‹):F1โ€‹ dihasilkan dari peleburan gamet M dan m.
    • Genotipe $F_1$: Mm (100%)
    • Fenotipe F1โ€‹: Merah (100%)(Karena M dominan terhadap m)

b. Keturunan Kedua ($F_2$)

  1. Parental (P2): F1โ€‹ร—F1โ€‹Genotipe P2: Mm ร— Mm
  2. Gamet P2:
    • Mm menghasilkan gamet M dan m
  3. Filial 2 ($F_2$): Dibuat menggunakan Papan Catur (Punnett Square):
Gamet โ†’ โ†“Mm
MMMMm
mMmmm
  1. Perbandingan $F_2$:
KategoriGenotipeJumlahFenotipeJumlah
Homozigot DominanMM1Merah3
HeterozigotMm2Merah
Homozigot Resesifmm1Putih1
  • Perbandingan Genotipe: 1 : 2 : 1 (MM : Mm : mm)
  • Perbandingan Fenotipe: 3 : 1 (Merah : Putih)

3. Contoh Soal 2: Intermediet (Bunga Pukul Empat)

Kasus monohibrid lain adalah intermediet atau kodominan, di mana alela dominan tidak sepenuhnya menutupi alela resesif, sehingga muncul sifat baru (campuran) pada individu heterozigot.

Soal:

Tanaman Bunga Pukul Empat (Mirabilis jalapa) berbunga merah homozigot (M$^M$M$^M$) disilangkan dengan tanaman berbunga putih homozigot (M$^m$M$^m$). Sifat merah dan putih bersifat intermediet, menghasilkan warna merah muda pada genotipe heterozigot.

a. Tentukan fenotipe pada keturunan pertama (F1โ€‹).

b. Jika F1โ€‹ disilangkan dengan bunga putih (M$^mM^m$), berapakah persentase bunga merah muda pada keturunan berikutnya?

Jawaban dan Pembahasan:

a. Keturunan Pertama ($F_1$)

  1. Parental (P): Merah ร— PutihGenotipe P: M$^MM^M$ ร— M$^mM^m$
  2. Gamet P: M$^M$ dan M$^m$
  3. Filial 1 ($F_1$):
    • Genotipe $F_1$: M$^M$M$^m$ (100%)
    • Fenotipe F1โ€‹: Merah Muda (100%)(Karena sifat intermediet, warna menjadi perpaduan)

b. Persilangan $F_1$ dengan Putih

  1. Parental (P2): Merah Muda (F1โ€‹) ร— PutihGenotipe P2: M$^MM^m$ ร— M$^mM^m$
  2. Gamet P2:
    • M$^M$M$^m$ menghasilkan gamet M$^M$ dan M$^m$
    • M$^m$M$^m$ menghasilkan gamet M$^m$
  3. Keturunan (F’):
Gamet โ†’ โ†“M$^m$
M$^M$M$^M$M$^m$
M$^m$M$^m$M$^m$
  1. Analisis Hasil:
  • Genotipe M$^M$M$^m$ (Merah Muda) = 1 dari 2
  • Genotipe M$^m$M$^m$ (Putih) = 1 dari 2
  1. Persentase Merah Muda:$$\text{Persentase} = \frac{\text{Jumlah Merah Muda}}{\text{Total Keturunan}} \times 100\%$$$$\text{Persentase} = \frac{1}{2} \times 100\% = 50\%$$

Jawaban: Persentase bunga merah muda pada keturunan berikutnya adalah 50%.

baca juga:Mahasiswa Universitas Teknokrat Indonesia Juara Bahasa Inggris SEESPA English Olympics 2025

4. Analisis dan Signifikansi Monohibrid

Persilangan monohibrid adalah pondasi untuk memahami prinsip pewarisan sifat. Analisis perbandingan fenotipe dan genotipe dari persilangan monohibrid memberikan pola numerik yang jelas.

A. Pola Angka Monohibrid

Pola angka pada $F_2$ adalah ciri khas yang harus dikuasai:

  1. Dominansi Penuh:
    • Fenotipe $F_2$: $3:1$ (Dominan : Resesif)
    • Genotipe $F_2$: $1:2:1$ (Homozigot Dominan : Heterozigot : Homozigot Resesif)
  2. Intermediet/Kodominan:
    • Fenotipe $F_2$: $1:2:1$ (Dominan : Campuran : Resesif)
    • Genotipe $F_2$: $1:2:1$ (Homozigot Dominan : Heterozigot : Homozigot Resesif)

Perhatikan bahwa pada intermediet, perbandingan fenotipe dan genotipe adalah sama, yaitu $1:2:1$. Hal ini terjadi karena genotipe heterozigot (Mm) memiliki fenotipe yang berbeda (Merah Muda) dari kedua homozigotnya (Merah dan Putih).

penulis:Anis puspita sari

Post Comment